AirNav Indonesia Dorong Transformasi Layanan Navigasi Penerbangan melalui Program ITSAP 2026

waktu baca 3 menit
Jumat, 3 Jul 2026 19:34 30 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Tangerang — AirNav Indonesia terus mendorong transformasi layanan navigasi penerbangan melalui pelaksanaan Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) 2026 bersama Airservices Australia (ASA). Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas organisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan teknologi dan praktik terbaik untuk mendukung pelayanan navigasi penerbangan yang semakin modern, aman, dan efisien.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam penutupan rangkaian Program ITSAP 2026 di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak 29 Juni 2026 itu menjadi bagian dari kerja sama strategis antara AirNav Indonesia dan Airservices Australia dalam memperkuat kualitas pelayanan navigasi penerbangan melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, mengatakan ITSAP menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung transformasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan nasional.

“Melalui Program ITSAP, kami mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga, mulai dari pengembangan kapasitas organisasi, pengelolaan data, pemanfaatan teknologi surveillance, hingga penguatan standar pelayanan navigasi penerbangan. Kami berharap seluruh pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan operasional sehari-hari sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja dan kualitas layanan AirNav Indonesia di masa mendatang,” ujar Setio.

Menurutnya, transformasi layanan navigasi penerbangan tidak hanya ditopang oleh modernisasi teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu beradaptasi terhadap dinamika industri penerbangan global.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai workshop dan diskusi yang membahas aspek strategis penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan. Materi meliputi Strategic Workforce Planning, Air Traffic Management (ATM) Standards, Data Management, hingga Surveillance Data Management and Decoding.

Pada bidang Strategic Workforce Planning, peserta memperdalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dan pengembangan kapasitas organisasi sebagai fondasi transformasi AirNav Indonesia. Sementara pada bidang Air Traffic Management (ATM) Standards, pembahasan difokuskan pada penyempurnaan standar pelayanan lalu lintas udara, penguatan manajemen kinerja, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi situasi krisis.

Di bidang Data Management, peserta mempelajari tata kelola data, pengembangan ekosistem data, integrasi data lintasan penerbangan (trajectory stitching), serta pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan operasional berbasis data. Adapun materi Surveillance Data Management and Decoding diarahkan pada peningkatan kemampuan pengelolaan data surveillance agar proses dekode, analisis, dan distribusi data berjalan lebih efektif.

Program ITSAP juga menghasilkan evaluasi pelaksanaan ITSAP 2025/2026 sekaligus penyusunan rencana kerja ITSAP 2026/2027. Pembahasan mencakup peningkatan kompetensi personel, penguatan kerja sama profesional Air Traffic Controller Indonesia–Australia, serta penyelarasan kebutuhan pengembangan organisasi di berbagai bidang operasional dan teknis.

Setio menegaskan keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi juga dari implementasi pengetahuan dan praktik terbaik yang mampu mendorong inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta memperkuat kualitas pelayanan navigasi penerbangan.

“Hal tersebut sejalan dengan komitmen AirNav Indonesia untuk terus membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, peningkatan trafik penerbangan, dan tuntutan keselamatan penerbangan di masa depan,” katanya.

Penutupan ITSAP 2026 menjadi tonggak berakhirnya rangkaian program tahun ini sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan antara AirNav Indonesia dan Airservices Australia. Kemitraan tersebut diharapkan semakin mempercepat transformasi layanan navigasi penerbangan Indonesia serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan keselamatan penerbangan di kawasan Asia Pasifik. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA