H. Ahmad Imron/Gus Imron (Foto: Ist) MediaBantenCyber.co.id (MBC), Tangerang — Tiga pesan yang diwariskan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, dinilai menjadi solusi atas kebuntuan arah organisasi di tengah dinamika kepemimpinan saat ini. Hal itu disampaikan H. Ahmad Imron (Gus Imron), pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten.
Menurut Gus Imron, jelang Muktamar NU ke-35, muncul persepsi publik tentang krisis kepemimpinan yang perlu disikapi dengan kembali pada nilai-nilai dasar yang telah dirumuskan para muassis.
“Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU hari ini, kita harus berpegang pada pesan Mbah Bisri. Saya menyebutnya sebagai triple problem solving,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tiga pesan KH Bisri Syansuri tersebut mengandung prinsip mendasar bagi warga NU. Pertama, tidak menjadikan NU sebagai tempat mencari keuntungan pribadi. Kedua, tidak keluar atau membenci NU karena diyakini akan membawa dampak buruk. Ketiga, membesarkan NU dengan aktif mengikuti program-programnya agar kehidupan menjadi berkah.
Gus Imron menegaskan, jika tiga prinsip ini dijalankan secara konsisten, maka arah organisasi akan kembali pada khittah perjuangan yang benar.
Lebih lanjut, ia menilai sosok yang mampu menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu Mbah Bisri, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.
“Kalau yang lain mungkin tidak memiliki beban moral yang sama. Tapi sebagai cucu, Gus Salam diyakini mampu menerjemahkan tiga pesan itu dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Nama KH Abdussalam Shohib kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2022–2027 dan dikenal aktif dalam struktur organisasi sejak lama.
Dalam pernyataan terbarunya, Gus Salam juga telah menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk ketaatan kepada para kiai dan sesepuh, bukan ambisi pribadi.
Di tengah dinamika menuju Muktamar, gagasan tiga pesan Mbah Bisri yang kembali digaungkan dinilai menjadi pengingat penting bahwa penyelesaian persoalan NU tidak hanya bergantung pada figur, tetapi juga pada kesungguhan menjaga nilai dan arah perjuangan organisasi. (*)
Tidak ada komentar