MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Bertempat di Musholah As Salam cluster Venice Graha Raya, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara (Serut) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pengurus Cabang Muhammadiyah dan Pengurus Cabang Aisyiyah Muhammadiyah (PCM/PCA) dan jug Pengurus Ranting dan Pengurus Ranting Aisyiyah Muhammadiyah Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Ahad/Minggu (05/01/2025) bada sholat Subuh Berjamaah, kembali menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Ahad Subuh (SAS).
Dari pantauan MediaBantenCyber.co.id di lokasi acara, tampak jamaah warga Muhammadiyah Kelurahan Paku Jaya bersama jamaah musholah As Salam cluster Venice Graha Raya cukup berjubel memenuhi seluruh ruangan musholah untuk mengikuti sholat Subuh Berjamaah dan juga mendengarkan tausyiah Subuh yang kali ini menghadirkan pembicara akademisi PP Muhammadiyah yang sebelumnya bertugas di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Prof Dr Ahmad Najib Burhani, MA, dan tema yang diangkat adalah “Dakwah Melalui Sains dan Teknologi”.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Muhammadiyah Kelurahan Paku Jaya yang juga menjabat sebagai Ketua DKM As Salam cluster Venice Graha Raya Bintaro Ustadz H. Rudi Anhar, ST mengatakan bahwa dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ketua RW 021 cluster Venice Graha Raya, kepada bapak H. Turhairudin perwakilan PWM Muhammadiyah Provinsi Banten, kepada Ketua PCM Serpong Utara Dr Hery Kustanto, kepada ketua-ketua PRM dan PRA se-Kecamatan Serpong Utara serta seluruh jamaah Muhammadiyah dan Musholah As Salam cluster Venice Graha Raya yang sudah berkenan menghadiri acara bulanan SAS PCM Serpong Utara di Musholah As Salam.

“Tak lupa juga saya ucapan terimakasih kepada para sponsor seperti LazisMu BSD, mie Instan LezatMu dan juga bank BSI cabang pembantu Graha Raya, dan juga Ibu-ibu Aisyiyah PCA Serpong Utara dan PRA Paku Jaya yang telah mendukung dan mensuport baik pikiran, tenaga maupun dana sehingga kegiatan SAS ini dapat terselenggara dengan sangat baik seperti ini,” ucap Ustadz Rudi Anhar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCM Serpong Utara Dr. H. Hery Kustanto, MM, menjelaskan tentang kegiatan dan keberadaan ormas Muhammadiyah PCM Serpong Utara dari sejak didirikan hingga saat ini yang telah memiliki berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mulai dari Klinik dan sekolah PAUD serta TK Muhammadiyah Serpong Utara yang berlokasi di Perguruan Muhammadiyah Cicentang, Serpong BSD, Lembaga Amal Zakat dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu BSD dan sekitarnya) dan juga amal usaha Mie instan Lezatmu yang diproduksi oleh PT Azam Tawakal Berkemajuan (ATB).
“Dan untuk kegiatan Silaturahmi Ahad Subuh kali ini adalah yang keenam kalinya (6 bulan-red) yang telah dilaksanakan oleh PCM dan PCA Serpong Utara bersama 8 PRM dan PRA nya. Dan direncanakan PCM Serpong Utara juga akan menjadi DapurMu untuk pemberian makan gratis dari Pemerintah pusat kepada sekolah-sekolah yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini oleh Kemendikdasmen,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Dr Ahmad Najib Burhani, MA, saat menyampaikan materi tausyiah nya tentang “Dakwah melalui Sains dan Teknologi”. Dan mengawali pemaparan tausyiahnya, Prof Ahmad Najib menyampaikan apresiasi kepada PCM Serpong Utara dari mulai didirikan yang tergolong masih sangat muda namun memiliki Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang cukup banyak. Dalam kesempatan yang sama Prof Ahmad Najib juga menyampaikan permintaan maaf karena keilmuan yang dikuasainya adalah soal Sains dan Teknologi, maka jika dalam penyampaian tausyiah dirinya tidak seperti Sekretaris umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti yang pandai bersenda gurau saat memberikan tausyiah.
“Apa itu makna dakwah kultural? Saya mengutip ucapan dari bapak Prof Dr Haedar Nasir ketua PP Muhammadiyah yang mengatakan bahwa dakwah kultural adalah dakwah biasa tapi memperhatikan manusia sebagai makhluk budaya. Ini inti dari dakwah kultural”. Dengan bahasa lain, dakwah kultural adalah kegiatan dakwah dengan memperhatikan potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas dalam rangka menghasilkan kultur baru yang bernuansa Islami atau kegiatan dakwah dengan memanfaatkan adat, tradisi, seni dan budaya lokal dalam proses menuju kehidupan Islami,” terangnya.
Ditambahkan Prof Ahmad Najib, dakwah itu harus memiliki rasionalisasi dan juga demistifikasi. Karena menurutnya, tidak semua elemen dan bentuk budaya itu compatible dengan prinsip-prinsip agama Islam. Dan tidak seluruh budaya itu bersifat universal dan bisa diterima semua umat manusia.
“Semangat Muhammadiyah dalam urusan agama adalah modernisasi dan rasionalisasi. Dalam merespon budaya, semangat ini lantas dipadu dengan proses demistifikasi dan juga demitologisasi. Dan pendekatan ini sebetulnya tidak khas KH Ahmad Dahlan atau Muhammadiyah, RA Kartini dan Boedi Oetomo juga bersikap yang mirip terhadap beberapa elemen budaya Jawa,” tandasnya.
Menutup tausyiah akademisnya, Prof Ahmad Najib mengatakan bahwa Muhammadiyah itu sarat akan rasionalisasi dan budaya. Karena
sebagian masyarakat Jawa berpandangan bahwa hari ini adalah zaman kolobendu (malapetaka, ketidakberuntungan, kesulitan, dan bencana). Dan sejarah adalah cakra manggilingan (gerak kembali yang abadi), diwujudkan dengan kalendernya yang berputar terus.
“Sebaliknya, bahwa Muhammadiyah berpikir progresif. Tidak mungkin Islam lenyap dari seluruh dunia. Tapi tidak mustahil Islam hapus dari bumi Indonesia. Siapakah yang bertanggungjawab?” untuk menghindarinya, maka perlu berpikir kedepan dan tak malu untuk meniru langkah misionaris Kristen. Dan konsep lain yang diubah Muhammadiyah adalah konsep perwira (kemewahan) dalam ritual (pernikahan / kematian) yang diganti dengan konsep samadya (kesederhanaan),” pungkas Prof Dr Ahmad Najib Burhani, mengakhiri tausyiah nya di acara SAS PCM Muhammadiyah Serpong Utara.
Turut hadir dalam kesempatan ini, Dr. Agus Wahyudi Bendahara PWM Muhammadiyah Provinsi Banten, Ir. H. Sudijono Bendahara PCM Serpong Utara, H. Nanang Yulianto dan H. Totok Suhartono (Direktur utama dan Komisaris PT ATB) produsen Mie Lezatmu, dan juga Ketua serta pengurus PCA, PRM, PRA Aisyiyah se-Kecamatan Serpong Utara.
Kegiatan SAS diakhiri dengan sarapan pagi bersama dengan menu yang telah disajikan dengan manis dan rasa yang super lezat membahana oleh ibu-ibu Aisyiyah PCM dan PCA Serpong Utara berupa menu Soto khas Jawa Timuran.(Are/Red-MBC)
Tidak ada komentar