MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Timses pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel nomor urut 2, Dr Hj Siti Nurazizah Ma’ruf bersama Ir H Ruhamaben MSAe, menggelar acara silaturahmi dengan Puluhan awak media se- Kota Tangsel baik cetak, Online maupun elektronik pada Senin (12/10/2020) siang, bertempat di sekretariat bersama pemenangan Pilkada Kota Tangerang Selatan di jalan raya Rawa Buntu, Serpong (samping RM Sate Kambing Muda Paijo).
Hadir dalam kesempatan tersebut Calon Walikota Siti Nur Azizah bersama Calon Wakil Walikota Tangsel Ruhamaben dengan didampingi oleh Sudarso selaku Sekretaris Tim Pemenangan Azizah – Ruhamaben dan juga Aru Wijayanto tim media pasangan Azizah – Ruhamaben.
Sekretaris Tim pemenangan Azizah – Ruhamaben, Sudarso mengatakan bahwa pasangan nomor urut 2, Azizah – Ruhamaben yang diusung oleh Partai PKS, Demokrat, PKB serta PKP, dalam momen Pilkada Tangsel tahun 2020 ini mengusung tema, “Issue Perubahan”.
“Karena hanya pasangan Azizah – Ruhamaben sajalah satu – satunya calon Walikota dan Wakil Walikota yang bukan berasal dari Petahana (yang sedang memerintah). Pasangan Azizah – Ruhamaben merupakan calon Walikota dan Wakil Walikota yang benar – benar akan membawa perubahan di Kota Tangerang Selatan. Karena mereka tidak punya beban sejarah kepada warga Tangsel, jadi visi dan misinya adalah yang paling Gress untuk membawa perubahan di Tangsel untuk menjadi kota kelas dunia,” tandasnya.

Sementara itu calon Walikota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah, saat menyampaikan visi dan misinya dihadapan puluhan awak media/jurnalis mengatakan, dirinya bersama Ruhamaben dalam Pilkada Tangsel saat ini akan tetap konsisten untuk mengusung program dan visi – misi yang pro kerakyatan. Maka dari itu menurut Azizah, tagline pasangan nomor urut 2 adalah “PERMATA” yang artinya ingin mewujudkan Pemerataan pembangunan untuk kemajuan dan Kesejahteraan seluruh warga masyarakat Tangsel untuk menuju dan menjadi kota kelas dunia.
“Dan disamping kami ingin membangun Tangsel menjadi kota yang nyaman untuk dihuni serta menarik dalam semua aspek menuju kota berkelas dunia, program unggulan kami di masa dan juga pasca berakhirnya wabah pandemi Covid-19 saat ini adalah 7 program unggulan yang kami akan laksanakan, antara lain: bantuan sosial Covid-19 untuk 100.000 Rumah, dana pembinaan untuk majelis Taklim Rp 1 juta/tahun, insentif RT/RW Rp 1 juta/bulan, pemberian dana pembangunan lingkungan Rp 100 juta/RW Pertahun, pemberian mobil Ambulan 1 RW 1 Ambulance, insentif guru swasta dan madrasah Rp 600 ribu/bulan serta akan mendorong tumbuh dan berdirinya sebanyak 10 ribu wirausaha baru di Tangsel,” papar Nur Azizah.
Dalam kesempatan yang sama, calon Wakil Walikota Tangsel Ruhamaben, saat menyampaikan paparannya MENYENTIL petahana perihal ketimpangan pembangunan yang terjadi di Tangsel. Menurutnya, untuk pembangunan di wilayah Serpong dan juga Pondok Aren yang dilakukan oleh pihak swasta (pengembang) nyaris tidak ada masalah, pembangunan insfrasruktur dan lainnya telah berjalan dengan sangat baik. Akan tetapi pembangunan di “pinggiran” Kota Tangsel seperti Setu, Ciputat dan Pamulang, menurut Ruhamaben kondisinya cukup memprihatinkan.
“Selama hampir lebih dari 10 tahun pembangunan di Tangsel, sepertinya tidak ada yang berubah diberbagai tempat tersebut. Di jalan raya Serpong khususnya didepan Pasar Serpong masih tetap macet dan semrawut, di depan pasar Jombang hingga rel kereta serta stasiun kereta listrik Jombang juga demikian macet setiap hari dan sangat semrawut, begitu juga dengan di pasar Ciputat tidak ada perubahan yang signifikan serta yang sangat membuat saya agak ngeri adalah di perlintasan kereta Pondok Ranji, Ciputat Timur, persis di pinggir rel kereta, angkot – angkot pada mangkal semaunya. Itu sangat membahayakan pengguna kendaraan lain saat di perlintasan kereta. Tidak ada yang berubah selama 10 tahun membangun Tangsel,” tegas Ruhamaben. (BTL)
Tidak ada komentar