MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Didampingi ketua Yayasan Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD, Ustadz Heru Siswoyo, Prof KH Syukron Makmun menghadiri kegiatan Tabligh Akbar yang juga sekaligus melakukan Peletakan Batu pertama pembangunan ulang Masjid Al Ikhlash yang berlokasi dijalan Labuh No. 1 sektor 1.6 BSD, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (15/05/2022) siang, kegiatan dimulai pada pukul 13.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib bada sholat Ashar.
Hadir dalam kesempatan tersebut, H. Dadang Sekda Kota Tangerang Selatan yang mewakili Walikota Tangerang Selatan H. Benyamin Davnie yang berhalangan hadir karena ada kegiatan lainnya yang tidak dapat ditinggalkan, Ustadz H. Abdul Rojak Sekretaris MUI Kota Tangsel, Ustadz H. Heli Slamet ketua DMI Kota Tangsel, Dr. Hery Kustanto ketua PCM Muhammadiyah Serpong Utara, Ir. Ajid Bangun ketua FMMB (Forum Masjid Musholah BSD) dan Sekitarnya, Ustadz Ir. Tursilo Phd aktivis senior masjid BSD dan KKMB serta Mas Nico ketua penasehat Remaja masjid KARIB se-BSD.
Kepada MediaBantenCyber.co.id di lokasi kegiatan, ketua Yayasan Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD, Ustadz Heru Siswoyo, sempat berkenan mengajak awak MediaBantenCyber.co.id, untuk berkeliling melihat ke salah satu fasilitas bangunan yang ada di dalam lingkungan masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD, yaitu bangunan/rumah tinggal Imam masjid dan marbot masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD yang berada di posisi belakang masjid Al Ikhlash.

Tampak berdiri sebuah bangunan rumah dua lantai yang cukup “mewah” dengan 6 pintu (enam rumah-red) yang disediakan oleh Yayasan Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD untuk imam masjid dan juga para marbot beserta keluarganya. Tiap-tiap rumah tersebut terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi serta dapur, dan dibelakang rumah “pengabdian” imam dan marbot masjid tersebut masih terdapat space untuk menjemur pakaian ataupun juga dapat digunakan sebagai tempat santai untuk menikmati suasana segar dan sejuk di lokasi tersebut yang memang masih terdapat banyak pohon-pohon yang besar dan rindang.
“Bangunan rumah “pengabdian” untuk imam dan marbot masjid ini dibangun kurang lebih 2 tahun yang lalu. Yayasan Masjid Al Ikhlash sengaja menyiapkan bangunan ini agar iman dan marbot masjid beserta keluarganya dapat hidup tenang dan nyaman dalam menjalankan tugasnya masing-masing dan dapat berkonsentrasi dengan baik saat menjalankan tugasnya,” terang Ustadz Heru Siswoyo.
Sementara itu, terkait kegiatan Tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ulang Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD, Ustadz Heru Siswoyo ketua Yayasan Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD tersebut menjelaskan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Masjid Al Ikhlash pada hari ini ada dua agenda, yaitu Tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ulang Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD yang dilakukan oleh Prof KH Syukron Makmun.
“Khusus untuk pembangunan ulang dari awal bangunan masjid Al Ikhlash ini, kami lakukan karena sudah menjadi kebutuhan yang sudah sangat mendesak, karena daya tampung dan kapasitas untuk jamaah yang sholat khususnya pada saat sholat Jum’at dan sholat hari-hari besar seperti idul fitri dan idul adha sudah tidak dapat menampung jumlah jamaah yang mengikuti sholat tersebut,” tuturnya.

Ditambahkan Ustadz Heru, luas lahan kawasan masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD kurang lebih 1400 Meter/segi, dan direncanakan akan dibangun ulang Masjid Al Ikhlash seluas bangunan 1000 Meter/segi. Dan anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bangunan masjid dua lantai tersebut sebesar Rp6 Miliar rupiah, dan ditargetkan pembangunan ulang masjid Al Ikhlash akan selesai dalam waktu 3 tahun ke depan.
“Alhamdulillah saat ini sudah terkumpul anggaran pembangunan ulang masjid Al Ikhlash sebesar Rp500 juta rupiah. Dan melalui forum yang sangat mulia ini saya selalu ketua Yayasan Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD, ingin mengajak kepada semua jamaah masjid Al Ikhlash khususnya, dan kepada umat Islam dan muslim umumnya dimana saja berada, ayo kita berlomba-lomba menabung untuk bekal hidup kita di alam kubur dan di akhirat kelak,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, H. Dadang selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan yang mewakili Walikota Tangerang Selatan H. Benyamin Davnie yang berhalangan hadir, mengatakan bahwa dirinya menyampaikan permohonan maaf dari Walikota Tangsel yang berhalangan hadir.
“Yang pasti Pemkot Tangsel sangat mengapresiasi terkait pembangunan ulang Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD ini, semoga akan dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi untuk umat setelah di bangun ulang masjid Al Ikhlash ini. Dan jika pihak pengurus masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD ini ingin mendapatkan bantuan pembangunan masjid melalui dana hibah tahun anggaran 2022 ini, maka pihak Pemkot Tangsel dalam hal ini Walikota Tangsel menunggu proposal nya dengan melengkapi persyaratan-persyaratan lengkapnya sampai minggu ketiga bulan Mei 2022 ini. Dan tentunya proposal yang diajukan akan memakan waktu dan melalui proses paling cepat kurang lebih satu tahun prosesnya setelah melalui berbagai survai administrasi dan juga survai ke lapangan langsung,” tegas H. Dadang, Sekda Kota Tangsel.
Dalam kesempatan yang sama, Prof KH Syukron Makmun, saat memberikan tausiyahnya tentang sejarah Isra dan Miraj dan juga tentang wawasan kebangsaan bangsa Indonesia, mendapat sambutan dan aplaus yang luar biasa dari jamaah yang hadir dalam Kegiatan Tabligh Akbar dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ulang Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD. KH Syukron Makmun, diusianya yang 82 tahun, walaupun sudah sangat sepuh, namun ketegasannya dalam menyampaikan segala sesuatu yang Haq dan Amar Ma’ruf nahi munkar, masih terlihat sangat lantang, tegas dan tanpa basa-basi, bahkan dirinya berulang-ulang menegaskan bahwa, agama Islam itu adalah agama yang paling sangat sempurna dalam semua aspek, termasuk aspek kehidupan bertoleransi antar umat beragama di Indonesia.

“Umat Islam Indonesia itu sudah berabad-abad lamanya sejak tahun 1600 san, hidup berdampingan dan rukun dengan semua agama yang ada di Indonesia, baik itu dengan agama Hindu, Budha dan Kristen. Tidak pernah ada konflik dan peperangan antara umat beragama di Indonesia sejak berabad-abad yang lalu. Maka dari itu, jika ada ajaran agama ataupun ajaran apapun yang ada di Indonesia yang merasa paling sempurna, bawa kehadapan saya, mari kita uji dan kaji secara ilmiah ajaran tersebut apakah benar sempurna dan lebih baik dari ajaran agama Islam. Dan saya ingin menegaskan bahwa jika ada umat Islam yang mengatakan bahwa semua agama itu sama baiknya, maka dia telah kafir dan murtad dari agama Islam,” tegas KH Syukron Makmun, dengan suara yang tegas dan menggelegar, dan disambut aplaus dan riuh dari para jamaah yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, KH Syukron Makmun juga berkesempatan untuk turut memberikan sumbangan pribadinya sebesar Rp5 juta rupiah untuk pembangunan ulang Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD.
“Sumbangan ini saya berikan untuk almarhum kedua orang tua saya dan juga untuk kedua mertua saya yang juga sudah almarhum. Semoga dapat bermanfaat untuk orang-orang tua tersebut dialam kuburnya dan juga kelak diakhirat nanti. Aamiin,” tutup KH Syukron Makmun, mengakhiri tausiyahnya dan dilanjutkan dengan kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ulang Masjid Al Ikhlash sektor 1.6 BSD Serpong.(BTL)
Tidak ada komentar