Catrine Wilsen Noni Belanda Penunggu Rumah Tua Cilenggang Minta Pemkot Tangsel Merawat Rumahnya

TANGERANG SELATAN – MBC || Berusaha untuk dapat mengungkap akan sejarah keberadaan rumah tua peninggalan Belanda yang berada di Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, tim media Tangerang Selatan, Minggu (18/8/2018) siang, kembali mendatangi rumah peninggalan Belanda tersebut yang dibangun pada Tahun 1887 yang tidak dirawat dan diperhatikan oleh Pemkot Tangsel dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tangsel.

Lewat bantuan perantara Media supranatural, tim media Komunitas Jurnalis Tangerang Selatan (KJT) berhasil mendapatkan informasi yang sangat berharga terkait Sejarah keberadaan Gedung Tua peninggalan Belanda tersebut. Adalah Noni Belanda yang mengaku bernama Caterine Wilsen istri dari Mandor perkebunan Karet yang sangat luas di Serpong saat itu, menceritakan dengan lengkap Sejarah Rumah Tua tersebut beserta kehidupannya.

“Nama saya Caterine Wilsen, saya adalah istri dari seorang Belanda yang bekerja sebagai Mandor perkebunan Karet yang sangat luas di Serpong saat Tahun 1800 san. Saya memiliki banyak Pekerja orang Pribumi disana dan banyak yang mati kelaparan dan juga karena saya siksa karena mereka malas saat bekerja dan mereka saya gaji hanya 1 Gulden saja,” terangnya.

Lebih jauh Noni Belanda Caterine Wilsen menambahkan bahwa, orang Pribumi itu Kuat – kuat dan berani. Dengan hanya bermodalkan kayupun (Bambu-red) mereka sudah berani melawan Orang – orang VOC (Belanda) agar meninggalkan Indonesia. Terkait adanya lubang besar seperti Goa yang juga ada tak jauh dari Rumah Tua tersebut, Caterine Wilson mengatakan bahwa lubang besar dekat Kali Cisadane tersebut adalah tempat gudang senjata milik suaminya Tuan Wilsen.

“Itu bukan Goa, tapi gudang senjata milik suami saya Tuan Wilsen. Kami sengaja membuat gudang senjata disana untuk menghadapi para Perampok dan Orang – orang Pribumi yang berusaha mengancam keberadaan kami di perkebunan Karet itu,” tandasnya.

Mengakhiri keterangannya, Noni Belanda Caterine Wilsen tersebut mengaku dirinya menanam Emas murni cukup banyak dekat Pohon Besar disamping Rumahnya, dan Dirinya berpesan jangan ada yang berani mengambil Emas miliknya tersebut, karena Emas itu dijaga olehnya dan oleh banyak berbagai mahluk astral lainnya yang menunggu Rumah Tua tersebut.

“Saya bersama Teman – teman mahluk astral lainnya hanya meminta agar Pemerintah Kota Tangsel mau merawat rumah saya tersebut. Rawatlah, jangan dibiarkan bangunan rumah saya tidak terawat seperti sekarang ini,” pungkas Caterine Wilsen. (BTL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hello
Can we help you?
.