Kunci Mendapat Rezeki yang Barokah

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Jul 2026 10:22 94 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Opini — Bagi umat Islam, rezeki merupakan nikmat yang Allah SWT anugerahkan kepada setiap hamba. Rezeki tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, ilmu, keluarga yang harmonis, waktu yang bermanfaat, serta berbagai bentuk kebaikan lainnya. Allah SWT memberikan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki, bahkan dari jalan yang tidak pernah disangka-sangka.

Salah satu kunci utama untuk memperoleh rezeki yang barokah adalah menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui pelaksanaan shalat wajib lima waktu. Shalat merupakan tiang agama sekaligus sarana seorang hamba memohon pertolongan dan keberkahan kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

Allah SWT berfirman:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(QS. At-Talaq: 2–3)

Namun, memperoleh rezeki tidak cukup hanya dengan beribadah. Islam juga mengajarkan pentingnya ikhtiar atau usaha. Seorang muslim diperintahkan untuk bekerja, berusaha, dan menjemput rezeki dengan cara yang halal, sembari tetap menggantungkan harapan kepada Allah SWT.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ۝ وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ ۝ ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ

Artinya:

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian dia akan diberi balasan dengan balasan yang paling sempurna.”
(QS. An-Najm: 39–41)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap usaha yang dilakukan manusia tidak akan sia-sia. Allah SWT Maha Mengetahui setiap ikhtiar hamba-Nya dan akan memberikan balasan yang adil sesuai dengan usaha, keikhlasan, serta kehendak-Nya.

Karena itu, seorang muslim hendaknya menyeimbangkan antara ikhtiar, ibadah, dan doa. Sebuah pepatah yang sering kita dengar mengatakan, “Usaha tanpa doa adalah kesombongan, sedangkan doa tanpa usaha adalah kesia-siaan.” Meskipun pepatah ini bukan hadis, maknanya mengandung pesan bahwa kehidupan harus dijalani dengan keseimbangan antara bekerja keras dan bertawakal kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, rezeki yang paling baik bukanlah yang paling banyak, melainkan yang paling barokah. Rezeki yang barokah akan membawa ketenangan hati, kebermanfaatan, dan mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa memperbaiki ibadah, memperbanyak doa, meningkatkan ketakwaan, serta terus berikhtiar dengan cara yang halal dan penuh kejujuran. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki yang penuh keberkahan bagi kita semua.

Penulis: Daud Dzulfadhli
Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA