Jenderal Mustafa Kemal Ataturk Penghancur Kekhalifahan Turki Ottoman, Mati dalam Kehinaan

waktu baca 6 menit
Minggu, 22 Nov 2020 20:46 2368 Redaksi

Oleh : Abu Al Fatih

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Banten, Sungguh hina akhir hayat dari Jenderal Mustafa Kemal Ataturk, penyakit sirasis hati (liver) dan juga penyakit lainnya telah menggerogotinya cukup lama hingga matinya sangat mengenaskan dalam usia 57 tahun. Kemal Ataturk lahir di Selanik (Thessaleniki Yunani) 19 Mei 1881. Jules Archer bercerita sejak kecil Kemal Ataturk berwatak sombong, dingin dan angkuh. Setelah dewasa dia juga karakternya tidak berubah, bahkan perilakunya bertambah biadab, kejam dan  pemabuk berat.

Archer menambahkan Kemal adalah laki – laki sinting, gila, dan jahat, terlihat saat dia membakar puluhan warga Yunani hidup – hidup dan membuangnya ke laut merah. Kemal Ataturk sebenarnya adalah mata – mata dari Inggris keturunan Yahudi yang ditugaskan untuk menghancurkan Khilafah dari tubuh kaum muslimin.

Mustafa Kemal Ataturk masuk ke Istambul Turki dan bergabung dengan organisasi persatuan dan kemajuan sebagai oposisi Daulah Utsmani yang bekerjasama dengan Eropa. Kemudian ia berhasil melucuti dan menyingkirkan Khalifah Abdul Hamid II. Hingga Khalifah dan keluarganya diusir dari Istambul, dan bagi yang membangkang akan dibunuh.

Saat itu bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M, dan Badan legislatif Turki mengangkat Mustafa Kemal Ataturk sebagai presiden pertama Turki. Dan 20 hari kemudian, secara resmi Kekhilafahan Islamiyah Turki Usmani diruntuhkan dan digantinya menjadi negara Turki sekular. Hingga syariat Islam satu demi satu dihapuskan. Termasuk bahasa Arab yang pada waktu itu adalah bahasa resmi negara, dirubah menjadi bahasa Turki, dan seruan azan yang berbahasa Arab digantinya menjadi bahasa Turki.

Pakaian muslimah yang awalnya menutup aurat dengan sempurna, dipaksa mengikuti aturan barat. Dan Masjid Aya Sofia yang menjadi simbol kebanggaan saat penaklukan Kekaisaran besar Konstantinopel dialihkan jadi museum negara, dan Undang – undang negara berpedoman kepada barat dan kesepakatan bersama.

Mustafa Kemal Ataturk juga yang menghapus segala bentuk hukuman syariah. Dia yang menghapus hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina, hukum qisas bagi pembunuh, lalu digantinya dengan hukuman penjara.

Wilayah – wilayah yang masuk daerah kekuasaan Kekhalifahan Turki Usmani dimerdekakan secara politis dan dibagi – bagi kepada kaum kafir penjajah negara Eropa (kafir). Diantaranya Arab Saudi, Irak, Suriah, Yaman dan negeri – negeri muslim lainnya tunduk dalam kendali negara Eropa barat. Dan dalam kondisi tersebut, Mustafa Kemal Ataturk sudah berperilaku seperti raja Fir’aun dari Mesir dahulu yang bersikap sombong dan pembangkang.

Suatu ketika, Mustafa Kemal Ataturk berpidato di tengah – tengah para militer khilafah yang sudah ada dalam kekuasaanya. Dalam pidatonya dia berkata dengan angkuh, “Sekarang siapa yang berkuasa aku atau Tuhan?”, dan dengan perasaan takut dan terpaksa, para militer menjawab serentak, “engkaulah sekarang yang berkuasa paduka”. Mendengar jawaban tersebut, Mustafa Kemal Ataturk tersenyum dibibirnya dengan rasa bangga.

Namun, ternyata Mustafa Kemal Ataturk lupa bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang sama dengan manusia lainnya, tepat pada akhir Oktober 1938 M, dia terkena penyakit kulit yang ganas. Dokter pribadinya mengoleskan salep dikulitnya yang luka akibat garukan kukunya. Penyakit lainnya pun bermunculan, mulai dari penyakit sirasis hati, malaria, kelamin menggerogotinya dengan cukup parah.

Dr Abdullah ‘Azzam dalam bukunya Al-Manaratul Mafqudah, menjelaskan prosesi saat ajal Mustafa Kemal Ataturk sangatlah mengerikan. Sebuah cairan berkumpul  ditubuhnya secara kronis, dokternya kemudian berusaha mengeluarkan cairan itu dengan  memasukkan jarum ke dalam tubuhnya. Namun hasilnya nihil, akibatnya malah perutnya bertambah besar dan kakinya membengkak, ingatannya mulai melemah dan darah mengalir dari hidungnya tiada berhenti. Wajahnya pucat pasi menyerupai tengkorak akibat penyakitnya yang mengerikan tersebut.

Tidak cukup sampai disitu, rasa panas pun menyelimuti tubuhnya, segala jenis pendingin udara  tidak mampu untuk menghilangkan rasa sakit dan panas yang dirasakannya. Penyakit gatal – gatal yang dialaminya semakin bertambah parah, sampai – sampai jeritan kesakitan dan memilukan keluar dari bibir Mustafa Kemal Ataturk terdengar dari dalam  hingga luar istana.

Tubuhnya yang panas, mengakibatkan Mustafa Kemal meminta dirinya dikeluarkan dari istana. Dia meminta agar dibawa ke tengah lautan untuk menurunkan suhu tubuhnya. Akan tetapi tubuhnya tetap panas dan suhunya bertambah naik. Hingga puncaknya pada tanggal 10 November 1938 Masehi pagi hari. Mustafa kemal Ataturk Laknatullah MATI dengan HINA mengenaskan, setelah melalui sakaratul maut yang amat sangat mengerikan.

Akan tetapi, Kehinaan yang dihadapi sang penghancur Kekhalifahan Turki Usmani tersebut tidak berhenti hanya menjelang kematiannya. Ketika dia matipun, berbagai keganjilan dan kehinaan bertubi – tubi ia rasakan. Ketika prosesi pemakaman jenazahnya akan dilakukan, para ulama Turki menolaknya. Hingga 8 hari jenazah Jenderal Mustafa Kemal Ataturk yang sangat Sombong dan kejam serta dzolim kepada ulama dan umat Islam Turki tersebut belum juga diurus dan dimandikan oleh kaum muslimin.

Baru hari pada hari ke- 9, Jenazahnya diurus oleh para ulama atas desakan dan permohonan yang memelas – melas dari adik perempuan Mustafa Kemal Ataturk. Lalu dilakukan proses memandikan jenazah hingga menguburkan Jenderal Sombong pembenci ulama dan umat Islam tersebut.

Namun, saat prosesi penguburan jenazah dilakukan, sungguh naas, saat jenazahnya akan dimasukkan ke liang lahat, tiba – tiba jenazahnya TERLEMPAR ke atas. Hingga berkali – kali dimasukkan, tapi selalu terlempar ke atas (Ditolak bumi).

Hingga akhirnya para ulama Turki sepakat untuk menempatkan jenazahnya Mustafa Kemal Ataturk di bukit di Ankara dengan ditimbun banyak bebatuan. Dan 15 tahun kemudian, jenazahnya coba kembali untuk dikuburkan ke dalam tanah, akan tetapi hasilnya sama, Bumi tetap MENOLAK untuk menerimanya jenazahnya dikuburkan di dalam tanah.

Dan akhirnya para ulama menyepakati, jenazahnya Kemal Ataturk akan dimasukan ke dalam museum Etnagrafi Ankara Turki, dan jenazahnya ditimbun dengan bebatuan marmer seberat 44 Ton (azab manusia/jenderal yang dzolim).

Pemakamannya hingga saat ini akan dapat dijumpai ketika berkunjung ke Etnografi Ankara Turki. Akan tetapi ketika akan memasuki museum tersebut biasanya para penjaga museum akan menyemprotkan pengharum wewangian ke pakaian tiap pengunjung. Karena ketika mendekati makam Jenderal Mustafa Kemal Ataturk, akan tercium aroma bau busuk lebih dari bangkai, aroma busuk bukan dari WC atau sampah, tapi dari jenazah Mustafa kemal Ataturk sang Jenderal Dzolim penghancur Kekhalifahan Turki Utsmani

Demikianlah sekelumit kisah sang Jenderal SOMBONG penghancur Daulah Islamiyah Turki Ustmani. Semoga kisah ini dapat kita ambil hikmahnya sebagai pelajaran dan peringatan. Siapa saja yang mencoba untuk menjagal, menolak, mengkriminalisasi ulama dan umat Islam akan berhadapan dengan Allah SWT.

Lihatlah Jenderal Mustafa Kemal Attaturk yang Sombong dan Angkuh, menjelang kematian dan hingga matinya dihinakan oleh Allah SWT sehina – hinanya dan di hari pembalasan kelak di padang Mahsyar akan mendapatkan azab sepedih – pedihnya. Seharusnya para pembenci ulama dan umat Islam yang anti Khilafah sadar dan mengambil pelajaran dari kisah Jenderal Kemal Ataturk ini, agar tidak mengalami hal yang sama dengan Mustafa Kemal Ataturk. (redaksi).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA