Republik Islam Chechnya Kirimkan 12 Ribu Pasukan Sukarelawan Bantu Militer Rusia Menggempur Ukraina

waktu baca 3 menit
Sabtu, 26 Feb 2022 20:10 544 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Grozny Chechnya, Republik Islam Chechnya yang merupakan negara bagian federasi khusus dari negara Rusia menawarkan bantuan sebanyak 12.000 ribu pasukan khusus kepada Angkatan Bersenjata Rusia. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Pemimpin Republik Islam Chechnya Presiden Ramzan Kadyrov saat militer Rusia melakukan serangan pada hari kedua di Ukraina, pada Jum’at (25/02/2022), di alun-alun pusat ibukota regional, Grozny. 

Presiden Republik Checnya Kadyrov memberi tahu kepada publikasi “Chechnya Sevodnya” tentang rapat umum yang mereka gelar, yang diselenggarakan untuk menunjukkan DUKUNGAN mereka kepada Kremlin/Moskow dan kesiapan pasukan Chechnya untuk membantu pasukan Rusia. 

“Ini adalah pasukan sukarelawan Chechnya yang siap berangkat ke Ukraina untuk operasi khusus kapan saja untuk mengamankan negara dan rakyat kami,” tegas Presiden Kadyrov.

Kadyrov menambahkan, “Tidak ada pasukan yang akan dikerahkan sampai Panglima Tertinggi Putin memberi perintah,” tegasnya. 

Menurut Menteri Kebijakan Nasional Chechnya, Akhmed Dudayev, tujuan dari kongregasi itu adalah untuk menunjukkan bagaimana kesiapan pasukan Republik Islam Chechnya untuk mengikuti perintah dan mempertahankan tanah air mereka.

“Itu adalah pemeriksaan personel,” papar Dudayev menjelaskan kepada RBK, pemeriksaan kesiapan personel untuk melaksanakan perintah panglima tertinggi, Presiden negara, Vladimir Vladimirovich Putin,” tandasnya. 

Baca Juga : Terkait Bisnis PCR, Aktivis Sobat Perubahan Meminta Presiden Republik Indonesia Mencopot Luhut dan Erick Thohir

Dalam pidato yang dia berikan kepada prajurit yang berkumpul di Grozny tengah, Kadyrov menuntut agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta maaf kepada Putin.

“Mengambil kesempatan ini, saya ingin memberikan saran kepada Presiden Zelensky saat ini agar dia menelepon Presiden kita, Panglima Tertinggi Vladimir Vladimirovich Putin, dan meminta maaf karena tidak melakukannya lebih cepat,” ujarnya. 

“Lakukan untuk menyelamatkan Ukraina. Minta maaf dan setujui semua persyaratan yang diajukan Rusia. Ini akan menjadi langkah yang paling benar dan patriotik baginya,” papar pemimpin Chechnya itu.

Baca Juga : Tradisi Mundur Seorang Presiden di Republik Indonesia

Moskow menggelar “Operasi Militer Khusus” di Ukraina pada dini hari Kamis (24/02/2022) pagi, dengan maksud demiliterisasi dan “de-nazifikasi” negara itu. Sebelumnya, Rusia menuduh bahwa pemerintah Kiev bertanggung jawab atas delapan tahun genosida dalam perang negara itu di wilayah Donbass.

Saat hari kedua serangan hampir berakhir, sebagian besar militer Ukraina TELAH LUMPUH, dengan bandara, pusat komunikasi, infrastruktur pertahanan, dan pangkalan militer Ukraina rusak dalam serangkaian serangan udara militer Rusia.

Pada Jumat, Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kiev telah “menghilang” setelah memilih Warsawa sebagai tempat mengadakan negosiasi dengan Moskow.

“Zelensky mengatakan dia siap untuk membahas status netral Ukraina. Awalnya, Putin mengatakan bahwa tujuan operasi itu adalah untuk membantu Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk, termasuk melalui demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Dan ini, pada kenyataannya, merupakan komponen integral dari status netral,” pungkasnya.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA