Buntut Banyaknya Kecelakaan Bus Wisata, Orang Tua Siswa Desak Kementerian dan Dinas Pendidikan Melarang Keras Sekolah Adakan Kegiatan Study Tour

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Tangerang Raya- Pasca terjadinya kecelakaan beruntun yang menimpa rombongan siswa dan siswi berbagai sekolah yang berasal dari Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) serta peristiwa terbaru yang menimpa rombongan siswa dan siswi sekolah SMK Lingga Kencana-Depok, di Subang-Jawa Barat, ramai disuarakan TAGAR STOP STUDY TOUR oleh para orang tua siswa/i Se-Indonesia. 

Karena menurut para orang tua siswa kegiatan “Study Tour” tersebut hanyalah akal-akalan dari sekolah-sekolah untuk “mengeruk keuntungan” dari Bisnis Mafia Pendidikan yang saat ini sudah menjadi Budaya yang SANGAT TIDAK BERMANFAAT dan hanya membuat resah dan membebani para orang tua siswa/i di Indonesia.

Kepada MediaBantenCyber.co.id, Ibu Yuli (nama samaran-red) orang tua siswa yang anaknya bersekolah di sekolah swasta menengah atas (SMA) di kawasan Pinang, Kota Tangerang, Senin (13 Mei 2024) siang, mengungkapkan keresahannya terkait banyak nya kecelakaan yang menimpa rombongan siswa dan siswi sekolah yang sedang melaksanakan kegiatan “Study Tour” ke luar kota. Menurut ibu tiga anak yang tinggal di Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ini, mewakili Keresahan dan keluh-kesah para orang tua siswa-siswi lainnya, kegiatan Study Tour yang dilakukan oleh sekolah-sekolah selama ini  dipertanyakan segi manfaatnya, juga dirasakan sangat membebani para orang tua siswa.

“Kegiatan study tour itu apa seh manfaatnya pak? gak ada manfaatnya pak, cuma membebani orang tua siswa dengan biaya yang selangit. Ngapain seh tour-touran berdalih study tour segala? emangnya tour-touran begitu nantinya dikasih sertifikat dan bisa dipake buat syarat anak-anak kami nanti kalo ngelamar kerja?,” kata Ibu Yuli, dengan nada kesal dan emosional.

Dirinya mengungkapkan jika anaknya baru saja pulang dari acara “tour-touran” berkedok Study Tour ke Yogyakarta dengan biaya yang mahalnya selangit dan membumbung tinggi seperti harga-harga sembako yang saat ini harganya juga gila-gilaan.

“Neh liat pak, anak saya ke Jogja pulangnya cuma bawa capek dan makanan kayak beginian. Di pasar Bengkok juga banyak,” tutur Ibu Yuli sambil menunjukkan makanan kecil dalam toples yang membuat awak MediaBantenCyber.co.id tersenyum. 

Hal senada disampaikan oleh bapak Tedi (nama samaran-red) orang tua siswa di wilayah Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dirinya mengaku bingung anaknya yang masih sekolah TK saat mau lulus harus pakai acara wisuda segala ke luar kota.

“Emangnya anak saya mau lulus jadi Sarjana? ‘masa anak TK lulus sekolah aja pake bikin acara mengada-ada di wisuda? pada stress kelakuan dunia pendidikan jaman sekarang, seneng nya nyusahin orang tua siswa saja. Tolong Pak Menteri Pendidikan Republik Indonesia untuk melarang keras kegiatan Study Tour dan tour-touran yang berdalih wisuda anak-anak yang gak jelas manfaatnya,” ucap Tedi.

Sementara di media sosial (sosmed) pasca terjadinya kecelakaan bus wisata yang menimpa sekolah swasta SMK Lingga Kencana, Depok, ramai kecaman-kecaman yang disampaikan oleh para orang tua siswa. Peristiwa kecelakaan terakhir yang menimpa siswa dan siswi sekolah tersebut seakan menjadi puncak dari keresahan dan kemarahan para orang tua siswa-siswi dari semua level sekolah mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK atas praktek budaya Mafia bisnis Pendidikan yang selama ini terjadi di Indonesia. 

Seperti yang disampaikan oleh bapak Darsonrid di media sosial Facebook pada Senin, 13 Mei 2024. Dalam cuitannya di sebuah hastag Tagar Stop Study Tour, dirinya mengatakan “Mohon maaf sblmnya, Kenapa sih kok perpisahan anak sekolah harus melalui tour luar kota. Kasian kl org tua nya yg gak mampu, apa gak lebih baik biaya tour itu buat persiapan anak buat lanjutin ke jenjang yg lbh tggi. Sy kira itu kan bs Ibh baik x ya…”.(BTL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hello
Can we help you?
.