Nenek Sarnah 73 Tahun Warga Kiara Payung Kabupaten Tangerang Puluhan Tahun Hidupnya DIABAIKAN Negara

waktu baca 3 menit
Senin, 17 Jan 2022 17:52 420 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id(MBC) Kabupaten Tangerang, Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu bagi seseorang untuk menikmati masa bahagianya. Namun, tidak dengan nenek Sarnah pembuat sapu lidi, di Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, yang tinggal di rumah reot. Nenek berusia 73 tahun ini TINGGAL di RUMAH REOT yang terbuat dari pagar bilik yang hampir roboh dan ada kandang ayamnya. Ia hanya tinggal berdua bersama anak laki-lakinya yang belum menikah, selama hampir puluhan tahun dirinya DIABAIKAN belum pernah merasakan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang.

“Saya tinggal disini sudah lama banget, sampai sekarang belum dapat bantuan bedah rumah, saya ingin dapat bantuan dari pemerintah,” kata Nenek Sarnah dengan mimik kesedihannya, bercerita kepada awak media di kediamannya, di Kampung Teratai Indah Rt 03/01, Desa Kiara Payung, Senin (17/01/22) siang.

Baca Juga : Pasien RSU El-Syifa Kuningan Jawa Barat KOMPLAIN Dengan Pelayanan Yang Kurang Baik Dari Petugas Medis

Janda tua ini mengaku setiap hari selalu dihantui rasa ketakutan tertimpa puing-puing rumahnya yang sudah reot, saat musim hujan yang disertai angin kencang. Keinginannya membangun rumah hanyalah sebuah angan-angan yang selalu ada dibenaknya, yang ia bisa hanya menjual sapu lidi.

“Belum dapat bantuan, makanya saya mengadu ke Ketua RT, rumah saya pagernya pada ngejeblak, apalagi kalau musim hujan angin saya duduk aja tidak bisa tidur takut tertimpa rumah. Mata Pencaharian saya cuma bikin sapu lidi, masak aja pakai kayu tidak punya kompor,” keluh nenek Sarnah.

Di tempat yang sama, Ketua Rt 03/01, Desa Kiara Payung Wawan Gunawan membenarkan, ada warganya MEMBUTUHKAN BANTUAN BEDAH RUMAH. Menurutnya, nenek Sarnah BELUM MENDAPATKAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) dan PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH), dan saat ini akibat kecelakaan nenek Sarnah hanya menjual Sapu Lidi.

Baca Juga : Mafia Tanah Program Prioritas PTSL Presiden Jokowi Diduga Merajalela di Kabupaten Tangerang

“Ya betul nenek Sarnah warga saya, dia hanya tinggal berdua sama anaknya yang belum kerja, dia tidak dapat BPNT-PKH, yang dapat cuma anaknya. Setahu saya, dia pernah dapat bantuan Covid-19 cuma satu kali dan itupun sudah lama, dan akibat ditabrak motor, dia hanya bisa bikin usaha Sapu Lidi dari Pelepah daun Kelapa,” ujarnya.

Saat ini Wawan melihat seperti yang dialami nenek sarnah, masih ada beberapa rumah tidak layak huni milik warganya yang juga belum mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah. Usaha pengajuan bedah rumah sudah ia lakukan beberapa tahun yang lalu, akan tetap sampai saat belum juga terealisasi, dan saat ini dirinya hanya bisa menunggu bantuan datang.

“Di daerah saya masih ada sekitar 9 unit rumah yang CUKUP PARAH TIDAK LAYAK HUNI, beberapa waktu yang lalu saya sudah ajukan bedah rumah ke pemerintah Desa Kiara Payung, sampai saat ini belum ada infonya bantuan akan turun di wilayah saya,” kesalnya.

Pantauan di lokasi, ada beberapa warga kurang mampu yang belum mendapatkan bantuan BNPT-PKH, dan saat ini warga Kampung Teratai Indah RT 03/01, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang tersebut, masih mengharapkan program yang dikucurkan pemerintah pusat.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA