STOP Ashobiyah Qaumiyah Egosentris Kelompok Soal Kemenag

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Okt 2021 19:20 430 Redaksi

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Kebangsaan) MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Bandung, Ungkapan Kyai Said Aqil Siraj soal misi penguasaan oleh NU untuk berbagai institusi  keagamaan apakah MUI, KUA, Masjid bahkan sampai pada Khatib Jumat di samping merupakan hak dan kebebasan untuk berbicara, juga sangat tidak bijak bahkan menyinggung banyak pihak. Umat Islam bukan hanya NU. Ungkapan seperti ini menjadi ciri dari kaum radikalis “ashobiyah qaumiyah” egosentrisme kelompok.

Kini Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga menyampaikan hal yang sama yakni cara pandang radikal dan intoleran dengan menyatakan bahwa Kemenag adalah hadiah untuk NU karenanya dapat memanfaatkan banyak peluang di Kemenag hanya demi kepentingan NU. Pandangan berbahaya ini dapat menyebabkan semua elemen baik jabatan maupun pendanaan dialokasikan untuk kepentingan satu pihak saja.

Ashobiyah qaumiyah di tingkat pergaulan berbangsa dan bernegara adalah sikap radikal dan intoleran yang harus dicegah. Esensinya adalah ANTI KEMAJEMUKAN dan ANTI KEBHINEKAAN. Ketika kini dicanangkan program washatiyah atau moderasi beragama maka cara pandang ashobiyah qaumiyah seperti ini adalah awal yang harus dibenahi.

Baca Juga : LBH UMT Tangerang Akan Proses Hukum Kelompok GAR ITB Yang FITNAH Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

Lord Acton pernah mengingatkan “power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely” KEKUASAAN itu CENDERUNG KORUP dan KEKUASAAN MUTLAK DIPASTIKAN KORUPSI. Kekuasaan yang dipegang jika tidak waspada dan terkendali dapat menyebabkan KORUPSI KEKUASAAN dan KEKAYAAN. Disinilah pentingnya koreksi dan sadar diri. Organisasi keagamaan harus terus ber-amar ma’ruf dan ber-nahi Munkar. “corrupt absolutely” adalah kemungkaran yang harus dibasmi.

Baca Juga : Penerima KPM PKH di Gempol Sari Kabupaten Tangerang, Mengaku Kerap Diminta Upeti 10 Persen Oleh Ketua Kelompok

NU-isasi seperti juga isasi-isasi organisasi lainnya harus dicegah dan di stop. Kita mesti menguatkan kebersamaan keagamaan dengan membangun sikap toleran dan saling menguatkan. Ashobiyah qaumiyah merupakan tiupan permulaan yang menjadi penyebab dari terjadinya perpecahan.

Baca Juga : Jokowi Akui Periode Sebelumnya Ada Kelompok ABS di Lingkaran Istana

NU yang akan bermuktamar dalam waktu dekat semoga dapat mengokohkan kembali jalan perjuangan dengan berbasis kemitraan keumatan. Lokomotif terpilih adalah figur  yang toleran dan tidak radikal. Semoga.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA