Inflasi Tinggi Hantui Banten: Pengamat Imbau Gubernur Lakukan Hal Ini

waktu baca 4 menit
Jumat, 16 Mei 2025 14:23 399 admin22

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Serang, Inflasi tinggi terus menghantui provinsi Banten, menimbulkan pertanyaan besar mengenai langkah selanjutnya yang perlu diambil untuk mencapai stabilitas ekonomi. Meskipun pertumbuhan ekonomi Banten tercatat mencapai 5,19 persen (YoY) pada triwulan I 2025, tingginya angka inflasi yang mencapai 1,59 persen pada April 2025 menjadi tantangan serius yang harus dihadapi oleh pemerintah provinsi.

Direktur Eksekutif Visi Nusantara, Subandi Musbah, menekankan pentingnya respons cepat dan langkah-langkah fundamental untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman inflasi. Ia mengingatkan bahwa meskipun ada pertumbuhan positif, inflasi yang tinggi dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Banten didorong oleh investasi sektor swasta, terutama di industri kimia dasar dan baja. Namun, Andra Soni sebagai Gubernur Banten tidak boleh terlena dan harus segera mempercepat langkah-langkah untuk mengelola pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian inflasi dan kondisi global,” ujarnya pada Jumat, 16 Mei 2025.

Subandi menambahkan bahwa Andra Soni seharusnya mampu melakukan pemetaan yang efektif untuk membangun pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan inflasi, asalkan dapat mengorkestrasi jajaran bawahannya dengan baik. Namun, hingga saat ini, pemerintah provinsi masih menghadapi masalah serius berupa kekosongan jabatan Sekretaris Daerah dan 14 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sudah tiga bulan sejak kepemimpinan Andra Soni – Achmad Dimiyati Natakusumah, tetapi kekosongan jabatan strategis ini harus segera diatasi agar kebijakan fundamental dapat dieksekusi dengan baik. Jika masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), kewenangan mereka terbatas dan sulit untuk memberikan kontribusi yang optimal,” tegasnya.

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi Banten masih rentan. Pemerintah provinsi belum mengambil langkah konkret untuk melindungi keberlangsungan industri, terutama industri tekstil yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Banten telah ditetapkan sebagai Wilayah Pengembangan Industri dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035, yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri tangguh pada tahun 2035.

“Ketidakpastian ekonomi global dan lemahnya daya beli masyarakat berisiko melemahkan ketahanan industri, bahkan dapat menyebabkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Oleh karena itu, Andra Soni harus segera turun tangan untuk meminimalisir risiko turbulensi ekonomi, jangan sampai berpangku tangan,” tegasnya.

Upaya pemanfaatan realisasi belanja daerah untuk mengendalikan inflasi juga dinilai belum optimal. Meskipun Banten termasuk dalam sepuluh provinsi dengan realisasi belanja tertinggi, data Kemendagri per 7 Mei 2025 menunjukkan bahwa dari empat pos belanja, serapan terbesar adalah belanja operasi dengan Rp1,36 triliun atau 18,81 persen dari total pagu Rp7,28 triliun. Sementara itu, belanja modal yang langsung menyentuh masyarakat masih minim.

Alih-alih meningkatkan daya beli masyarakat untuk menggerakkan sektor swasta, upaya tersebut terhambat oleh potensi praktik korupsi, seperti suap, gratifikasi, dan kickback dalam pengadaan barang dan jasa serta perizinan. Modus ini dapat merugikan dan menghambat pemerataan manfaat ekonomi.

“Temuan KPK seharusnya bisa dicegah jika Andra Soni segera melantik Sekda dan 14 Kepala OPD definitif. Pejabat pelaksana tugas sulit dimintai komitmen dan pertanggungjawaban penuh,” jelas Subandi.

Melihat kondisi ini, Subandi meragukan kemampuan Andra Soni untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi Banten jika struktur perangkat daerah tidak segera dibenahi. Pemerintahan yang dipimpin oleh banyak pejabat pelaksana tugas rentan berjalan lamban dan berpotensi mengalami maladministrasi akibat keterbatasan kewenangan.

“Saya ragu jika pertumbuhan ekonomi Banten bisa diwujudkan untuk kesejahteraan rakyat tanpa perbaikan struktur organisasi. Dibutuhkan komitmen kuat dari Andra Soni agar visi Banten Maju, Adil, Merata, dan Bebas Korupsi tidak sekadar menjadi jargon,” pungkasnya.

Subandi menekankan pentingnya langkah cepat dan tepat dari pemerintah provinsi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menstabilkan inflasi. Ia berharap Andra Soni segera mengambil tindakan strategis demi kelanjutan pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kesuksesan Andra Soni tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menjaga stabilitas harga. Ini adalah tantangan besar yang harus dihadapi dengan serius,” tutupnya.

Dalam menghadapi inflasi yang tinggi, penting bagi pemerintah provinsi Banten untuk segera merumuskan kebijakan yang dapat mengatasi masalah ini secara komprehensif. Langkah-langkah seperti memperkuat sektor industri, meningkatkan investasi, dan memperbaiki infrastruktur dapat menjadi solusi untuk menciptakan iklim ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Dengan adanya komitmen dan tindakan nyata dari Andra Soni dan jajaran pemerintah provinsi, diharapkan Banten dapat mengatasi tantangan inflasi dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Masyarakat Banten menantikan langkah-langkah konkret yang dapat membawa perubahan positif bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan mereka. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA