MediaBantenCyber.co.id (MBC), Kabupaten Tangerang – Masyarakat mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan kehabisan stok Pertalite sehingga memicu antrean panjang dan keluhan para pengendara.
Kondisi ini salah satunya terlihat di SPBU kawasan Cadas Kukun, Kabupaten Tangerang pada Minggu (12/7/2026). Papan informasi bertuliskan “Pertalite sedang dalam perjalanan” atau “Maaf, Pertalite habis” terpasang di area pengisian BBM, memaksa para pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat memutar balik atau beralih ke BBM non-subsidi yang harganya lebih mahal.
Belum diketahui secara pasti penyebab kosongnya pasokan Pertalite di sejumlah SPBU. Namun, sejumlah pengendara menduga kondisi tersebut berkaitan dengan keterlambatan distribusi BBM.
Kelangkaan Pertalite dalam beberapa hari terakhir berdampak pada aktivitas masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi tersebut.
Rian (34), seorang pengemudi ojek online yang sering mengisi bahan bakar di wilayah Cadas Kukun, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Pertalite. Ia mengaku harus berkeliling ke beberapa SPBU hanya untuk mengisi tangki motornya.
“Sudah dua SPBU saya datangi kosong semua, termasuk di Cadas Kukun ini. Terpaksa beli Pertamax, padahal pengeluaran jadi membengkak. Kalau setiap hari begini, pendapatan narik ojek bisa habis cuma buat beli bensin,” ujar Rian.
Hal senada disampaikan oleh Aminah (35), seorang pelaku UMKM yang sehari-hari menggunakan sepeda motor untuk mengantar barang dagangan. Menurutnya, langkanya Pertalite dari pasaran sangat mengganggu operasional usahanya.
“Mencari Pertalite sekarang tidak menentu. Kadang tersedia, tetapi lebih sering habis. Kalau mau pindah ke Pertamax berat di ongkos, apalagi buat usaha kecil seperti saya. Harapannya pengiriman dari Pertamina bisa normal lagi dan pasokannya ditambah, jangan dibatasi,” kata Aminah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU menyatakan masih menunggu pasokan dari depot Pertamina. Sementara itu, pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan distribusi maupun estimasi normalisasi pasokan.
Penulis : Roro Ayu, Mahasiswa Prodi.Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang)
Tidak ada komentar