Paguyuban Graha Raya (PGR) Kota Tangsel Akan Gelar Vaksinasi Massal Seribu Orang

waktu baca 5 menit
Rabu, 14 Jul 2021 21:42 376 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Dalam rangka “Perang Melawan Teror Global Covid-19” yang membuat satu fase peradaban umat manusia dirundung kegelapan dan meluluhlantakan pilar dan sendi kehidupan umat manusia hingga menyebabkan seluruh dunia terguncang keras, melebihi gempa tektonik berskala magnitudo yang besar dan guncangannya melanda setiap negara, tidak terkecuali Indonesia.__________________Baca Juga : Pertahankan Seni Budaya, Paguyuban Hariring Jagasatru Sauyunan Gelar Lomba Ibing Pencug

Dan untuk merespon wabah pandemi Covid-19 yang sudah sangat mengancam sendi-sendi kehidupan umat manusia tersebut, bertempat di Resto Dapur Pos, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Graha Raya, Keluarga Besar Paguyuban Graha Raya (PGR) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Tangsel dan juga Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Rabu (14/07/2021) siang, menggelar Konferensi pers dalam rangka menjalin kerjasama kegiatan sosial kemanusiaan untuk membantu warga masyarakat Graha Raya dan sekitarnya guna meningkatkan imun tubuh agar dapat menjaga kesehatan dari serangan virus Covid-19 yang saat ini makin tidak terkendali.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rekno Riyanto Ketua Umum Paguyuban Graha Raya (PGR), Tomi Batubara Sekjen Paguyuban Graha Raya, Gan Gan SH selaku Konsultan Legal Paguyuban Graha Raya, dr. Aji Darmo Kepala Puskesmas Paku Alam Serpong Utara dan Ibu Vivi tenaga medis Puskesmas Paku Alam yang juga mantan bidan senior. Sementara Lurah Paku Jaya tidak muncul untuk memenuhi undangan dari Paguyuban Graha Raya tanpa pemberitahuan dan alasan apapun juga.

Saat menyampaikan paparannya dihadapan puluhan awak media Kota Tangsel dan Jakarta, Rekno Riyanto Ketua Umum Paguyuban Graha Raya (PGR) mengatakan bahwa, Covid-19 merupakan singkatan dari Corona virus Disease of 2019, dan untuk pertama kali diperkenalkan ke publik internasional pada tanggal 11 Februari 2020 saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada sebuah press release menyampaikan tentang ditemukannya sebuah virus baru (Covid-19).

Menurut Rekno Riyanto, Istilah disease dalam Covid-19 sejatinya adalah penamaan yang dilekatkan oleh ICD, International Classification of Diseases, WHO. Dan awalnya, virus corona adalah virus yang bersifat umum dan biasa ditemukan pada manusia dan hewan. Virus ini ditemukan sekitar tahun 1930. Sedangkan Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina dengan tingkat penyebarannya sangat cepat, “eksodus” dan bermutasi dengan varian baru ke berbagai penjuru negara-negara di dunia.

“Saat ini suasananya mencekam dan penuh ketakutan merajai hari demi hari. 2 tahun sudah kita hidup dalam penjara pandemi Covis-19. Banyak asumsi, teori dan spekulasi tentang Covid-19 yang bertebaran menghiasi tulisan dan pemberitaan di media massa dan time line media sosial. Tetapi bukan itu yang kita bahas di sini,” kata Rekno Riyanto Ketua Umum Paguyuban Graha Raya.

Ditambahkannya, saat ini masyarakat tidak memasuki terminologi perang mutahir psy war, perang urat syaraf di wilayah psikologi dengan maksud dan tujuan untuk membangkitkan reaksi psikologis lawan dan memanfaatkan terbentuknya opini publik dalam ruang pemikiran yang telah dirancang pihak yang berperang untuk merontokkan mental pihak lawan.

“Kita berkumpul untuk merapatkan barisan dan berkontribusi kepada rakyat, kepada masyarakat terdekat di sekitar kita, karena sebaik-baiknya hidup adalah bermanfaat untuk sesama, seperti yang dikatakan oleh Bung Karno dalam salah satu pidatonya agar, “Tidak ada seorang Ibu yang menangis karena tidak bisa menyusui anaknya, dan agar kita menjadi Insan Al-Kamil yang hidup bahagia di bawah kolong langit ciptaan Allah SWT,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PGR Tomi Batubara menyatakan, dirinya teringat adagium militer pada zaman imperium Romawi ‘Si Vis Pacem Para Bellum’, jika menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang. Dan saat ini, kita ingin kembali hidup damai, sejahtera dan stabil sebagaimana sebelum Covid-19 datang menyerbu menghancurkan kehidupan manusia. Kita tidak memiliki peralatan senjata mutakhir. Kita tidak memiliki fasilitas teknologi. Kita hanya memiliki vaksin yang diberikan oleh pemerintah untuk rakyat.

“Vaksin ini adalah benteng pertahanan kita dalam menghadapi serangan mematikan melawan Covid-19. Vaksinasi Covid-19 yang kita adakan secara masal dan gratis pada tanggal 15 dan 19 Juli 2019 di Transmart Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan di bawah bendera Paguyuban Graha Raya (PGR) dan berkolaborasi dengan pihak lain dengan target vaksinasi 1000 orang. Semoga apa yang kita lakukan ini akan dapat meniupkan inspirasi dan ilham kepada tokoh-tokoh lainnya di Tangsel untuk mengelar agenda dan program serupa di wilayahnya masing-masing dalam rangka melindungi kehidupan rakyat,” harapnya.

Menurut Tomi, rakyat yang semakin lelah menghadapi tekanan hidup di tengah pandemi Covid-19 harus dibangunkan kesadarannya bahwa membentengi diri dangan vaksin merupakan salah satu jalan perjuangan melawan Covid-19. Teror global ini harus dihentikan dengan menjaga imunitas tubuh, dan vaksinasi adalah sebuah ikhtiar dalam menghadapi virus corona yang kini berkembang melahirkan varian baru, Delta, Alpha, Kappa dan lainnya.

“Perang melawan Covid-19 adalah perang teror global, sebuah pertempuran melindungi diri, melindungi keluarga tercinta, melindungi orang-orang di sekitar kita, dan pada akhirnya konsep herd immunity menjadi rumus yang berlaku, siapa yang memiliki daya imun tubuh yang kuat, dialah yang akan berdiri tegak memenangkan pertempuran melawan Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, menjawab berbagai pertanyaan dari para awak media usai dilakukan pemaparan terkait rencana kegiatan vaksinasi masal oleh Rekno Riyanto Ketua umum Paguyuban Graha Raya (PGR), dr. Aji Darmo Kepala Puskesmas Paku Alam Serpong Utara didampingi Ibu Vivi tenaga kesehatan Puskesmas Paku Alam, dr. Aji mengatakan bahwa pemberian vaksin merupakan cara untuk meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan virus Covid-19.

“Memang benar orang yang sudah diberikan vaksin Covid itu bukan berarti dia bebas terpapar virus Covid -19, akan tetapi orang yang sudah di vaksin itu dia tidak akan mengalami kondisi yang parah jika terkena virus Covid -19,” tegas dr. Aji singkat. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA