Zahwa Nurfadillah MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Pendidikan merupakan langkah awal untuk menjadi generasi yang berkualitas, terutama pendidikan untuk anak yang berkebutuhan khusus dimana mereka sangat di prioritaskan untuk mendapatkan pendidikan. Karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, dan setiap anak akan berkontribusi menjadi bagian dari terjaminnya bangsa yang berkembang, Namun tidak semua anak yang berkebutuhan khusus mengharuskan mereka memperoleh pada satuan pendidikan khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB) saja, karena sekarang banyak sekolah reguler yang menyediakan program pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Program pendidikan inklusif memastikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh hak atas rasa aman dan kenyamanan yang sama dengan anak-anak lainnya meski mereka melaksanakan proses pendidikan di sekolah reguler.
Hal tersebut sesuai dengan pesan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat 1 bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, serta ayat 2 yang menegaskan bahwa warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.

Ilustrasi
Sebagai seorang pendidik tentu harus menyadari bahwasannya setiap anak itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan memiliki kodratnya masing-masing. Tugas seorang guru adalah menyediakan lingkungan belajar yang memungkinkan bahwa setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal di setiap harinya, dan memastikan bahwa proses pembelajaran ini membuat anak-anak merasa aman, selamat, dan bahagia.
Kualifikasi kemampuan murid yang diharapkan mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman belajar yang ideal. Bagaimana seluruh kriteria ini dapat dicapai oleh semua murid kita adalah soal bagaimana kita sebagai guru dapat menyediakan pengalaman belajar yang memastikan bahwa semua murid kita, dengan segala keragamannya dapat kita penuhi kebutuhan belajarnya, sehingga mereka dapat menunjukkan kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan setelah lulus atau menyelesaikan setiap jenjang pendidikannya.
Kenapa harus pembelajaran berdiferensiasi? karena pembelajaran berdiferensiasi merupakan proses pembelajaran kepada anak-anak melalui tahap pendekatan, dimana guru harus berperan aktif dalam menganalisis dan memahami karakteristik yang dimiliki oleh setiap anak, pembelajaran berdiferensiasi ini mencangkup proses pembelajaran, konten, dan produk hasil belajar berdasarkan perbedaan dalam kemampuan, minat, bakat, dan kebutuhan belajar yang dimiliki oleh masing-masing anak.
Dalam hal ini juga guru dituntut untuk membuat metode pembelajaran yang berbeda dan menarik di setiap harinya agar anak-anak tidak merasa bosan saat proses pembelajaran berlangsung, dan dengan pembelajaran berdiferensiasi inilah yang membangun pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Pembelajaran berdiferensiasi sejalan dengan pendapat Ki Hajar Dewantara mengartikan pembelajaran sebagai segala usaha dari orang tua dan guru terhadap anak-anak dengan tujuan untuk kemajuan hidup anak, dalam arti memperbaiki bertumbuhnya segala kekuatan jasmani dan rohani yang ada pada anak karena kodrat atau pembawaannya sendiri.
Karena Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia maupun anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi, peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar dalam cara yang paling efektif untuk mereka. Guru dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan pemecahan masalah, serta menyediakan pengalaman pembelajaran yang berbeda untuk peserta didik yang memiliki gaya belajar yang berbeda.
Berikut beberapa tujuan diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi:
1. Membantu proses belajar bagi peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh guru.
2. Motivasi dan hasil belajar peserta didik menjadi meningkat karena guru dapat memahami dan memberikan bimbingan berdasarkan tingkat kesulitan peserta didik.
3. Terjalin hubungan yang selaras dan harmonis antara guru dengan peserta didik.
4. Membantu peserta didik untuk lebih percaya diri dan mandiri serta menghargai perbedaan.
5. Guru menjadi tertantang dalam pembelajaran agar lebih kreatif dan mau mengembangkan kompetensi mengajarnya.
Lalu apa saja manfaat pendidikan inklusif bagi anak-anak ? berikut beberapa manfaatnya:
Mengurangi sikap diskriminatif : karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kedudukan yang sama jadi sebagai sesama manusia kita harus saling menghargai dan tidak boleh membeda-bedakan satu dengan yang lainnya
Meningkatkan rasa empati dan peduli : pendidikan inklusif ini mengajarkan kita untuk saling peduli terhadap sesama manusia.
Meningkatkan rasa percaya diri dan disiplin : pendidikan inklusif ini juga memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk bersuara atau memberikan pendapat dan juga mengajarkan mereka untuk selalu disiplin keadaan dan juga waktu
Pendidikan inklusif dan pembelajaran berdiferensiasi merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas, pendekatan ini tidak hanya menghargai keberagaman potensi anak, tetapi juga mendorong terciptanya pendidikan yang lebih adil dan efektif, sesuai denga prinsip-prinsip pendidikan nasional dan pandangan Ki Hajar Dewantara. (red)
Oleh: Zahwa Nurfadillah (Mahasiswa UIN jakarta)
Tidak ada komentar