Calon Walikota Rizal Bawazier, Blusukan di Kantong Miskin Kota Tangsel

waktu baca 4 menit
Senin, 9 Mar 2020 01:26 2510 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Pengusaha sukses nasional sekelas Rizal Bawazier yang juga disebut – sebut merupakan calon kandidat terkuat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) penantang Petahana (Incumbent) hasil rekomendasi dari petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS di Jakarta, menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin sejati (tidak canggung dan sombong, kaya tapi mengayomi yang miskin). Didampingi beberapa awak media nasional dan juga lokal Banten seperti MediaBantenCyber.co.id (MBC), Minggu (08/03/2020) siang, mendatangi kediaman Wastiah (38) warga RT 005/011, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, salah satu kawasan wilayah kantong miskin yang ada di Kota Tangerang Selatan, guna memberikan advokasi dan bantuan kemanusiaan kepada warga Kota Tangsel yang belum tersentuh manisnya dana APBD yang konon katanya cukup besar.

Berawal dari informasi masyarakat kepada MediaBantenCyber.co.id (MBC) beberapa pekan yang lalu terkait adanya laporan dari warga masyarakat setempat tentang adanya seorang penyandang disabilitas Tuna Wicara dan juga cacat fisik pada tangannya, yang kondisinya sangat memprihatinkan karena sering mengalami tekanan mental serta persekusi perbal maupun fisik dari saudaranya sendiri. Kepada Rizal Bawazier dan juga dihadapan para awak media, Ibu Yasin tokoh majelis Taklim mushola Al Mubarokah di Gang Mandor, Kelurahan Ciputat, menuturkan bahwa dirinya bersama para kaum Ibu – ibu di wilayah RT 05/011 yang salama ini selalu memperhatikan nasib dan kehidupan Wastiah.

“Dia orangnya sangat rajin mas, walaupun mengalami kekurangan fisik disana – sini. Coba mas lihat saja, di Gang rumah kami keadaannya begitu sangat rapi dan bersih, itu semua dia (Wastiah) yang mengerjakannya. Selama ini Wastiah hidup menumpang ikut adiknya yang juga seorang perempuan yang miskin dengan hanya mengontrak sepetak kontrakkan yang sangat kecil ukurannya. Mungkin karena tekanan mental dan ekonomi  yang menyebabkan adik Wastiah yang ditumpanginya hidup menjadi depresi dan kerap melakukan persekusi perbal dan juga fisik kepada Wastiah,” tutur Ibu Yasin.

Ditambahkan oleh Ibu Yasin bahwa dirinya sudah beberapa kali menyampaikan permasalahan kehidupan Wastiah kepada aparat pemerintahan terkait seperti RT dan Kelurahan, akan tetapi tidak pernah mendapat tanggapan dan respon yang cepat dan positif dari para aparatur pemerintahan Kota Tangsel tersebut. Dan karena tidak pernah ada tanggapan, Wastiah juga sudah beberapa kali ingin mencoba pergi dari rumah kontrakkan yang cuma sepetak tersebut, karena dirinya mengaku sudah tidak tahan dengan perlakuan dan sikap kasar dari adiknya yang ditumpangi tersebut. Dan saat itu juga kami menyarankan kepada yang bersangkutan untuk bersabar dan meyakini bahwa insha Allah pada saatnya nanti, pasti Allah akan mempertemukan dirinya dengan seseorang yang berhati mulia, baik dan tulus untuk menolongnya keluar dari masalah yang selama ini dialaminya.

“Bersabarlah Wastiah, yakinlah suatu saat Allah pasti akan mengirimkan seseorang yang berhati mulia dan baik kepada hamba-Nya yang selalu bersabar saat sedang diuji oleh-Nya. Dan syukur alhamdulillah lewat perantara abang – abang Wartawan, akhirnya hari ini Allah kirimkan Pak Rizal Bawazier sebagai malaikat penolong Wastiah dari berbagai kesusahan dan penderitaaannya yang selama ini dialaminya. Kami doakan semoga Pak Rizal Bawazier yang katanya mau jadi calon Walikota Tangsel akan diijabah niat dan hajatnya oleh Allah SWT. Amiiin,” tandas Ibu Yasin, yang diamini oleh Ibu – ibu Majelis Taklim Al Mubarokah lainnya.

Sementara itu, Rizal Bawazier calon Walikota Tangsel yang juga pengusaha sukses nasional tersebut, dihadapan para awak media pada Minggu (08/03/2020) menyatakan jika dirinya tidak sanggup untuk mendengarkan adanya keluh – kesah dari seseorang yang hidupnya terlunta – lunta seperti Wastiah. Untuk itu dirinya mengaku sudah dan langsung saja membelikan berbagai kebutuhan hidup sehari – hari kepada Wastiah.

“Jujur saya gak sanggup kalau untuk mendengarkan seseorang yang hidupnya terlantar seperti ini. Tadi sudah saya katakan sama Wastiah dan juga para Ibu – ibu majelis Taklim Al Mubarokah, keinginannya untuk dapat ditampung hidup dan bekerja sesuai kemampuannya di Yayasan muslim, insya Allah akan saya usahakan dengan baik. Tetapi sambil menunggu proses tersebut, ya sudah saya putuskan untuk mengontrakkan Wastiah dikontrakkan yang layak dan agak luas terlebih dahulu untuknya tinggal,” tandas Rizal Bawazier, sambil terlihat matanya berkaca – kaca menahan haru atas nasib yang dialami oleh Wastiah. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA