Masjid Fenomenal Jogokaryan Yogyakarta, yang Kas Saldonya Selalu Rp 0 Rupiah Saat Diumumkan
waktu baca 4 menit
Kamis, 28 Jan 2021 10:20 987 Redaksi
MediaBantenCyber.co.id– (MBC) Yogyakarta, Jika masjid lain selalu dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya tersedia di Kas masjid senilai Puluhan bahkan Ratusan juta rupiah, maka masjid Jogokariyan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta justru selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman saldo – infak harus NOL Rupiah !!.
Mengapa demikian?, karena menurut DKM Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Infak dari para jamaah itu sangat ditunggu pahalanya untuk jadi amal Sholeh, bukan untuk disimpan di rekening bank. Pengumuman infak masjid yang bernilai jutaan rupaih tersebut juga dikhawatirkan akan menyakitkan hati jika ada tetangga masjid ada yang tidak bisa ke Rumah Sakit atau ada seorang anak yang tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya.
Masjid yang menyakiti hati jamaahnya adalah sebuah Tragedi Da’wah, sehingga dengan pengumuman saldo infak NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya melalui masjid.
Bahkan tugas dari masjid itu sebenarnya adalah untuk mensejahterakan jamaah dan warganya dengan memberikan fasilitas Wifi GRATIS, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, buka puasa dengan menyiapkan 5000 nasi dan lauk-pauknya setiap hari Jum’at dan selama bulan ramadhan.
Masjid Jogokariyan juga akan mengcover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Masjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Jogyakarta, termasuk memberikan hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di Mesjid.
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” – (QS. At-Taubah 18)
22 point terpenting dari masjid Jogokariyan adalah, masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatannya di seluruh Indonesia.
Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami’).
Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat.
Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yang sudah sholat/belum, yang sholat jamaah ke masjid/belum, yang muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.
Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dengan berbagai cara yang syar’i.
Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.
Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.
Yang belum jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.
Yang belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing-masing).
Kas masjid tidak pernah besar, bahkan targetnya (saldo) adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yang besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yang segera mengalir ke penginfaq.
Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dan lainnya setiap minggu ba’da Subuh.
Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.
Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).
TPA diajar oleh anak-anak RISMA/RMJ.
Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa’, walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa’ ini diambil di masjid ba’da subuh.
Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.
Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam.
Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang-orang mampir untuk istirahat.
Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana-dana saldo infaq dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan dan lainnya.
Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq.
Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)
Semoga bisa dijadikan contoh untuk para takmir masjid yang lain. Aamiin. (BTL)
Tidak ada komentar