Tim Pengabdian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Berdayakan Perempuan Nelayan: Limbah Kerang Disulap jadi Produk Bernilai Tinggi

waktu baca 3 menit
Rabu, 20 Agu 2025 18:46 667 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Serang, Di tengah semarak kemerdekaan untuk menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir, maka perempuan nelayan di Desa Tanggul Indah, Kecamatan Kasemen, didorong untuk berdaya melalui inovasi ramah lingkungan. Tim pengabdian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Perempuan Nelayan Melalui Pelatihan Sabun Organik Eco-Friendly Berbasis Limbah Cangkang Kerang dan Spirulina sp. Sebagai Solusi Untuk Sustainable Economic Growth di Desa Tanggul Indah, Kecamatan Kasemen”.

Didukung oleh pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi melalui skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi limbah cangkang kerang yang melimpah di wilayah pesisir Karangantu.

Kegiatan ini hadir sebagai solusi inovatif dalam mengatasi limbah cangkang kerang yang selama ini hanya menjadi sampah pesisir. Melalui pelatihan, para perempuan nelayan diajarkan mengolah limbah cangkang kerang menjadi tepung yang dapat digunakan sebagai bahan dasar sabun batang organik. Proses pengolahannya dilakukan dengan cara mencuci, menjemur, dan menggiling cangkang kerang hingga halus sehingga menghasilkan tepung berwarna putih yang siap dicampurkan dengan bahan-bahan lain dalam pembuatan sabun batang organik eco-friendly.

“Kami melihat limbah cangkang kerang ini sangat melimpah tapi belum dimanfaatkan, dengan diadakan pelatihan ini kami berharap perempuan nelayan di Desa Tanggul Indah bisa mengubah limbah tersebut menjadi produk yang dapat bernilai jual” ujar Bu Devi Faustine Elvina Nuryadin , Ketua Tim Pengabdian.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang pengolahan Spirulina sp. yang dibudidayakan secara sederhana dalam media air dengan penambahan nutrisi tertentu. Spirulina sp. yang dihasilkan kemudian dikeringkan, dihaluskan menjadi bubuk, dan dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sabun. Kandungan nutrisi, antioksidan, dan pigmen alami pada spirulina memberi nilai tambah bagi sabun organik yang dihasilkan, baik dari segi kesehatan kulit maupun daya tarik visual produk.

Tidak hanya berhenti pada tahap produksi, peserta juga dibekali dengan materi tambahan mengenai strategi pemasaran. Mereka dikenalkan pada pentingnya desain kemasan yang menarik, promosi produk melalui media sosial, serta pemanfaatan marketplace lokal sebagai sarana penjualan. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai manajemen usaha kecil, termasuk pencatatan keuangan sederhana dan cara menentukan harga pokok produksi agar usaha dapat berkelanjutan.

“Awalnya kami tidak tahu cangkang kerang bisa diolah. Sekarang, kami sudah tau kalau cangkang kerang bisa dimanfaatkan dan dijual.” ungkap Ibu Jumriani, salah satu peserta pelatihan.

Ketua RT setempat pun menyambut baik inisiatif ini. “Program ini sangat bermanfaat, tidak hanya mengurangi limbah kerang, tapi juga meningkatkan ekonomi keluarga nelayan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan pemberdayaan perempuan nelayan di Desa Tanggul Indah, harapan besar tumbuh agar inovasi berbasis limbah cangkang kerang dan Spirulina sp. ini dapat menjadi solusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan, program ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Semoga keberhasilan di Desa Tanggul Indah dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa pesisir lainnya, sehingga semakin banyak perempuan nelayan yang berdaya, mandiri, dan mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi keluarga dan lingkungannya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA