KLB Demokrat Abal-abal, Pemberontakan, Peserta Massa Bayaran

Peserta KLB Abal-abal Partai Demokrat Marah Besar, Bayaran UANG SOGOKAN Tidak Sesuai Kesepakatan

oleh -4.564 views

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Deli Serdang, Berbagai peserta massa bayaran Kongres Luar Biasa (KLB) ABAL-ABAL Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) marah besar kepada para penggerak KLB, pasalnya uang bayaran yang dijanjikan sebesar Rp 100 juta ternyata hanya diberikan sebesar Rp 5 juta saja. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu, Gerald Piter Runtuthomas yang memberikan kesaksian selama mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Abal-abal di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dirinya mengakui ikut menghadiri KLB Abal-abal tersebut karena tergiur oleh iming-iming uang Rp 100 juta oleh penggerak KLB.

Namun kenyataannya, para peserta KLB Abal-abal tersebut hanya mendapatkan uang Rp 5 juta rupiah saja. Karena tidak sesuai janji, maka para peserta KLB Abal-abal tersebutpun memberontak.

“Yang pertama peserta KLB memberontak (protes-red) dari Maluku, karena tidak sesuai dengan harapan dan tidak sesuai dengan iming-iming, tidak sesuai janji,” katanya dalam video yang ditayangkan DPP Partai Demokrat, Senin (08/03/2021).

Dan selanjutnya mantan Bendahara umum Partai Demokrat yang juga motor KLB, M Nazaruddin turun tangan. Nazaruddin memberikan uang tambahan sebesar Rp 5 juta rupiah kepada peserta KLB yang marah.

“Kedua dari peserta KLB di Papua mereka juga melakukan pemberontakan dan tiba-tiba diamankan oleh Pak Nazaruddin, begitu juga dengan daerah lainnya dan terakhir dari Sulawesi Utara salah satunya saya,” ujarnya.

Baca Juga : Polri Wajib Klarifikasi Terkait Video Penyamaran Oknum Perwira Polisi Menjadi Mahasiswa Peserta Demonstrasi

“Kami memberontak karena tidak sesuai dengan harapan, tiba-tiba dipanggil dan ditambahin uang Rp 5 juta rupiah oleh bapak M Nazaruddin,” ungkap Gerald.

Dia menjelaskan, awalnya mereka dijanjikan total Rp 100 juta jika mengikuti KLB meski bukan pemilik sah suara Demokrat. Dengan pembayaran awal Rp 25 juta dan setibanya di lokasi Kongres, kemudian Rp 75 juta dibayar belakangan. Akan tetapi kenyataannya di lapangan berbeda, menurut Gerald dirinya hanya diberikan Rp 5 juta di awal. Dan total dirinya hanya mengantongi Rp 10 juta rupiah saja dengan tambahan dari Nazaruddin.

Baca Juga : Paramitha Messayu KRITIK KERAS, Saat Pandemi Covid-19 Merajalela Pemerintah Menonaktifkan Peserta BPJS PBI Untuk Masyarakat Miskin

“Total kita hanya dapat uang Rp 10 juta rupiah saja,” tandasnya. Dikutip dari Gelora.com, Senin (08/03/2021).(BTL)