PKS Kabupaten Tangerang Tegaskan Mereka yang Mundur Bukan Lagi Pengurus

KABUPATEN TANGERANG – MBC || Menyikapi sebagian kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang yang menyatakan mundur, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa mereka yang menyatakan mundur sudah bukan lagi pengurus partai.

Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Tangerang, Ahmad Syahril menuturkan jika ada 300 pengurus PKS Kabupaten Tangerang mundur, itu hanya klaim semata. Ahmad Syahril meminta kepada kader yang menyatakan keluar agar menyampaikan pernyataan tertulisnya untuk tertib administrasi.

“Jadi bukan hanya sekedar klaim keluar, tapi beraktivitas masih menggunakan nama PKS,” tegasnya di Kantor Sekretariat PKS di Tigaraksa, Senin (9/9/2019).

“Mereka yang menyatakan mundur sudah bukan pengurus PKS berdasarkan SK DPP yang dibacakan DPTW PKS Banten didepan DPTD PKS Kabupaten Tangerang demisioner tanggal 15 Agustus 2019 dan SK DPW tanggal 2 September nomor 12/D/SKEP/BB-PKS/2019,” tukas Syahril kepada awak media.

Sebelumnya diketahui, Ahmad Syahril yang menjadi Sekretaris Umum DPD PKS Kabupaten Tangerang berdasarkan SK DPW PKS Banten 12/D/SKEP/BB-PKS/2019 menggantikan Muhammad Dwinanto.

Lanjut dia, mekanisme sudah sesuai AD/ART dan prosedur organisasi PKS, terkait wewenang kebijakan struktur partai yang lebih tinggi dengan berbagai macam pertimbangan.

“Diantaranya terevaluasi mesin partai tidak bekerja optimal dan hilangnya loyalitas serta kesetiaan terhadap partai,” jelasnya

Menurut Syahril, jika data yang menyatakan keluar 300 kader maka itu hanya 3% dari jumlah total kader PKS se-Kabupaten Tangerang yang berjumlah 9000-an.

“Sistem kaderisasi partai berjalan normal, bahkan meningkatnya jumlah kader dan suara partai. Gugur satu tumbuh seribu,” katanya. “Faktanya masih banyak pengurus demisioner yang masuk kepengurusan baru. Dari 29 DPC hanya 3 DPC yang mundur.”

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang, Bambang Sudarmadi meluruskan terkait pernyataan di media bahwa mereka yang mundur sudah tidak sejalan dengan pengurus yang baru. Bambang menegaskan, bahwa sejak berdirinya organisasi PKS, struktur tetap mentaati AD/ART dan disiplin organisasi.

“Dengan sadar mereka membuat pilihannya sendiri yang tidak sejalan dengan AD/ART organisasi partai. Mengapa kemudian menyalahkan organisasi dan tidak menyalahkan pilihan mereka sendiri yakni mundur dari partai. Jangan dibalik logikanya,” tegas Bambang Sudarmadi. (Asp/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hello
Can we help you?
.