Pimpinan DPP PPAK Indonesia Pusat Dan Banten Gelar Rapat Anggota Dan Buka Puasa Bersama di Lembur Kuring BSD

oleh -641 views
Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia Bukber di BSD

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Dalam rangka mempererat tali silaturrahmi dan juga menghormati seluruh anggota dan juga para pengurus Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia yang beragama Islam dan saat ini sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan 1442 hijriah, baik yang berada di pusat maupun di daerah seperti di Provinsi Banten. Kegiatan buka puasa bersama tersebut dilaksanakan di Rumah Makan Lembur Kurung, Serpong BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP PPAK Indonesia Solihin Sofian didampingi Ketua Harian DPP PPAK Indonesia Kusuma Ida Anjani, Henry Suhardja Ketua DPD PPAK Indonesia Provinsi Banten, Noni Sekretaris DPP PPAK Indonesia pusat dan beberapa anggota dan pengurus lainnya, seperti: Tari Surardjo, Agus, Aseng, Budi (Triadi), Hendra Yacub, Risa, Eli, Barnabas, Jonsen, Sulaeman(enzim) serta Canang.

Kepada MediaBantenCyber.co.id terkait kehadirannya dalam acara buka puasa bersama anggota dan pengurus PPAK Indonesia di Kota Tangsel Provinsi Banten. Solihin Sofian Ketua Umum DPP Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia, mengatakan bahwa kehadirannya bersama Ketua Harian DPP PPAK Indonesia Kusuma Ida Anjani, adalah dalam rangka untuk berbuka puasa bersama dengan anggota dan juga pengurus PPAK Indonesia baik di pusat maupun di wilayah Provinsi Banten.

“Ini merupakan bentuk solidaritas dan penghormatan kami kepada anggota dan juga pengurus PPAK Indonesia yang beragama Islam dan saat ini sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1442 hijriah. Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun, dan merupakan salah satu kegiatan sosial religius yang dilakukan oleh Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia. Kami juga melakukan kegiatan sosial lainnya seperti memberikan bantuan sosial kemanusiaan kepada saudara-saudara kita sesama anak bangsa yang sedang terkena musibah bencana seperti banjir, tanah longsor dan musibah bencana lainnya,” ungkap Solihin.

Baca Juga : Ramai Perdebatan Tentang Gugatan Terhadap Presiden dan DPR, Jalih Pitoeng Angkat Bicara

Saat ditanyakan perihal perkembangan bisnis Kosmetika yang dilakukan oleh para anggota Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia di masa wabah pandai saat ini, Solihin Sofian mengatakan bahwa memang saat ini sedang terjadi perubahan dan pergeseran mengenai pola pemasaran penjualan ditengah kehidupan masyarakat di masa pandai saat ini.

“Itu salah satu hal yang tadi kami bahas dan diskusikan dengan anggota dan pengurus Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia. Saat ini sedang terjadi pola penjualan barang-barang di tengah masyarakat Indonesia. Sistem penjualan langsung kepada masyarakat di outlet-outlet toko dan juga mal, saat ini telah bergeser melalui penjualan sistem online. Dan dengan sistem penjualan online tersebut tentu saja sangat tidak menguntungkan produk-produk Kosmetika lokal karena mayoritas yang terpampang di penjualan online tersebut adalah produk-produk Kosmetika impor. Untuk itulah tadi kami bahas masalah tersebut, agar para pengusaha kosmetika lokal produksi asli Indonesia anggota PPAK dapat segera mengikuti dan menyesuaikan pola perkembangan sistem penjualan online yang saat ini sedang trend di masyarakat,” tandanya.

Ditambahkan oleh Solihin, pihak Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia, Mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk beralih dan mau menggunakan serta mencintai produk-produk Kosmetika lokal buatan para produsen dan pengusaha Kosmetika Indonesia, seperti produk Parfum merk Followme Fragrance Spesialis buatan pengusaha kosmetika lokal Bapak Henry Suhardja ketua DPD PPAK Banten yang berlokasi di Taman Tekno II Serpong BSD Kota Tangsel dan juga berbagai produk-produk kosmetika serta minuman sehat yang menyegarkan seperti Sari Asam dan juga Jejamu produksi Mustka Ratu milik ibu Kusuma Ida Anjani ketua harian DPP PPAK yang produksinya berlokasi dijalan raya Bogor,” ungkapnya. 

Jangan Lewatkan : Kantor Notaris/PPAT H Bambang Suwondo Bagikan Nasi Bungkus Untuk Buka Puasa Kepada Pengguna Jalan di Kota Tangerang

Dalam kesempatan yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Kusuma Ida Anjani ketua harian DPP Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran dirinya bersama Ketua umum DPP PPAK ke Kota Tangsel dalam rangka menjalin silaturahmi dan juga berbuka puasa bersama dengan anggota dan pengurus DPD PPAK Provinsi Banten dan juga untuk mendengarkan informasi langsung dan juga masukan-masukan sari para anggota PPAK terkait dengan perkembangan usaha produk kosmetika lokal dalam negeri Indonesia disituasi pandai saat ini.

“Dimasa pandemi saat ini terjadi pergeseran sistem penjualan produk-produk barang, saat ini banyak toko-toko yang tutup dan tidak lagi melakukan penjualan produk-produknya secara online, tetapi sudah beralih ke penjualan dengan sistem digital yaitu online. Oleh karena itu para anggota PPAK Indonesia mau tidak mau harus segera dapat menyesuaikan dan mengikuti pola penjualan produk-produk usaha kosmetika dengan sistem online,” tegasnya.

Sementara itu, Henry Suhardja, ketua DPD PPAK Provinsi Banten menerangkan bahwa hasil pertemuan antara ketua umum dan ketua harian DPP PPAK bersama para anggotanya telah menghasilkan kesepakatan bersama, bahwa di masa pandemi saat ini harus adanya penguatan industri lokal dan produk lokal dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi nasional.

Jangan Lewatkan : Seorang Ibu di Solear Kabupaten Tangerang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Menurut Henry, dengan brand/ merek- merek dari para anggota PPAK yang memiliki kearifan nasional Indonesia, PPAK Indonesia harus terus meningkatkan sinergitas baik kepada sesama anggota maupun kepada stakeholder/pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Sinergitas harus dilakukan kepada sesama anggota dengan mencarikan solusi/ permasalahan yang merupakan hambatan, seperti masalah perijinan maupun berusaha, salah satunya dengan mengadvokasi dan menguatkan fungsi serta tugas sekretariat dalam menganalisa dan memberikan solusi terbaik.

“Sinergitas kepada pemerintah dengan melakukan evaluasi dan masukan terhadap regulasi yang menghambat perijinan berusaha. Selain dua hal di atas, anggota PPAK Indonesia juga harus terus berperan aktif dalam hal sosial dengan menyisihkan sebagian rejeki nya untuk dapat berbagi kepada fakir miskin dan juga kaum dhuafa maupun kepada para korban bencana serta masyarakat kecil yang terdampak ekonominya akibat adanya pandemi Covid-19,” ujar Henry.

Baca Juga : Akankah Eggi Sudjana Makzulkan Jokowi?

Peningkatan sinergitas lintas kementrian seperti kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sangatlah baik selain kementrian perindustrian yang memiliki program nyata dalam mengembangkan Industri lokal dan UMKM, salah satunya dengan restrukturisasi mesin. Peningkatan kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menjadi prioritas utama Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia, dimana peningkatan jumlah pengusaha kosmetika di Indonesia akan secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan izin edar ataupun sertifikasi dalam upaya peningkatan kompetensi produk lokal.

Dukungan BPOM dalam penyelesaian perijinan tepat waktu serta peningkatan standar kerja sesuai peraturan kepala badan merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatan penjualan industri kosmetik, sejalan dengan peningkatan kepatuhan pelaku usaha untuk melakukan registrasi produknya.

Baca Juga : Rano Karno Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Tangerang

“Dalam waktu dekat Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia akan melakukan kunjungan kerja untuk membahas hal ini sebagai respon dan tindak lanjut masukan dari para anggotanya,” ujarnya.

Dalam pertemuan rapat dengan para anggota PPAK Indonesia tersebut, menurut Henry, ketua harian Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia Kusuma Ida Anjani juga meminta untuk segera dilakukan pembentukan sekretariat DPD Banten yang berlokasi di Taman Tekno II sektor XI blok A2 No 32, akan dilakukan dalam waktu dekat, dimana sekretariat tersebut merupakan kantor sekretariat DPD terbesar dengan peningkatan significant dari jumlah anggota, dan juga akan dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kepada para anggotanya.

Baca Juga : Habib Ali Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sindang Jaya

“DPD Banten juga akan melakukan kerja sama dengan media agar dapat menyuarakan beberapa masukan dan sumbang saran positif kepada publik, pemerintah dan anggota, serta memberikan update kepada masyarakat akan kegiatan yang dilakukan oleh Perhimpunan Pengusaha dan Asosiasi Kosmetika Indonesia. Intinya PPAK Indonesia akan menjadi jembatan antara pemerintah dan anggota terutama UMKM kosmetik, sebagai asosiasi industri lokal dalam upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi bangsa terutama dimasa pandemi ini,” pungkas Henry Suhardja, ketua DPD PPAK Indonesia Banten.(BTL)