Jika Setuju Tiga Periode Maka Rakyat Akan “MENAMPAR” Muka Jokowi !

waktu baca 3 menit
Minggu, 20 Jun 2021 08:28 565 Redaksi

Oleh: M Rizal Fadillah MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Bandung, Menarik peristiwa penamparan wajah Presiden Perancis Enmanuel Macron. Penampar, Damien Tarel, memang tidak menyukai Macron dengan alasan tukang bohong. Ia akhirnya dihukum penjara 4 bulan. Damien menyatakan sebenarnya tidak berniat menampar tetapi ketika melihat wajahnya yang “bersahabat” tapi tukang bohong maka secara spontan ia merasa jijik dan menamparnya.__________ Baca Juga : Jalih Pitoeng Ajak Rakyat Untuk Bangkit Melawan Kezaliman di Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Ketika Presiden Jokowi diisukan ingin memperpanjang masa jabatan hingga tiga periode, seketika ia membantah dan menolaknya bahkan dengan raut wajah serius Jokowi menyatakan bahwa ada tiga kemungkinan orang yang mendorongnya agar menjabat 3 periode yaitu pertama, ingin “menampar muka saya” kedua, “mencari muka” dan ketiga, “ingin menjerumuskan saya”.

Tercatat sudah dua politisi yang mendukung  agar Jokowi maju lagi untuk periode ketiga yaitu Waketum PKB Jazilul Fawaid dan mantan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono. Kini muncul Komunitas Jokpro 2024 pimpinan Qadari yang memasangkan Jokowi dengan Prabowo untuk Pilpres 2024. Qadari yakin pasangan ini akan menang. Atas usulan ini belum ada sikap dari Jokowi sendiri.

Jokowi harus menunjukkan sikap konsisten untuk menolak bahkan menegur gerakan Qadari. Jika Jokowi diam maka rakyat akan menduga bahwa Komunitas Jokpro itu muncul atas restu atau buatan Jokowi sendiri. Bagaimana Jokpro harus membiayai jika “ikhlas” berjuang ? Jokowi pun harus mulai bergerilya untuk mendapat dukungan dari partai-partai dalam  mengamandemen Konstitusi.

Dalam acara temu Relawan Nasional, Jokowi menyatakan “ada saatnya saya tentukan arah kapal besar relawan Jokowi”. Pernyataan ini dikemukakan setelah melihat bahwa relawan telah ditarik-tarik untuk mendukung Capres-Capres 2024. Nah kemunculan Jokpro 2024 pimpinan Qadari menimbulkan dugaan bahwa Jokowi telah memberi jawaban atas arah yang dimaksud.

Baca Juga : Maka Gus Tunggak Siap Selamatkan Garuda Bersama Rakyat Indonesia

Sebenarnya masih samar jawaban itu, pertama siapkah Prabowo sekedar menjadi Cawapres dan kedua, mungkinkah PDIP mendukung Jokowi kembali. Tidak mudah nampaknya PDIP membuang Puan. Upaya keras untuk suksesnya pasangan Prabowo-Puan menjadi buyar. Hubungan Jokowi dengan Megawati juga tidak terlalu erat, bahkan dalam beberapa hal bertolak belakang

Gelombang penolakan Jokowi 3 periode  akan membesar. Rakyat melihat dan merasakan bahwa Jokowi telah gagal memimpin bangsa. Untuk bertahan hingga 2024 saja sudah sangat berat, apalagi sampai diperpanjang. Isu penolakan mudah untuk mendapat simpati dan berpotensi untuk menggelinding dengan cepat.

Jika sikap Jokowi “yes” untuk tiga periode maka rakyat mungkin akan menampar wajah Jokowi dan berteriak serempak “stop sampai disini, tuan Presiden” lalu tahun 2O24 pun  hanya  tinggal impian. Jokowi menjadi seperti Macron yang  berwajah “bersahabat” tapi tukang bohong. Gembira saat mendekati penyambut, terkejut ketika tamparan menghinakan yang diterima.

Seperti kata Jokowi sendiri bahwa dukungan tiga periode itu “menampar muka saya” karenanya ketika banyak dukungan, maka yang terjadi adalah mereka beramai-ramai sedang menampar muka Jokowi. Mereka hanya mencari muka untuk kemudian menjerumuskan. Sementara Jokowi terlanjur bersikap ambivalen alias plin plan. Kasihan..oh…kasihan.(BTL)

Penulis adalah Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA