Gus Salam dan Relevansi Konsep Kepemimpinan Islam di Era Modern

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Jun 2026 16:13 67 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Opini — Dalam tradisi keilmuan Islam, kepemimpinan tidak pernah dipahami sekadar sebagai jabatan, kekuasaan, atau popularitas. Para ulama klasik telah meletakkan standar yang tinggi bagi seorang pemimpin. Imam Al-Jurjani dalam Kitab At-Ta’rifat mendefinisikan imam sebagai:

الإمام هو الذي له الرئاسة العامة في الدين والدنيا جميعًا

“Imam adalah orang yang memiliki kepemimpinan umum dalam urusan agama dan dunia secara menyeluruh.”

Definisi tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Islam memiliki dimensi yang sangat luas. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kapasitas spiritual dan keilmuan agama, tetapi juga dituntut mampu mengelola urusan dunia dengan baik. Ia harus menjadi teladan moral sekaligus memiliki kemampuan manajerial untuk menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di era modern, konsep kepemimpinan seperti ini justru semakin relevan. Organisasi keagamaan tidak hanya berhadapan dengan persoalan internal, tetapi juga dengan dinamika sosial, ekonomi, politik, dan perkembangan teknologi yang terus berubah. Karena itu, dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjaga nilai-nilai dasar organisasi sekaligus membawa institusi tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam konteks Nahdlatul Ulama, kebutuhan akan kepemimpinan yang demikian menjadi semakin penting. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU memerlukan figur yang mampu merawat tradisi keagamaan, memperkuat kaderisasi, menjaga persatuan warga nahdliyin, dan pada saat yang sama memiliki kecakapan mengelola organisasi yang kompleks.

Karakter kepemimpinan seperti itulah yang banyak dilekatkan pada sosok Gus Abdus Salam Sohib atau Gus Salam. Latar belakang pesantren yang kuat membentuk fondasi keilmuan dan spiritualitasnya, sementara pengalaman panjang dalam berbagai amanah organisasi Nahdlatul Ulama memberinya pemahaman mendalam tentang kebutuhan jam’iyah dan jamaah.

Komitmen Gus Salam terhadap kemajuan NU lahir dari kesadaran bahwa organisasi ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, orientasi perjuangannya tidak dibatasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Ia memilih berdiri di atas semua golongan, mengayomi seluruh elemen nahdliyin, serta menempatkan kemajuan NU sebagai tujuan bersama.

Belakangan muncul berbagai upaya yang mengaitkan Gus Salam dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, kedekatan tersebut lebih merupakan konsekuensi historis dan ideologis yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan NU dan keluarga besar pendirinya. Hingga saat ini, Gus Salam tidak pernah menjadi bagian dari struktur PKB. Kehadirannya dalam sejumlah kegiatan partai tidak berbeda dengan para kiai dan tokoh masyarakat lainnya yang hadir karena undangan, bukan karena keterikatan struktural maupun kepentingan politik praktis.

Rekam jejak pengabdian Gus Salam justru lebih banyak menunjukkan dedikasi yang konsisten terhadap Nahdlatul Ulama. Melalui berbagai amanah yang diemban, ia berupaya memperkuat organisasi, merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, dan menjaga peran NU sebagai pilar kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Pada titik inilah konsep kepemimpinan Islam yang dirumuskan para ulama klasik menemukan relevansinya. Pemimpin yang dibutuhkan bukan hanya mereka yang memahami persoalan agama, tetapi juga mampu membaca tantangan zaman dan menghadirkan solusi bagi organisasi serta umat. Kepemimpinan harus menjadi perpaduan antara kompas moral dan kecakapan mengelola perubahan.

NU pada akhirnya membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi milik seluruh warga nahdliyin, bukan milik satu kelompok atau kepentingan tertentu. Kepemimpinan yang mengayomi, mempersatukan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi jam’iyah maupun jamaah. Semangat itulah yang banyak dilihat dalam komitmen Gus Abdus Salam Sohib untuk terus mengabdi demi kejayaan dan kemajuan Nahdlatul Ulama.

Penulis: H. Ahmad Imron (Gus Imron)
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah, Cisoka. Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PKB. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA