MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kabupaten Tangerang, Sungguh sangat memprihatinkan dunia pendidikan Kabupaten Tangerang, dua pelajar SMP yaitu pelajar SMPN 3 Kosambi (Costa) dengan pelajar SMP Hidayaturrohman (Hiro) pada Senin (22/05/2023), terlibat tawuran dengan saling menggunakan Senjata tajam (sajam). Peristiwa tersebut terjadi di jalan raya depan sekolah SMPN 3 Kosambi atau Costa 3 Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 22 Mei 2023 sore, pukul 15.00 Wib.
Akibat adanya peristiwa tawuran yang sangat memalukan dan mencoreng dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas yang luar bisa dan sangat mengganggu ketertiban umum dan masyarakat yang sedang beraktivitas. Dan sesaat terjadi peristiwa tawuran antar dua kelompok pelajar tersebut, warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Satpol PP Kecamatan Kosambi.
Mendengar laporan dari warga masyarakat tersebut Satpol PP Kecamatan Kosambi langsung tanggap dan datang ke lokasi. Melihat Satpol PP datang, kedua kelompok pelajar yang Diduga kurang pembinaan mentalnya dari masing-masing sekolahnya tersebut langsung lari tunggang-langgang terbirit-birit berhamburan untuk melarikan diri. Bahkan di depan Kecamatan Kosambi seorang pelajar yang membawa motor hingga terjatuh masuk ke dalam selokan karena ketakutan dengan datangnya petugas Satpol PP tersebut.
Baca Juga : Memprihatinkan, Warga Kosambi Kabupaten Tangerang Dibiarkan Mencuci Pakaian di Kali yang Kotor

Dan berkat kesigapan dari para petugas Satpol PP datang ke lokasi tawuran kedua pelajar SMP tersebut, berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa diantara kedua kelompok pelajar SMP yang terlibat tawuran.
Baca Juga : Miris Sarana Pendidikan di SDN Curug Manis Kota Serang Memprihatinkan
Menurut informasi masyarakat setempat, awal peristiwa terjadinya tawuran antar kedua kelompok pelajar tersebut akibat saling ejek-mengejek antar pelajar dua sekolah tersebut.
“Mereka masing-masing memegang senjata tajam pada saat ingin tawuran tadi,” kata Kodar, warga setempat dalam keterangannya kepada awak media.
Ia menambahkan, saat mendengar akan terjadinya tawuran kedua pelajar tersebut, guru dan pelajar SMPN 3 Kosambi keluar berhamburan untuk melihat kejadian tersebut. Dirinya berharap kejadian memalukan dan mencoreng dunia pendidikan tersebut tidak akan terulang lagi di wilayah Kosambi khususnya dan di Kabupaten Tangerang pada umumnya.
“Hal memalukan begini ngak perlu di contoh oleh pelajar dan sekolah lainnya, sangat dan mencoreng dunia pendidikan,” tandasnya.(Budi)
Tidak ada komentar