Forbest Tangsel Temui Pimpinan DPRD MENOLAK RUU HIP, Wakil Ketua PDIP Menghilang

oleh -1.943 views

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Didampingi oleh 50 orang perwakilan anggota yang terdiri dari berbagi Ormas, DKM, Lembaga dan juga berbagai Komunitas Sosial Masyarakat, Forum Bersama Kota Tangsel (FORBEST) Tangsel, Senin (29/06/2020) pagi, mendatangi gedung DPRD Kota Tangsel guna menyampaikan aspirasi warga masyarakat Kota Tangsel yang menyatakan sikap MENOLAK KERAS Rancangan Undang – undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang Drafnya diusung oleh Fraksi PDIP di DPR RI dan saat ini telah membuat polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat Indonesia.

Rombongan Forbest Kota Tangsel diterima dengan sangat baik oleh Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rosyid (Golkar) serta didampingi oleh Ketua komisi 1 DPRD Kota Tangsel Ali Rachmat (PKS) dan juga Wakil Ketua III DPRD Kota Tangsel Mustapa juga dari (PKS). Sedangkan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDIP maupun Fraksi Gerindra tanpa alasan dan keterangan yang jelas tidak ikut hadir menemui rombongan perwakilan Forbest Kota Tangsel. 

Sedangkan rombongan perwakilan besar Forbest Kota Tangsel dipimpin langsung oleh Ketua Forbest Kota Tangsel Ustadz Arif Wahyudi bersama dengan Ustadzah Susan selaku Sekretaris Forbest Kota Tangsel yang juga Ketua PD Salimah Kota Tangsel serta puluhan perwakilan anggota, antara lain : Ade Nurhayat IKADI, Inan Idris Khoiru Ummah, Ustadz Ajid Bangun FMMB, Ustadz Martha Bachtiar FMMB, Moh Sartono aktivis Masjid, Juni Sukasmono FKMP, Ketua DKM masjid Al Kautsar Vila Dago Pamulang, Ruslan Sujaya MUI Kota Tangsel, Ustadz Abu Yasir Kamino Pondok Aren, Wahyu Wibisana, I Gede Artha (komunitas Hindu Kota Tangsel), Awaludin, Ujang Arya FMKP, Ghufron aktivis Masjid, H. Al Mansyur aktivis Sosial, Mukhtar aktivis Masjid, Ismukandar aktivis masjid, Siti Aminah penyuluh agama, Idah faridah Ketua FKPAI, H Muhamad Thohir SQ  Ketua PD NU Kota Tangsel, H Burhanudin Ketua Muhammadiyah Kota Tangsel, Bisri Chaerudin, Tito WR aktivis Sosial Kemasyarakatan YRAA, Edi Komarudin aktivis Sosial Kemasyarakatan YRAA, Wahyu Triyono aktivis Sosial Kemasyarakatan YRAA, Marwadi aktivis Sosial, Chaidir Ali aktivis mahasiswa, Arif F Hidayat  FDKM Kota Tangsel, Agung Priyo FDKM Kota Tangsel, Budi Iswanto FUIB Kota Tangsel, Mahfudin Pemerhati pendidikan, H Fachrudin Zuhri Ketua FKUB Kota Tangsel, Nurul koordinator PPA Kecamatan Pondok Aren,

Adhlatul Akbar Ketua  DPC Kota Tangsel Lembaga bantuan hukum Tosa, Mahfudin ketua Yayasan At Thoriq, Ninik aktivis Sosial, Julham firdaus Ketua Bamus Tangsel, Taufik Sekrataris Bamus Tangsel, Syawal sembiring Ketua FSMJ Serpong Utara, H Nedih MM aktivis, Akbar Hariman aktivis Kepedulian Kemanusiaan, Vetnawati aktivis kepedulian kemanusiaan, H Taswin Hamto DKM Daarul Arqom, Ahmad Shobri Ketua DPC FPI Serpong Utara, Suparman tokoh masyarakat Serpong, Eko Yuliandi tokoh masyarakat Serpong dan aktifis Masjid, Agung Priyo S Pamulang FDKM Kota Tangsel, Hermawanto Genpro Kota Tangsel, H Wahid Irwanto ormas Gepenta serta Mulyono Sekretaris Parmusi Kota Tangsel.

Kepada MediaBantenCyber.co.id, Ketua Forbest Kota Tangsel Ustadz Arif Wahyudi mengatakan bahwa, kedatangan Forbest ke gedung DPRD Kota Tangsel bertujuan untuk menenui seluruh anggota DPRD dan juga para pimpinan DPRD Kota Tangsel, guna menyampaikan aspirasi Forbest Kota Tangsel kepada para Wakilnya di DPRD Kota Tangsel untuk diteruskan kepada pihak DPR RI. Sementara Sekretaris Forbest Kota Tangsel Ustadzah Susan dalam pertemuan antara Forbest Kota Tangsel dengan para pimpinan DPRD memberikan kesempatan kepada 5 orang perwakilan anggota Forbest untuk menyampaikan aspirasinya kepada 3 orang pimpinan DPRD Kota Tangsel.

“Kami meminta kepada pihak pimpinan DPRD Kota Tangsel sebagai wakil rakyat kami di Kota Tangsel untuk menyampaikan aspirasi kami ini kepada DPR RI. Kami beri waktu 1 minggu dari sekarang, dan jika aspirasi kami ini tidak disampaikan kepada DPR RI, maka Forbest Kota Tangsel yang anggotanya adalah ormas – ormas dan DKM – DKM seperti (FMMB) dan lembaga serta komunitas lainnya yang memiliki massa yang sangat besar, maka kami akan datang lagi ke gedung DPRD dengan  kekuatan massa yang sangat besar untuk “MENDUDUKI” gedung DPRD,” tegas Ustadz Arif Wahyudi Ketua Forbest Kota Tangsel.

Ustadz Ruslan Sujaya Wakil MUI Kota Tangsel saat menyampaiakan pandangannya menyatakan bahwa sesungguhnya masalah ideologi bangsa yang merupakan falsafah hidup kita berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila merupakan seuatu yang sudah final dan selesai, sehingga tidak perlu lagi untuk diperdebatkan dan dipermasalahkan. Dan oleh sebab hal tersebut, MUI telah dengan TEGAS menyatakan MENOLAK adanya pembahasan RUU HIP tersebut.

“Forbest Kota Tangsel yang beranggotakan berbagai macam ormas, lembaga dan komunitas Islam, Kristen, Hindu dan Budha, saya rasa sudah mewakili semua warga masyarakat di Kota Tangerang Selatan ini. Untuk itu kami berharap agar DPRD Kota Tangsel yang merupakan wakli rakyat kami di Kota Tangsel dapat SEGERA menyampaikan aspirasi warga masyarakat Kota Tangsel yang diwakili oleh Forbest Kota Tangsel kepada wakil rakyat di DPR RI,” tandas Ustadz Ruslan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tangerang Selatan Dr Burhanuddin Yusuf, menurut Burhanuddin dirinya menyampakan terima kasih atas sambutan dan penerimaan yang sangat baik dari pimpinan DPRD kepada rombongan Forbest Kota Tangsel, dan dirinya baik atas nama pribadi maupun atas nama warga Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan yang merupakan bagian dari warga masyarakat Kota Tangerang Selatan menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPRD atas penerimaan aspirasi yang sangat baik tersebut. Dan Forbest yang beranggotakan warga masyarakat yang sangat heterogen yang terdiri dari berbagai macam agama, suku, ras dan golongan, cukup mewakili aspirasi warga masyarakat Kota Tangsel.

“Muhammadiyah sudah sangat Tegas MENOLAK RUU HIP ini, karena Muhammadiyah berprisif janganlah kita Mengkhianati dan Merusak Kesepakatan bersama terhadap falsafah bangsa kita yaitu Pancasila yang sudah disepakati oleh para pendiri bangsa kita dahulu. Untuk itu mohon kiranya pimpinan DPRD untuk dapat menyampaikan aspirasi kami ini kepada pihak DPR RI,” ujar Dr Burhanuddin Yusuf.

I Gede Artha Wakil dari komunitas umat Hindu Kota Tangerang Selatan menyatakan bahwa dirinya juga merasa sangat bingung dan tidak mengerti terkait masalah adanya RUU HIP tersebut. Menurutnya, sangat aneh disaat bangsa dan rakyat Indonesia sedang bertaruh nyawa menghadapi wabah Covid-19 tapi pemerintah dan DPR malah menggulirkan RUU HIP yang tidak ada urgensinya dengan kebutuhan warga masyarakat Indonesia di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 sekarang ini. 

“Dari namanya saja sudah aneh, “HIP” jika orang salah menyebutnya maka orang lain akan bertanya – tanya sebenarnya RUU HIP ini PENYAKIT atau apa?, karena telah menimbulkan KERESAHAN dan KEGADUHAN di tengah warga masyarakat luas dari berbagai kelompok dan elemen. Dan ini menjadi suatu bukti jika RUU HIP ini AMAT SANGAT tidak bertumpu pada azas Manfaat dan Kemaslahatan masyarakat. Sudahlah, RUU HIP tidak usah dibahas lagi karena hanya akan membuang – buang waktu saja, karena bangsa dan rakyat kita saat ini membutuhkan jauh perhatian lebih dari pada sekedar membahas masalah RUU HIP ini. Pancasila itu sudah lama dan terbukti sangat baik menjadi dasar falsafah hidup kita berbangsa dan bernegara, tidak perlu di RUU HIP kan lagi,” tegas I Gede Artha.

Sementara itu, Ketua Bamus Tangsel Julham Firdaus, mengkritik ketidakhadiran Wakil ketua DPRD Kota Tangsel dari Fraksi PDIP. Padahal menurut Julham seharusnya Wakil DPRD dari PDIP bisa dapat hadir dalam kegiatan penyampaikan aspirasi warga masyarakat Kota Tangsel ini kepada wakilnya di DPRD.

“PDIP kan fraksi yang mengusulkan draf RUU HIP ini di DPR RI, harusnya ada wakilnya yang dapat menjelaskan terkait hal tersebut dan juga mau untuk mendengarkan aspirasi dari warga masyarakat Kota Tangsel yang diwakili oleh Forbest ini. Dan kami berharap pertemuan ini akan ada hasil kesepakatan atau Maklumat bersama untuk MENOLAK RUU HIP yang sudah menjadi fakta bukan issue lagi saat ini,” tegas Julham Firdaus Ketua Bamus Tangsel.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Forbest Kota Tangsel terkait PENOLAKAN terhadap RUU HIP tersebut, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rosyid bersama Ketua Komisi I DPRD Kota Tangsel Ali Rachmat dan juga Wakil Ketua III DPRD Kota Tangsel Mustapa menyatakan bahwa pihak DPRD Kota Tangsel sangat menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh Forbest Kota Tangsel. Menurut ketiga para pimpinan DPRD Kota Tangsel tersebut, Forbest telah memberikan edukasi yang sangat baik dan cerdas kepada warga masyarakat Kota Tangsel dengan menyampaikan aspirasinya kepada Wakil – wakilnya di DPRD Kota Tangsel.

“Walaupun masalah RUU HIP ini bukanlah masuk ranah dan wewenang kami di DPRD Kota Tangsel, akan tetapi karena ini merupakan aspirasi dari warga masyarakat kami di Kota Tangsel, maka insya Allah aspirasi yang sangat baik ini akan kami teruskan kepada DPRD Provinsi dan juga DPR RI. Akan tetapi tentunya melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kota Tangsel yaitu melalui musyawarah di Bamus DPRD Kota Tangsel,” terang Ketiga pimpinan DPRD Kota Tangsel tersebut. (BTL)

Tinggalkan Balasan