Pengamat Politik LIPI Syamsuddin Haris Kritik Prabowo Mau Jadi Menteri

waktu baca 2 menit
Rabu, 23 Okt 2019 13:36 11236 Redaksi

Mediabantencyber.co.id – Jakarta, Bergabungnya mantan Capres Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia kerja jilid II Pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin, mendapat kritikan keras dari Pengamat Politik LIPI Prof Dr Syamsuddin Haris MSi. Hal tersebut disampaikan Prof Syamsuddin Haris dalam sebuah diskusi Politik di Jakarta pada Rabu (23/10/2019) Pagi.

Menurut Prof Syamsuddin, dengan mau ikut bergabungnya mantan rivalitas kuat Jokowi tersebut dalam Pilpres 2019, menyebabkan terjadinya kemunduran demokrasi di Indonesia.

“Untuk kepentingan politik, bergabungnya Prabowo dalam kabinet Indonesia kerja jilid II itu Sah – sah saja. Akan tetapi untuk berkembangnya iklim demokrasi yang sehat dan kuat di Indonesia, bergabungnya Prabowo dan partai Gerindra dalam kabinet Jokowi merupakan musibah dan sakitnya demokrasi yang baik di Indonesia,” tandasnya.

Ditambahkan Prof Syamsuddin, bahwa Negara demokrasi itu sangat membutuhkan Oposisi yang kuat sebagai penyeimbang Check and Balance atas kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Menurutnya buat apa diadakan Pilpres yang mahal  untuk berkompetisi dalam rangka membangun demokrasi yang sehat, jika Ujung – ujungnya hanya berbagi kekuasaan saja.

“Demokrasi itu harus ada Oposisi yang kuat sebagai penyeimbang kekuasaan. Jika oposisinya tidak kuat dan kekuasan eksekutif terlalu dominan ditangan Pemerintah, maka hal tersebut akan cenderung membawa pada kekuasaan yang Otoriter dan Sewenang – wenang. Sangat disayangkan Prabowo mau masuk menjadi anggota Kabinet Menteri, dan ini jelas sinyal mundurnya kualitas demokrasi yang sehat dan baik bagi Indonesia,” pungkasnya. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA