Pengguna Narkoba Didominasi Mahasiswa dan Pelajar

oleh -5.373 views

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Serang, Generasi milenial terutama remaja dana pelajar menjadi target pasar yang potensial bagi para sindikat kejahatan narkotika. Kondisi ini menjadi indikator telah terjadinya pergeseran pasar dalam peredaran narkotika di Banten.

Berdasarkan data pelayanan rawat jalan SCR voluntary dari total 30 orang klien, 26,7 persen pengguna narkoba didominasi oleh mahasiswa dan pelajar.

“Dari pelayanan asesment terpadu maupun asesmen medis kepada para pengguna narkotika yang sedang menjalani proses hukum di kepolisian maupun BNNP sejumlah 41 orang, sebanyak 21,9 persen didominasi oleh mahasiswa dan pelajar,” kata Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Tantan Sulistyana dalam kegiatan Kampanye Stop Narkoba dalam rangka peringatan HANI 2019, di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Rabu (03/07/2019).

Kejahatan narkotika saat ini telah menjadi masalah global, bahkan PBB memasukkan kejahatan narkotika dalam salah satu dari 18 jenis kejahatan internasional yang terorganisir. Kejahatan narkotika tidak hanya dilakukan oleh perseorangan, melainkan melibatkan jaringan terorganisir yang tersebar secara nasional dan internasional.

“Menembus sekat-sekat perbatasan wilayah serta negara yang bekerja secara rapi dan rahasia,” katanya.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, para pelaku atau sindikat jaringan narkotika memanfaatkan jaringan teknologi internet untuk bisa berkomunikasi serta bertransaksi. Sehingga perdagangan dan peredaran gelap narkotika meningkat, baik dari segi nilai transaksi maupun jenis yang diperdagangkan.

“Selain itu, telah muncul jenis-jenis narkotika baru atau sering disebut new psychoactives substances (NPS), turut menambah tantangan dan hambatan dalam upaya menanggulangi permasalahan narkotika,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh unodc dalam world drug reports 2018, sejak tahun 2009 sampai 2017 telah terdeteksi sebanyak 803 total NPS yang beredar di dunia yang dilaporkan oleh 111 negara.

“Sedangkan 74 jenis diantaranya sudah beredar di Indonesia, di mana sebanyak 65 jenis sudah diatur dalam Permenkes Nomor 50 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan narkotika. Sedangkan yang sembilan jenis belum diatur. PerkembanganNPS menciptakan celah bagi kejahatan dikarenakan banyak narkotika jenis baru yang belum diatur oleh hukum,” tuturnya.

Permasalahan lain yang muncul adalah telah terkontaminasinya seluruh lapisan masyarakat, baik aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, swasta, anggota legislatif, kepala daerah/kades, artis, pelajar/mahasiswa, dan lainnya hingga kerentanan di lingkungan rumah tangga.

“Saat ini sudah ada pergeseran usia sasaran, tidak hanya orang dewasa yang menjadi sasasan. Akan tetapi, usia remaja dan anak-anak telah menjadi target pasar bagi para pelaku kejahatan narkotika,” ucapnya.

Sasaran potensial berdasarkan data yang dikeluarkan oleh unodc dalam world drug reports 2018, penyalahguna narkotika didominasi oleh pengguna berusia 18 sampai 25 Tahun. “Dari data tersebut, dapat menjadi indikator bahwa para generasi milenial telah menjadi sasaran yang potensial bagi para pelaku atau sindikat kejahatan narkotika,” katanya.

Pihaknya berharap pimpinan sekolah beserta para guru pendidik ikut membantu mewujudkan pencegahan mandiri di lingkungan pendidikan melalui program sekolah bersinar. “Peran serta aktif dari sekolah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sekolah bersinar,” ujarnya.

Ia berpesan agar generasi milenial terbebas dari jeratan penyalahgunaan narkoba. Ada tiga prinsip pencegahan yang bisa dilakukan. Pertama, tidak mencoba menggunakan narkoba, sebab sekali generasi milenial akan terjerumus ke dalam jeratan narkoba.

“Kedua, pilih teman bermain atau sahabat yang baik, karena sahabat yang baik pasti akan mengajak kita kepada hal yang baik. Ketiga, terapkan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan yang baik, olah raga teratur dan tetap untuk berpikir positif,” ucapnya.

Sekda Banten Al Muktabar menuturkan, pihaknya mendukung seluruh upaya pemberantasan narkotika di Banten. Ia berpesan agar generasi milenial di Banten menjauhi segala bentuk penyalahgunaan Narkotika. (Red)