,

100 Tahun Soeharto, Jalih Pitoeng: Beliau Pantas Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional

oleh -3.660 views
100 Tahun Soeharto, Jalih Pitoeng: Beliau Pantas Jadi Pahlawan Nasional

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Baru-baru ini Masjid At-Tien yang berada dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah dipadati jamaah dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran presiden kedua Republik Indonesia H Muhammad Soeharto, Selasa (08/06/2021)

Rupanya tak mau kalah ketinggalan, sebagai pemuda penerus bangsa, Andy Boxer yang tergabung dalam Ganendra Dharmapala Cendana juga menggelar diskusi dengan tajuk “Refleksi Dua Dekade Reformasi dan Langkah Perjalanan Soeharto” di bilangan Jakarta Selatan.

Selaku penggagas dan pemandu acara tersebut Andy mengatakan bahwa dirinya ingin menggali serta meminta pendapat dan pandangan kepada para narasumber tentang sukses atau gagalnya reformasi yang telah berusia dua puluh tahun ini.

Baca Juga : TP3 Gelar Haul Nasional 100 Hari Wafatnya 6 Syuhada Laskar FPI

“Jadi kita ingin melihat apakah reformasi ini sukses atau justru gagal pada saat ini” ungkap Andy saat membuka dialog, Sabtu (12/06/2021)

Jalih Pitoeng yang hadir dan diminta memberikan pendapatnya tentang perjalanan reformasi hingga saat ini menyampaikan rasa keprihatinannya.

Jangan Lewatkan : Program ‘Gebrak’, PKS Kabupaten Tangerang Targetkan 25 Ribu Anggota Baru

“Sejujurnya saya kecewa. Karena reformasi yang kita lihat hari ini tak sesuai dengan tujuan reformasi itu sendiri” ungkap Jalih Pitoeng

“Contoh misalnya Tap MPR No 13 tahun 1999 adalah salah satu dari amanat reformasi. Itulah ibu kandung yang melahirkan KPK. KPK saat ini, ya seperti kita ketahui bersama bagaimana nasibnya saat ini” kenang Jalih Pitoeng

“Dua puluh tahun reformasi bergulir, namun apa yang terjadi saat ini. Korupsi berjamaah dan terang benderang. Sadisnya lagi yang dikorupsi adalah hak rakyat yang sedang menderita di tengah wabah Covid-19” sambung Jalih Pitoeng menyesalkan.

Kemudian terkait ideologi, Jalih Pitoeng sangat menaruh hormat dan bersyukur sekaligus bangga pada Jenderal Besar H Muhamad Soeharto terhadap penumpasan G 30 S PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia) yang terjadi pada tahun 1965.

“Pak Harto adalah bapak anti komunis. Beliau lah yang menumpas pemberontakan  Partai Komunis Indonesia) yang kita kenal dengan sebutan Gerakan 30 S PKI saat itu. Jika tidak ada beliau, mungkin Pancasila tinggal sebuah kata” tambah Jalih Pitoeng mengenang sejarah kelam bangsa Indonesia.

Baca Juga : 100 Kg Ganja Asal Aceh dan 5 Tersangka Diamankan BNNP Banten

Selain itu Jalih Pitoeng juga menyinggung soal konsep pembangunan ekonomi kerakyatan sesuai dengan pancasila pada era kepemimpinan Soeharto.

“Dulu, di era kepemimpinan pak Harto, pembangunan itu dilakukan secara konseptual bukan suka-suka presiden. Mulai dari Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) hingga Pelita (Pembangunan Lima Tahun) secara terencana dan melalui pembahasan panjang serta melibatkan banyak unsur elemen dan komponen bangsa selain DPR tentunya” sambung Jalih Menegaskan.

“Tidak seperti saat ini. Ganti pemimpin ganti pula konsep pembangunannya. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena tidak memiliki GBHN yaitu Garis Besar Haluan Negara. Saat ini, usai pilkada beda pula konsep pembangunannya” sesal Jalih Pitoeng

“Maka sangat pantas jika pak Harto dinobatkan sebagai pahlawan nasional di samping juga kita tahu bahwa beliau dikenal sebagai bapak pembangunan. Dan hari ini saya adalah orang yang pertama disini yang mendukung pak Harto dinobatkan sebagai pahlawan nasional” ungkap Jalih Pitoeng

Baca Juga : Wow…Petugas Amankan 100 Kilo Ganja Dalam Lubang Septic Tank

Diakhir pembicaraannya, diskusi kebangsaan yang dihadiri oleh para pelaku sejarah reformasi 1998 seperti, Juhedi, Rahmat serta Alim Bara dan yang lainnya, tokoh betawi  Jalih Pitoeng yang begitu peduli terhadap kelangsungan bangsa ini menitipkan pesan penting kepada generasi penerus bangsa untuk lebih mencintai membaca terutama tentang sejarah bangsa ini.

“Bagi adik-adik mahasiswa dan kaum milenial yang saya cintai serta saya harapkan, hendaklah pelajari sejarah perjuangan bangsa ini. Agar kita tahu siapa dan bagaimana perjuangan bangsa Indonesia yang kita cintai. Sehingga jika kelak kalian jadi pemimpin, tidak salah dalam berpikir dan bertindak serta mengambil kebijakan dalam melanjutkan cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur” pinta Jalih Pitoeng

“Jadi kebijakan yang diperuntukan bagi rakyat Indonesia bukan bangsa lain. Jadi jangan karena berdalih peningkatan investasi, lalu menggadaikan konstitusi yang justru merugikan rakyat sendiri. Kalo hanya untuk membangun, dulu Belanda juga membangun di Indonesia. Apalagi kalau pembangunan tersebut diperoleh dari hutang yang justru akan membebani rakyat secara periodik ke depan” tambah Jalih Pitoeng dengan nada sangat kecewa.

“Karena diminta atau tidak, ditangan anda lah bangsa dan negara ini akan kami wariskan. Maka baca dan pelajari sejarah perjuangan dan perjalanan bangsa ini. Agar tidak terjadi seperti hari ini” lanjut Jalih Pitoeng menyesalkan.

Baca Juga : 100 Kg Ganja Asal Aceh dan 5 Tersangka Diamankan BNNP Banten

“Sejarah telah menulis dengan tinta emas bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan para alim ulama, santri, para pahlawan serta cendekiawan dan para politisi muslim yang saat itu mendominasi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dituangkan dalam UUD 1945 sebagai pijakan berbangsa dan bernegara” papar Jalih Pitoeng

“Bisa saja saat itu Indonesia menjadi negara islam. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh para pendiri bangsa mengingat demi keutuhan bangsa Indonesia yang besar dan sangat luas serta beragam” lanjut Jalih Pitoeng menegaskan.

“Tapi apa yang terjadi hari ini? Peran alim ulama dan umat islam terkesan dilupakan. Kita bisa lihat di pengadilan negeri Jakarta Timur saat ini. Ulama kita, Habib Rizieq Syihab kini mengalami perlakuan yang semestinya tidak boleh dialami oleh seorang ulama di sebuah negara yang berketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila” pungkas Jalih Pitoeng kepada MediaBantenCyber.co.id, Minggu (13/06/2021). (red)