Banjir Rob Genangi Kampung Gaga Tanjung Pasir, Teluk Naga Kabupaten Tangerang

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Feb 2022 14:10 425 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kabupaten Tangerang, Banjir yang melanda Kampung Gaga Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga terkuak akibat sejumlah faktor, antara lain banjir rob musiman dan curah hujan yang cukup tinggi pada beberapa bulan ke belakang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Bambang Sapto, Kamis (17/02/2022) siang. 

Menurut Bambang Sapto, banjir rob musiman dan curah hujan yang cukup tinggi, terlebih tidak maksimalnya fungsi drainase, juga sebagai penyebab air tergenang hingga ke pemukiman warga selama 3 bulan.

“Banjir 3 bulan karena sejumlah faktor, antara lain curah hujan dan banjir rob musiman. Ada juga indikasi ketidaklancaraan drainase,” ujar Bambang Sapto.

Untuk menyelesaikan banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang harus membuat tandon, tanggul, normalisasi kali, pembuatan pintu air dan penyediaan mesin pompa air.

“Teknis detail mungkin DBMSDA yang ikut menganalisa dan mitigasi banjir tersebut,” tandasnya.

Sementara, Ketua Perkumpulan Jurnalis Pantura Tangerang (PJPT) Zakky Adnan berpendapat, berdasarkan temuannya, banyak sampah yang menyumpel di kali didekat pemukiman warga. Serta kali di lokasi tersebut sudah mengalami pendangkalan.

Baca Juga : Aqsha LAZ dan ATB De Latinos BSD Bangun HUNTARA untuk Korban Banjir Rob Kalsel

“Itu saya lihat bersama Ketua BPD dan Ketua RT-nya, yang wilayahnya terdampak banjir disebabkan saluran air yang mampet karena sampah-sampah dan dangkal. Sehingga aliran air kali tidak maksimal,” terangnya.

Kendati demikian, Zakky berujar, banjir di Kampung Gaga, RT 05/03 dan RT 06/03, sudah semakin menyurut dengan membuat rekayasa sodetan dan memperbaiki saluran air yang sempat tidak lancar karena sampah.

“Alhamdulillah kami terjun melihat fakta di lapangan sudah semakin surut dengan dilakukan penyodetan dan memperbaiki saluran air akibat sampah sehingga air mengalir,” ungkapnya.

Baca Juga : DPD FPI Banten Segera Serahkan Bantuan 18 Rumah Type 36/60 Kepada Korban Banjir Rob

Di sisi lain, ia mengatakan, pencegahan musibah banjir menjadi kewenangan bersama, mulai dari warga setempat sampai tingkat desa, mengingat pentingnya menjaga lingkungan.

“Pemerintah desa setempat belum memfasilitasi tempat-tempat penampungan sampah yang terkelola di pemukiman warga. Desa juga baru punya satu gerobak sampah dengan satu tenaga kerjanya. Semoga ke depannya kepala desa dapat manfaatkan APBDesa untuk membuat tempat pembuangan sampah dan memaksimalkan alokasi penanggulangan bencana,” pungkasnya.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA