Imam Ghozali: Jika Tidak Ada Bulan Suci Ramadhan Maka Kita Semua akan Masuk ke Dalam Neraka

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Mei 2022 14:19 403 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Saat menyampaikan materi khutbahnya dalam khutbah salat Idul Fitri 1 syawal 1443 hijriah atau Senin, 2 Mei 2022, yang dilaksanakan di masjid Baitul Hanif, Kampung Kayu Gede 3, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ustadz Drs. H. Bambang Syuhada, MA, khotib sholat Idul Fitri masjid Baitul Hanif Kp. Kayu Gede 3 Paku Jaya tersebut mengutip sebuah riwayat Imam Al-Ghazali yang ditanyakan oleh seorang sahabatnya yang menanyakan kepadanya seandainya Allah SWT tidak memberikan bulan ramadhan kepada umat Islam dan umatnya Nabi Muhammad SAW.______________Baca Juga : Seandainya Kamu Hidup di Zaman Rasulullah SAW, Masuk Golongan Manakah?

“Sesungguhnya, bulan Ramadhan itu adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam dan umatnya Nabi Muhammad SAW. Karena bulan Ramadhan itu adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan serta keberkahan. Seandainya saja tidak ada bulan Ramadhan, maka diumpamakan ada 2000 (dua ribu orang) umatnya Nabi Muhammad saw, maka 1.999 orang pasti akan masuk neraka. Karena di bulan ramadhan, jika kita menjalaninya dengan penuh keikhlasan karena iman dan ketaqwaan, maka seluruh dosa-dosa kita baik yang besar maupun kecil akan diampuni seluruhnya oleh Allah SWT, kecuali dosa Musyrik menyekutukan Allah,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Ustadz Bambang Syuhada, keutamaan dan hikmah lain dari bulan ramadhan adalah, orang-orang yang sudah meninggal dunia itu sangat bergembira dan bersukacita mengucapkan syukur kepada Allah SWT, karena saat bulan ramadhan itu datang maka ditangguhkan semua siksa kuburnya bagi yang memiliki dosa-dosa karena lalai beribadah selama hidupnya di dunia. 

Baca Juga : Kuasa Hukum dan Ahli Waris Pasang Plang Hak Milik di Pintu Masuk Pertamina

“Satu hal yang paling dinantikan oleh para orang tua kita yang sudah meninggal dunia adalah amalan-amalan baik yang dilakukan oleh anak-anaknya yang masih hidup di dunia, karena apapun amalan-amalan baik yang dilakukan oleh anak-anaknya yang sholeh dan sholehah pahalanya akan terus mengalir kepada orang tuanya yang sudah meninggal dunia, namun sebaliknya, jika anak-anaknya yang masih hidup itu berbuat keburukan dan dosa, maka siksa kubur akan terus dialami dan dirasakan oleh orang tuanya yang sudah meninggal dunia,” tandasnya.

Untuk itu, Ustadz Bambang Syuhada menegaskan bahwa, sangat merugilah bagi orang-orang muslim yang melewatkan bulan suci Ramadhan itu dengan kegiatan dan perbuatan kesia-siaan saja. Karena tidak ada jaminan kita semua masing-masing individu akan dapat bertemu lagi pada bulan ramadhan pada tahun-tahun berikutnya. Karena bulan suci ramadhan adalah bulan yang sangat ISTIMEWA yang hanya diberikan kepada umatnya Nabi Besar Muhammad saw oleh Allah SWT untuk menghapus semua dosa-dosa yang telah diperbuat selama satu tahun sebelumnya. 

Baca Juga : Diduga Ribuan Siswa Titipan Masuk Sekolah SMA/SMK Negeri Saat Pelaksanaan PPDB di Banten

Sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri dilaksanakan yang dipimpin oleh Ustadz H. Abdullah yang bertindak sebagai Imam, ketua DKM Baitul Hanif Kp. Kayu Gede 3 Paku Jaya, Ustadz Hairudin melaporkan terkait berbagai kegiatan yang dilakukan oleh DKM masjid Baitul Hanif selama bulan Ramadhan 1443 hijriah, dan juga melaporkan laporan keuangan terkait penerima dan pengeluaran keuangan masjid Baitul Hanif.

Baca Juga : Jokowi Masuk Surga???

“Berbagi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DKM Baitul Hanif selama bulan ramadhan ini adalah Santunan kepada 50 orang anak-anak Yatim-piatu dan dhuafa, dengan total anggaran Rp47 juta rupiah. Kegiatan i’tikaf di masjid sepuluh hari terakhir ramadhan dengan anggaran Rp4 juta rupiah, pengumpulan zakat fitrah dalam bentuk uang terkumpul sebanyak Rp46.860.000; dan dalam bentuk beras sebanyak 1503 paket zakat yang disalurkan kepada 8 asnaf. Dan untuk penerimaan zakat fitrah tahun ini oleh DKM Baitul Hanif mengalami penurunan sebesar Rp10 juta rupiah,” ungkap Ustadz Hairudin, ketua DKM Baitul Hanif.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA