Forum Salam Pintar Gelar Diskusi Webinar Menuju Piala Adipura Bersama Calon Wakil Walikota Tangsel

waktu baca 4 menit
Rabu, 7 Okt 2020 15:27 457 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Guna dapat mengetahui sejauh mana kepedulian para calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) di bidang lingkungan hidup dan juga harapan dari berbagai kalangan warga masyarakat khususnya para aktivis lingkungan hidup agar Tangsel bisa meraih penghargaan di bidang lingkungan berupa penghargaan Adipura. Dan bertempat di Sekolah Amalina Pondok Aren, Kota Tangsel, Komunitas Lingkungan Forum Salam Pintar, Selasa (06/10/2020) siang, menyelenggarakan kegiatan diskusi Webinar lingkungan dengan menghadirkan tiga narasumber calon Wakil Walikota Tangsel seperti Saraswati, Ruhamaben dan juga Benyamin Davnie. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut secara online Ketua KPUD Kota Tangsel Bambang Dwi, Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep serta Mustofa Waki Ketua DPRD Kota Tangsel, H Hamka selaku Tokoh Masyarakat dan Lingkungan dan sebagai moderator adalah ibu Indra.

Menurut Lia Nengsih selaku Ketua panitia penyelenggara kegiatan, pihak Forum Salam Pintar berharap dari penyelenggaraan kegitan Webinar tentang lingkungan hidup tersebut akan adanya masukan dari warga masyarakat khususnya para aktivis lingkungan hidup kepada para calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel sebagai pemimpin di Kota Tangsel yang baru, agar nantinya saat menjadi Walikota dan Wakil Walikota akan lebih serius dalam melaksanakan Tata Kota yang peduli kepada lingkungan hidup.

Saraswati sebagai pembicara pertama dalam paparannya tentang konsep dan visi misi tentang lingkungan hidup mengklaim bahwa dirinya pribadi sudah sejak cukup lama telah menjadi seorang aktivis lingkungan hidup, dan dalam pemaparannya Saraswati dengan cukup lengkap dan komfrehensip menerangkan tentang rencannya bersama calon Walikota Muhammad untuk menata lingkungan hidup di Kota Tangerang Selatan dengan sangat baik dan ramah lingkungan.

“Masalah lingkungan hidup itu sangat berkaitan erat dengan masalah sampah, dan salah satu kendala mengapa Kota Tangsel sulit sekali meraih penghargaan Adipura Kencana adalah karena masalah sampah di Cipeucang. TPA Cipeucang harus segera ditutup, kita harus banyak belajar kepada Kota Tangerang dalam penanganan masalah sampah. Dan masalah penanganan sampah merupakan salah satu program unggulan dari pasangan Muhammad-Saraswati. Beberapa hal yang akan kami lakukan untuk mengatasi masalah sampah adalah : 1. Pemilahan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga, 2. Pemberdayaan Bank Sampah dengan baik dan maksimal agar dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan dari berbagai aspek dan sudut, 3. Pemanfaatan teknologi modern untuk pengolahan sampah untuk diubah menjadi seratus lebih macam produk yang bermanfaat bagi warga masyarakat Kota Tangsel,” tutur Saraswati.

Sementara itu hal senada juga disampaikan oleh Ruhamaben selaku pembicara kedua, menurut calon Wakil Walikota Tangsel pasangan dari calon Walikota Tangsel Siti Nur Azizah yang diusung oleh PKS, Demokrat dan PKB ini, dirinya bersama Siti Nur Azizah menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara yaitu Komunitas Forum Salam Pintar yang telah memfasilitasi para calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel dan juga warga masyarakat untuk dapat mengetahui program visi dan misi dari para calon Walikota dan Wakil Walikotanya melalui forum Webinar virtual zooming dimasa pandemi Covid-19.

Menurut Ruhamaben, membangun pembangunan itu harus juga memperhatikan masalah kelestarian lingkungan hidup. Karena dalam membangun pembangunan tersebut dilakukan bukan hanya untuk kepentingan kita saja saat ini, akan tetapi juga untuk kepentingan anak dan cucu kita kedepannya. Dan ada beberapa syarat yang harus bisa dipenuhi agar suatu wliayah dapat meraih penghargaan Adipura adalah, Pengelolaan Sampah diwilayah kota/kabupaten atau provinsi tersebut sudah dilakukan dengan sangat baik, selanjutnya masalah pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) harus dapat dipenuhi serta masalah pengendalian polusi udara dan juga air juga harus sudah dapat dilakukan dengan baik.

“Berhasil atau tidaknya sebuah wilayah menangani masalah sampah tersebut tergantung oleh political will dari sang pemimpin diwilayah tersebut berupa pengalokasian anggaran yang besar untuk mengelola masalah lingkungan hidup, khususnya masalah sampah dan drainase. Dan untuk mengatasi masalah sampah harus dimulai dari para penghasil sampah tersebut seperti sampah dari rumah tangga dan juga sampah dari pasar. Selanjutnya sosialisasi tentang Perda Persampahan kepada warga masyarakat, ada hak dan kewajiban serta sanksi yang tegas jika ada yang melanggar masalah sampah. Dan yang terakhir adalah kita harus bisa memaksimalkan fungsi dan peranan dari Bank Sampah secara maksimal untuk kebutuhan dari berbagai aspek yang mrnguntungkan semua pihak,” tandas Ruhamaben.

Benyamin Davnie calon Walikota Tangsel yang merupakan calon Petahana dan berpasangan dengan Saga Ikhsan mengatakan bahwa Kota Tangerang Selatan harus menjadi kota yang unggul. Dan dalam membangun Kota Tangerang Selatan harus memiliki konsep pembangunan yang tepat. Dan terkait masalah lingkungan hidup dan penghargaan Adipura, menurut Benyamin Davnie hal tersebut hanyalah merupakan sebagai sasaran antara sebagai penyemangat seluruh warga Kota Tangsel tentang perlunya membangun Kota Tangerang yang berwawasan lingkungan.

“Bumi ini dibangun harus dengan keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pembangunan menjaga kelestarian lingkungan hidup, dan untuk dapat menanamkan kesadaran menjaga lingkungan hidup tersebut harus melibatkan semua kelompok dan komponen masyarakat dan yang terpenting adalah harus dimulai dari anak – anak usia dini. Dan satu hal lagi yang harus diingat adalah bahwa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan tersebut harus saling bekerjasama dan bersinergi dengan semua pemerintahan di Jabodetabek,” tegasnya.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA