KPA Kabupaten Tangerang Gandeng Guru BK Perkuat Pencegahan HIV/AIDS di Sekolah

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Jun 2026 17:29 58 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Tangerang – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang menggandeng Guru Bimbingan dan Konseling (BK) tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri se-Kabupaten Tangerang untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Workshop Upaya Penanggulangan HIV/AIDS dalam Dunia Pendidikan yang digelar di Auditorium Universitas Esa Unggul Kampus Tangerang, Kecamatan Panongan, Senin (30/6).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap penyebaran HIV/AIDS yang telah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan data pemutakhiran KPA Kabupaten Tangerang hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 6.156 kasus, terdiri atas 4.734 kasus HIV dan 1.422 kasus AIDS.

Tren kasus masih didominasi kelompok usia produktif 15–64 tahun. Kondisi ini mendorong KPA Kabupaten Tangerang memperkuat upaya pencegahan sejak dini dengan menjadikan remaja usia 10–24 tahun sebagai kelompok prioritas melalui pendekatan di lingkungan pendidikan.

Guru BK dipilih karena memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik, memberikan konseling, serta menjadi sumber informasi yang dipercaya siswa. Melalui workshop tersebut, para guru dibekali kemampuan mengenali perilaku berisiko, menyampaikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang HIV/AIDS, sekaligus membangun lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Sekretaris KPA Kabupaten Tangerang, Efi Indarti, S.KM., M.Kes., mengatakan penyebaran HIV/AIDS yang telah merata di seluruh kecamatan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk dunia pendidikan.

“Dunia pendidikan tidak boleh menutup mata. Guru BK adalah garda terdepan dalam memberikan pendampingan sekaligus edukasi kepada siswa. Kita tidak hanya berupaya menekan angka kasus baru, tetapi juga membangun lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan bebas dari stigma terhadap mereka yang terdampak HIV,” ujar Efi.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, Ahmad Suhaeri, S.Pd., M.Si., menilai sekolah perlu memiliki mekanisme yang jelas dalam menghadapi berbagai tantangan perilaku remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan budaya.

“Saat ini kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi, informasi, dan budaya yang memengaruhi perilaku remaja. Karena itu, saya berharap setelah kegiatan ini para Guru BK dapat memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani peserta didik yang menunjukkan perilaku berisiko maupun apabila ditemukan siswa yang hidup dengan HIV. Dengan demikian, sekolah memiliki pedoman yang jelas sekaligus mampu memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.

Workshop tersebut diikuti 40 Guru BK yang mewakili 33 SMA Negeri dan 7 SMK Negeri di Kabupaten Tangerang. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan penguatan materi dari aspek kesehatan dan psikologi.

Melalui kegiatan ini, KPA Kabupaten Tangerang berharap materi pencegahan HIV/AIDS dapat terintegrasi dalam program kerja sekolah secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan tenaga pendidik diharapkan mampu memperkuat perlindungan generasi muda Kabupaten Tangerang dari risiko penularan HIV/AIDS sekaligus mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA