MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Terkait masih banyaknya permasalahan pengolahan sampah di Kota Tangerang Selatan dan khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong hingga menyebabkan terjadinya ambrolnya Sheet Feel di TPA Cipeucang pad hari Jumat (29/05/2020) dinihari, menyebabkan kegusaran dari Sekretaris bersama (Sekber) Jeletreng Kota Tangsel.
Zarkasih Tanjung Sekretaris Sekber Jeletreng Kota Tangsel mengatakan bahwa Kota Tangerang Selatan yang memiliki motto Cerdas, Modern dan Religius tersebut, sebenarnya memiliki kemampuan baik dari segi finansial maupun SDM untuk dapat mengelola sampah yang dihasilkan oleh warga masyarakatnya secara baik dan modern, akan tetapi mengapa Pemkot Tangsel (DLH) justru saat ini masih melakukan hal PRIMITIF dalam pengelolaan sampah hasil produksi warga masyarakatnya.
“Katanya Kota Tangsel adalah Kota yang modern ?, tetapi mengapa pengelolaan sampahnya masih dilakukan dengan cara yang masih tradisional alias PRIMITIF. Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan oleh pihak DLH Kota Tangsel untuk mengelola sampah secara baik dan menggunakan teknologi modern, tinggal Pemerintah Kota Tangsel dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) nya MAU atau TIDAK melakukannya,” tandas Zarkasih Tanjung, Sabtu (06/06/2020) pagi.

Masih menurut Zarkasih Tanjung, sebenarnya banyak hal juga yang menjadi pertanyaan besar terkait keberadaan TPA Cipeucang tersebut, yaitu mengapa bisa TPA Cipeucang berada di tepi sungai Cisadane. Apakah ada Amdalnya ?, jika ada Amdalnya kok bisa pihak DLH Kota Tangsel berani mengeluarkan Amdal nya. Hal itu menurut Sekber Jeletreng yang harus diselidiki dan diungkap. Menurutnya pengelolaan sampah itu tidaklah berkutat pada TPA Cipeucang saja.
Zarkasih menyoroti seharusnya Pemkot Tangsel harus tegas terhadap pelaku – pelaku lain yang setiap hari memproduksi sampah dalam jumlah besar, misalkan Pasar tradisional, Mall, Hotel dan juga restoran.
“Pasar Tradisional, Mall, Hotel dan Restoran di Kota Tangsel ini sepengetahuan kami semuanya tidak ada yang memiliki tempat pengelolaan sampah. Yang ada hanya tempat pembuangan sampah saja, jadi mindset SDM nya itu ya cuma bisa buang sampah saja, tidak memikirkan bagaimana sampah – sampah yang dihasilkan oleh para pelaku tempat usaha tersebut dikelola dengan baik agar dapat mengurangi beban TPA Cipeucang.
Pemkot Tangsel (DLH) kedepannya harus lebih tegas, setiap pasar Tradisional, Mall, Hotel dan Restoran yang tidak memiliki tempat pengelolaan sampah, jangan diperpanjang lagi izinnya. Harus ada ketegasan dari pemkot Tangsel agar semua pihak memiliki rasa tanggung – jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kota Tangsel menjadi semakin baik dan benar serta seimbang dengan ekosistem seluruh mahluk hidupnya,” pungkas Zarkasih Tanjung, Sekber Jeletreng Kota Tangsel.(BTL)
Tidak ada komentar