Keadilan Disiram Air Keras, Romo Magnis: Arah Moral Indonesia Dipertaruhkan

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Mar 2026 22:54 465 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Jakarta – Filsuf sekaligus rohaniwan, Franz Magnis-Suseno, menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap aktivis hingga sikap Indonesia dalam konflik global mencerminkan arah moral bangsa yang kini sedang dipertaruhkan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam podcast bertajuk “Siraman Air Keras: Cara Otoritarianisme Melumat Wajah Keadilan” yang diselenggarakan Institut Marhaenisme27 di Jakarta, Kamis (19/3/2026), dengan Emzi (jurnalis/aktivis) sebagai host.

Romo Magnis menyoroti serangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebagai ancaman serius bagi demokrasi dan martabat kemanusiaan. Ia menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal, melainkan cerminan krisis etika dalam kehidupan bernegara.

Ia menegaskan, penegakan hukum tidak akan pernah tuntas jika aktor intelektual di balik serangan belum terungkap. Kegagalan mengungkap dalang, menurutnya, akan memperkuat praktik kekerasan sebagai alat pembungkaman dan merusak kepercayaan publik terhadap hukum.

Dalam konteks global, Romo Magnis juga menyinggung keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace (BoP) terkait konflik Gaza. Ia mengingatkan agar Indonesia tetap konsisten pada prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif, yakni tidak berpihak pada kepentingan negara tertentu, namun tetap aktif memperjuangkan perdamaian dunia.

Ia menjelaskan bahwa konflik Palestina kini telah berada dalam pusaran kepentingan global. Sejak Perang Enam Hari 1967, isu tersebut tidak lagi semata persoalan kemanusiaan, tetapi juga menjadi bagian dari kalkulasi politik dan ekonomi internasional.

Lebih lanjut, ia menyinggung kecenderungan koalisi tidak resmi antara Amerika Serikat, Israel, dan Arab Saudi yang lebih memprioritaskan pembendungan pengaruh Iran, sehingga isu kemerdekaan Palestina kerap terpinggirkan.

Dalam situasi tersebut, Romo Magnis menekankan pentingnya peran masyarakat sipil sebagai penjaga moral kekuasaan. Ia menyebut kekuatan moral Indonesia di tingkat global sangat ditentukan oleh keberhasilan negara dalam menegakkan hukum, melindungi hak asasi manusia, serta menjamin ruang aman bagi suara kritis.

Di sisi lain, ia juga memberikan catatan kritis terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengingatkan agar program tersebut tidak dijadikan alat legitimasi politik, melainkan dikelola secara transparan dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Ia turut menyoroti keterlibatan TNI dalam program tersebut sebagai potensi penyimpangan dari profesionalisme militer, yang seharusnya tetap berfokus pada fungsi pertahanan negara.

Romo Magnis menegaskan bahwa kekuatan moral Indonesia di kancah internasional hanya dapat terwujud apabila pemerintah berani menegakkan keadilan, menjaga kemandirian politik, serta memastikan seluruh institusi negara berjalan sesuai prinsip demokrasi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA