Kampung Dongeng Adakan Cerita Berantai di Sosial Media, Sebagai Gerakan Soliter Untuk Solider Covid-19

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Mar 2020 18:16 1286 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Kampung Dongeng Indonesia sebagai salah satu komunitas yang peduli akan pendidikan turut prihatin dengan meningkatnya penyebaran virus Corona (COVID-19) yang sedang melanda di Indonesia saat ini. Dan sebagai bukti dukungan agar semua orang mengerti akan bahayanya virus Covid-19 yang berasal dari China tersebut, Awam Prakoso, yang dikenal akrab sebagai Kak Awam menginisiasi gerakan mendongeng berantai di sosial media.

Dan tak tanggung – tanggung, pendiri Kampung Dongeng Indonesia tersebut menggandeng puluhan pendongeng di berbagai wilayah Indonesia untuk membuat tiga sekaligus video yang mengedukasi virus yang saat ini sedang mewabah tersebut. Ketiga kegiatan tersebut yaitu, Dongeng Berantai, Puppet Bercerita dan Video Parenting. Para pendongeng yang berasal dari Tegal, Aceh, Medan hingga Palu tersebut membuat masing – masing tim untuk menyiapkan skenario dongeng yang menarik. 

“Ini adalah langkah yang saya ambil untuk persoalan soliter untuk solider, mengajak teman – teman yang walaupun saat ini sedang di rumah saja, tetap masih dapat memberikan kisah – kisah yang bermanfaat. Gerakan berantai ini adalah aksi nasional para pendongeng di Kampung Dongeng, meski sebenarnya mereka tetap melakukan aksi masing – masing di daerahnya sendiri,” tutur Kak Awam Prakoso.

Dan cara Kak Awam mengemas dongeng berantai tersebut sangatlah unik. Pasalnya, setiap pendongeng hanya diberikan waktu sekitar 30 hingga 40 detik saja yang kemudian di edit menjadi satu dongeng yang utuh. Hal tersebut bukanlah perkara yang mudah, mengingat menyatukan berbagai kondisi para pendongeng yang berbeda – beda.

“Bagi saya sendiri kesulitannya adalah saat merekam video, hal itu dikarenakan handphone saya digunakan anak – anak untuk kegiatan daring sekolah, karena tugas sekolah mereka diberikan melalui sosial media juga. Sehingga saya harus syuting di siang hari, yang mana sulit juga karena posisi rumah saya termasuk yang padat penduduknya,” Kenang Nur Danila, pendongeng dari Kuningan Cirebon.

Lebih lanjut Kak Awam berharap melalui edukasi dongeng berantai tersebut akan dapat menggerakkan masyarakat, khususnya para orang tua untuk tetap membangun komunikasi melalui bercerita kepada anak – anaknya.

“Justru gerakan ini kami tujukan untuk menyadarkan pentingnya tetap di rumah saja, agar penyebaran Covid-19 ini tidak semakin meluas agar dapat bisa segera ditangani oleh para dokter. Dan tentunya bukan hanya di rumah saja, melainkan tetap memberikan hiburan yang bermanfaat bagi anandanya. Ini adalah kesempatan bagi para orang tua untuk dekat dan memberikan waktu lebih banyak kepada anak – anaknya,” pungkas Kak Awam. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA