Alumni IISIP: Upaya Panjat Sosial yang Dilakukan Andy Noya ke Anies Baswedan GAGAL

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Jun 2023 14:18 490 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Aksi Presenter TV yang mempunyai acara Kick Andy, Andy Flores Noya yang mewawancara Bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Rasyid Baswedan dinilai sebagai sebuah upaya Panjat Sosial (Pansos). Terlihat kesan kuat Andy ingin menjadi terkenal bisa membantai dan membuat malu mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Sebagai alumni IISIP saya sebelumnya bangga dengan Andy F Noya, yang juga alumni IISIP Lenteng Agung. Sebagai wartawan, dia biasanya bisa mewawancara orang secara elegan dan efektif. Tetapi sewaktu wawancara Anies, dia kehilangan kearifan kecuali nafsu untuk membantai,” kata Alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Arini Soemardi, dilansir KBA News, Selasa, 20 Juni 2023.

Baca Juga : Atlet Panjat Tebing Putri Kabupaten Tangerang Bertekad Raih 5 Medali Emas | upaya

Dia menanggapi wawancara yang dilakukan Andy kepada Anies Baswedan. Dalam wawancara yang ditayangkan Metro TV, Minggu, 18 Juni malam, Andy Noya melakukan wawancara yang dinilai penyerangan yang agresif. Topik wawancara pun terkesan provokatif yaitu “Dosa-dosa Anies.” Selama wawancara wajah Andy pun terkesan seperti harimau yang ingin menelan mangsa.

“Untunglah Pak Anies bisa menjawab seluruhnya dengan baik dan penuh logika. Pak Anies melayani Andy dengan sabar, penuh senyum, dingin dan emosi yang terkontrol. Dia tidak terpancing dengan sikap Andy yang terkesan merajai panggung dan arogan. Segala usaha Andy Noya mempermalukan Pak Anies gagal total. Saya memberi skor 10-0 untuk Pak Anies,’ kata wanita berjilbab yang juga lulusan UNJ itu.

Baca Juga : Pelaku Penjual Obat Ilegal di Legok Sebut Polres Tangsel yang Telah Izinkan Buka | upaya panjat

Menurut Arini, tindakan Andy dalam wawancara itu terkesan sedang melakukan, apa yang dikatakan anak muda sekarang sebagai, Panjat Sosial (Pansos). Menurut Kamus, Pansos diartikan sebagai “Usaha yang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang mempunyai status sosial tinggi, dengan cara memamerkan di media sosial punya barang atau kemampuan yang hebat.”

Dia menambahkan, itulah kesan yang muncul dari sikap Andy F Noya yang arogan, menuding dan menyudutkan Anies Baswedan. “Dia ingin menunjukkan bahwa dia hebat. Bahwa dia mampu untuk mendikte pembicaraan dengan Anies yang merupakan lulusan UGM dan Doktor dari Amerika. Saya menilai agresivitas itu muncul dari sikap inferior tetapi merasa lebih mengetahui dan menguasai,” kata Arini.

Tetapi ternyata dia kecele. Anies menghadapinya dengan data-data yang lengkap, tutur kata yang datar tanpa emosi. Intonasi suara yang tidak terpancing. Dalam menghadapi serangan Andy, dia tetap terlihat sabar, santun, sopan dan memanggil Andy dengan sebutan “Abang” yang berarti menghormati ketuaan Andy F Noya.

“Dalam pandangan saya, Andy Gagal melakukan usaha panjat sosial. Anies terlalu tangguh untuk dipanjat dan dikuasai secara sosial,” kata Arini sambil tertawa.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA