MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kabupaten Tangerang, Hendak mendatangi peristiwa Pembunuhan di Ruko Furniture, di jalan raya Kampung Melayu, Simpang Tiga, Teluknaga, pada Jum’at (10/12/2021) malam, dimana Handphone milik Pudi Saripudin wartawan MediaBantenCyber.co.id yang sedang bertugas mencari berita, diambil paksa dan diduga dilakukan oleh salah seorang anggota reserse oknum Polisi dari Polsek Teluknaga, dan foto yang diambil dari lokasi TKP Pembunuhan dihapus oleh oknum polisi tersebut.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, Bambang Tejo Pemred MediaBantenCyber.co.id langsung bereaksi dan menyampaikan Kecamannya atas ulah oknum polisi tersebut. Dengan kejadian tersebut menurut Bambang Tejo, menunjukkan oknum polisi tersebut tidak MENGHARGAI profesi wartawan dan TIDAK PAHAM Hukum, khususnya UU Pers No 40 Tahun 1999.
“Hanya arogansi yang dimiliki oleh oknum polisi tersebut, karena dari laporan wartawan kami di lapangan, dirinya (Pudi Saripudin – red) sudah menyampaikan jika dirinya adalah seorang wartawan dan ingin menanyakan perihal peristiwa pembunuhan yang terjadi, namun keterangan dari wartawan kami tidak digubris dan didengarkan oleh oknum polisi tersebut dan tetap meminta handphonenya, dan lantas menghapus foto-foto hasil liputannya di lokasi kejadian peristiwa pembunuhan,” terang Mas Bambang, Pemred MediaBantenCyber.co.id.
Mas Bambang mengkritik keras cara kerja aparat negara yang tidak profesional seperti itu, yang hanya menonjolkan arogansi saja, sok kuasa, tidak menghargai profesi wartawan dan juga tidak memahami program Presisi dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Dalam peristiwa itu, menurut keterangan Pudin saat ingin mengkonfirmasi dalam kejadian tersebut, diduga salah satu oknum polisi tersebut mengambil Hp miliknya dan menghapus foto yang diambilnya dari lokasi kejadian pembunuhan.
“Pas saya lewat ada rame-rame di ruko terus ada garis police line, saya hampiri dan tanya ada kejadian apa Bang?,” ucap Pudin di TKP.
Dan setelah dirinya mengkonfirmasi kepada salah satu anggota Polsek Teluknaga yang berada di lokasi kejadian tersebut, justru oknum polisi tersebut malah merebut hp miliknya, padahal dirinya sudah memberitahukan identitas dirinya adalah wartawan kepada anggota kepolisian yang ada di lokasi.
“Dia (anggota Polsek Teluknaga, red) sudah nanya saya dari mana, saya bilang saya dari media kemudian tetap saja hp saya diambil secara paksa dan menghapus Photo tersebut,” tutur Pudin.
Ditambahkannya, dirinya ingin meminta kronologis kejadian pembunuhan tersebut kepada oknum polisi itu, dan saat difoto oleh awak media dengan melalui hp nya tiba-tiba hpnya langsung dirampas dan dihapus fotonya oleh oknum polisi tersebut.
“Dikira saya anggota sini hp nya”, kata oknum anggota Polsek Teluknaga. (BTL)
Tidak ada komentar