MER-C MENGECAM KERAS Aksi Pembakaran Al Qur’an oleh Paludan di Swedia

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Jan 2023 21:16 500 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kecam keras aksi pembakaran Al Qur’an yang kembali dilakukan oleh Rasmus Paludan, di Stockholm Swedia pada Sabtu (21/01/2023). Ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya Rasmus Paludan, seorang politisi Swedia juga pernah menggelar sejumlah demontrasi dengan aksi membakar Al Qur’an.

dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C

MER-C sangat menyayangkan pembiaran yang dilakukan Pemerintah Swedia terhadap aksi pembakaran kitab suci umat Islam, sehingga kejadian ini bisa terus berulang.

Baca Juga : JMSI Pusat Kecam Aksi Pengancaman Terkait Pemberitaan Kepada Pemred Koransn, dan Minta Kapolda Sumsel Tangkap Oknum Pengancamnya

“Kami mempertanyakan Pemerintah Swedia yang tidak mencegah aksi penistaan dan pelecehan agama Islam tersebut, bahkan memberikan izin atas nama kebebasan berekspresi. Padahal tindakan ini sangat berbahaya bagi kerukunan umat beragama tidak hanya di Swedia namun juga di seluruh dunia,” ujarnya.

Baca Juga : Pelanggan Keluhkan Layanan Internet IndiHome

Untuk itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad meminta Pemerintah Swedia agar segera mengambil tindakan tegas dengan menghukum pelaku dan meminta maaf kepada umat Islam di dunia.

Baca Juga : YLBHI dan 16 LBH se-Indonesia Kecam Aksi Brutal Represif Aparat Kepolisian Saat Tangani Unjuk Rasa Rakyat Menolak UU Cipta Kerja

“Kami minta Pemerintah Swedia dapat segera bertindak tegas terhadap praktek-praktek penistaan agama seperti ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pembakaran kitab suci Al Qur’an akan memancing kemarahan umat Islam dunia. Pemerintah Swedia sebaiknya segera meminta maaf kepada umat Islam di dunia atas pembiaran aksi tersebut,” tegasnya.

Baca Juga : Koalisi Keadilan untuk Kinipan Kecam Keras Penangkapan Ketua Adat Laman Oleh Polda Kalimantan Tengah

Di sisi lain, Sarbini juga berharap Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bisa mengambil sikap atas aksi pembakaran Al Qur’an di Swedia sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi.(BTL)

Baca Juga : KontraS Kecam Keras Dugaan Praktek Perbudakan Modern Oleh Bupati Langkat Non Aktif Terbit Rencana Perangin-Angin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA