Pemkot Diminta Serius Ciptakan Kenyamanan Para Pedagang di Kios Relokasi Pasar Pandean Kota Serang

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Serang, Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang akan lakukan penataan para pedagang kelapa yang berada di pasar lama Kota Serang.

Hal itu dimaksudkan guna terciptanya ketertiban dan keindahan pasar yang sejak lama menjadi biang kemacetan di wilayah tersebut lantaran para pedagang yang menggelar lapak dagangannya memakai bahu jalan sepanjang pasar tersebut.

“Ya rencananya kita akan alihkan para pedagang tersebut di kios pasar pandean yang baru yang telah kita siapkan, agar menjadi tertib dan rapih, serta tertata dengan baik,” kata Kepala Dinas Disperindagkop Kota Serang YoyoĀ wicahyono saat ditemui di kantornya, Senin (06/01/2020).

Rencana tersebut, ungkap Yoyo, sesuai dengan arahan dan kebijakan dari Walikota serang yang awalnya adalah sebagai penampungan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari stadion Maulana Yusuf, Namun, karena dalam perjalanannya kurang mendapatkan respon, akhirnya setelah dilakukan musyawarah disepakat juga gunakan untuk para PKL yang liar yang mengganggu ketertiban untuk difasilitasi juga di kios pasar kepandean.

“Pedagang stadion di data kita ada 120 semuanya, tapi kemarin yang aktif berdagang tinggal 60 pedagang saja, ada tersisa kios kita peruntukan untuk para pedagang kelapa muda yang ada di pasar lama, Jadi setengah blok itu kita sepakat untuk penampungan para pedagang kelapa muda yang di pasar lama nantinya, untuk saat ini, mereka meminta waktu untuk lakukan sosialisasi dulu, karena mereka mempunyai langganan disana dengan dilakukan pemasangan spanduk pemberitahuan bahwa para pedagang kelapa muda nantinya akan dipindah di kios pasar pandean,” ungkapnya.

Yoyo juga nenjelaskan, untuk kesiapan kios pasar pandean sendiri saat ini progresnya sudah 95 persen, Awning Baja Ringan, Mushola, Toilet, Paving Block, Taman, PJU, perbaikan jalan sekitar, listriknya sudah siap.

“Untuk listrik memang saat ini baru jalurnya saja, untuk sambungan listriknya yang belum, tapi seandainya akan kita pergunakan kita siap salurkan listriknya,” jelasnya.

Untuk jumlah kios baru di pasar kepandean, terang Yoyo terdapat 140 Kios, dan ada 128 Kios yang tersisa karena ada pedagang lama yang diakomodir di kios tersebut yang tetap bertahan, dan itu gratis untuk para pedagang yang ingin berdagang di kios tersebut.

“Sekali lagi untuk penempatan kios di pasar kepandean itu gratis, tidak di pungut biaya, untuk salarannya ada masa tenggang waktu nanti, ada Grace Period dari pemerintah, seminggu, dua minggu atau satu bulan, kita perekan dulu sampai mereka berjualan ramai. Sedangkan untuk keamanan, masalah kebersihan itu di luar kami, Tapi sekali lagi, kalau dari kami tidak ada biaya, tidak ada apapun.” Terang Yoyo.

Yoyo juga menambahkan, berkaitan dengan keluhan para pedagang yang ada seperti penghuni lama seperti para wanita malam dan orang – orang yang buat resah para pedagang ditempat tersebut pihaknya mengaku telah lakukan koordinasi dengan pihak terkait dan OPD lainnya.

“Masalah penghuni lama yang ada disitu dan yang membuat para pedagang resah, kita telah lakukan Kordinasi dengan pihak terkait lainnya, Mudah – mudahan nantinya bilamana tempat tersebut berangsur kedepannya semakin ramai, dan berjalan, nanti juga akan pindah dari situ mereka, ya mudah – mudahan saja seperti itu.” Harapnya.

Sementara itu, salah satu pedagang kelontongan yang bertahan dan menempati kios pasar pandean Kohar, menuturkan bahwa, saat ini memang dirinya merasa lebih mantap dan teratur berdagang di tempat tersebut walaupun saat ini listrik belum dapat tersalurkan dan wanita malam serta masih banyak orang – orang ditempat tersebut yang membuat resah.

“Ya saya harap pemerintah daerah dapat serius dalam alokasikan para pedagang disini, jangan setengah – setengah, melengkapi fasilitas yang ada, dan buat nyamanlah para pedagang disini, karena terus terang, kami sebenarnya merasa tidak nyaman dengan masih adanya orang – orang yang membuat resah disini, seperti jablay yang banyak berkeliaran dan juga orang – orang yang suka mintain uang dan barang dagangan yang bahasanya ngutang atau ngambil dulu, tapi ga pada bayar,” keluhnya. (Faizudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hello
Can we help you?
.