Nasib Anak Bangsa Yang “Ditelantarkan”, Satu Keluarga Semuanya Buta Huruf dan Tinggal di Rumah yang Sangat Bau di Kota Tangerang

waktu baca 4 menit
Selasa, 26 Jul 2022 19:22 1053 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang, Sungguh miris, dan entah siapa yang harus disalahkan, tapi ini fakta dan nyata, satu keluarga di wilayah RT 003/010, Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, kelima anak-anaknya tidak ada yang bersekolah dan buta huruf. Dan terkait fakta tersebut Bunda Rose Sekretaris DPD bersama beberapa relawan DPD Indonesia Hebat Bersatu (IHB) Kota Tangerang seperti Mpok Fitri, Bang Bule, Mas Agus, Mpok Yuli dan Mpok Niken, Selasa (26/07/2022) malam, bada Maghrib mendatangi kediaman ibu Suprihatin (43), ibu dari 5 orang anak warga RT003/010, Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Sampai di lokasi, rombongan tim relawan IHB Kota Tangerang bersama MediaBantenCyber.co.id terkejut melihat kondisi rumah kontrakan ibu Suprihatin bersama kelima anaknya dalam kondisi gelap gulita dan hanya ada satu lampu penerangan listrik yang entah berapa watt voltase nya karena nyalanya seperti lampu “Pelita” dari minyak tanah seperti tahun 70an.

Baca Juga : Pemerintah Saat Ini Buta dan Tuli, Gagal Atasi Covid-19, Kapan Kibarkan Bendera Putih?

Dan setelah menunggu beberapa saat, datanglah ibu Suprihatin dalam kegelapan malam ke rumah kontrakannya untuk bertemu dengan tim IHB Kota Tangerang. Dan setelah pintu rumah kontrakannya dibuka, sekali lagi tim relawan dan juga awak MediaBantenCyber.co.id dibuat terkejut lagi dengan satu hal, yaitu Bau segala macam rasa yang cukup luar biasa yang keluar dari dalam rumah kontrakannya ibu Suprihatin, hingga semua tim relawan yang hadir termasuk MediaBantenCyber.co.id langsung mual-mual karena tidak tahan dengan aroma bau yang keluar dari rumah ibu Suprihatin.

Akhirnya dengan menggunakan masker Bunda Rose bersama tim relawan IHB Kota Tangerang memasuki rumah kontrakan ibu Suprihatin untuk menyerahkan Paket bantuan Sembako berupa satu karung beras 25 kg, 2 dus mie instan, minyak goreng dan perlengkapan mandi.

“Mohon diterima bantuan kami yang tidak seberapa ini, semoga dapat bermanfaat dan dapat sedikit membantu kebutuhan untuk makan ibu Suprihatin bersama anak-anak disini. Dalam kesempatan ini juga saya meminta kepada ibu Suprihatin untuk bagaimana pun kesulitan anak-anak harus tetap disekolahkan, karena itu adalah aset untuk masa depan keluarga ibu kelak di masa depan. Orang yang bersekolah saja sulit mencari kerja apalagi tidak bersekolah?,” tutur Bunda Rose. 

Lanjut Bunda Rose, dirinya sudah menghubungi staf dari Walikota Tangerang Arif R Wismansyah dan juga ketua DPRD Kota Tangerang Bung Gatot agar segera memberikan bantuan sosial lainnya kepada keluarga ibu Suprihatin dan juga bantuan pendidikan agar anak-anak ibu Suprihatin yang masih belum terlambat usianya dapat segera bersekolah. 

“Yang paling penting adalah si Mega yang usianya 9 tahun ini harus segera masuk sekolah. Ngak apa-apa ya nak kamu mulai dari kelas satu dulu karena kamu belum bisa baca tulis ya. Dan buat adik-adik kamu yang masih kecil-kecil ini mereka semua harus belajar mengaji di masjid ya. Nanti Bunda siapkan berbagai keperluan sekolah dan mengajinya,” kata Bunda Rose kepada Mega anak ketiga ibu Suprihatin, yang dianggukkan kepala oleh Mega dan adik-adiknya sambil menangis.

Sementara itu, Ibu Suprihatin, ibu dari lima orang anak yang nasib dan kehidupannya “Ditelantarkan” negara (tidak mendapat perhatian pemerintah daerah dan pusat-red) sambil menangis dirinya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bunda Rose dan juga relawan IHB Kota Tangerang atas perhatian dan bantuan yang mereka terima. 

“Terima kasih ya Bunda Rose atas perhatian dan bantuannya ini. Sebenarnya saya sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah tiga tahun yang lalu, tapi sampai sekarang tidak pernah ada kabarnya bagaimana nasib permohonan bantuan saya tersebut. Ya kami bisa apa lagi, kami hanya bisa pasrah dengan semua ini,” ucap ibu Suprihatin dengan berlinang air mata.

Dan menurut informasi, hingga berita ini ditayangkan, pihak Ketua RT003/010 Kelurahan Sudimara Jaya telah menghadap kepada Lurah Sudimara Jaya untuk meminta bantuan kepada aparat dan dinas terkait untuk membantu keluarga ibu Suprihatin dan kelima anak-anaknya.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA