Pengakuan Wanita Tua Tinggal di Gubuk Reyot, Tidak Pernah Dapat Bantuan

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Sep 2019 22:01 926 Redaksi

KABUPATEN TANGERANG – MBC || Tinggal menempati gubuk bambu berukuran empat kali dua meter beratapkan ijuk dan berlantaikan tanah, Nenek Arsani (85th) yang tinggal sendirian diujung kampung Ranca Manggu, Rt 02 Rw 04 Desa Selapajang Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang.

Saat wartawan menyambangi kediaman Nenek tunawisma ini dipersilahkan masuk kedalam gubuk. Guratan kepedihan dan keikhlasan hidup tergambar jelas dalam setiap Perkakas rumah yang apa adanya.

Tempat tidur dan dapur menyatu dengan seluruh isi rumah yang jauh dikatakan layak huni untuk wanita tua itu. Namun, inilah mungkin harta benda Satu – satunya Peninggalan suami tercinta.

“Jika hujan terkadang atap ada yang bocor dan jika panas terik menerpa harus duduk di luar sendirian. Kalau untuk makan, Nenek akan masak jika masih ada beras dari hasil pemberian kedua anak saya, tapi kalau tidak ada, hanya mengandalkan pemberian dari para tetangga,” ucap nenek Arsani sambil memperlihatkan dapur yang dirayapi serangga.

Lanjut Dia, jika pengakuan Arsani belum pernah menerima berbagai bentuk bantuan dari Pemerintah.
“Sudah beberapa kali di foto oleh pihak Desa, Kecamatan tapi tidak ada bantuan sama sekali. Selama ini, bantuan yang ada hanya berupa Raskin, itupun harus dibeli. Jadi kalau tidak punya uang, kami terpaksa tidak bisa menerima raskin,” ucapnya lirih.

Sementara, Ketua RT 02 Sarip membenarkan kondisi nenek Arsani yang tinggal di gubuk reot di desanya, Nenek Arsani punya dua anak Nuryaman (55), Nurhani (45) yang sudah berumah tangga, salah satunya tinggal tidak jauh dengan rumahnya dan yang satunya di desa tetangga, mereka memang dari kalangan kurang mampu yang ada di Desa ini juga.

“Kondisi nenek memang cukup memprihatinkan dan sangat butuh bantuan dari dermawan ataupun pemerintah daerah Kabupaten Tangerang, kami berharap pemerintah daerah juga dapat membantu kondisi nenek Arsani dengan membedah rumah nenek tersebut hingga layak huni,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kondisi kehidupan nenek Arsani adalah gambaran kecil masyarakat kurang mampu yang ada di Kabupaten Tangerang. Upaya Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan harus Benar – benar terwujud dan bukan hanya slogan saja.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Instansi terkait diminta untuk lebih Proaktif dalam memperhatikan kondisi kehidupan masyarakat di daerah ini, khususnya kepada mereka yang masih membutuhkan sentuhan bantuan dari Pemerintah dan para Dermawan,” ujarnya. (Asp)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA