Terkait Larangan Berpuasa Kepada Muslim Uyghur, Ratusan Massa HUPI KEPUNG Kedubes China di Jakarta

waktu baca 3 menit
Rabu, 5 Apr 2023 22:39 445 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id(MBC) Jakarta, Ratusan orang Mengepung kedutaan besar China di Jalan Mega Kuningan No 2, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (04/04/2023). Massa aksi yang tergabung dalam Humanity United Project Indonesia (HUPI) menyuarakan aspirasi terkait kondisi masyarakat suku Uighur yang hingga saat ini masih TERDISKRIMINASI oleh pemerintah Republik Rakyat China. 

Askan Nor selaku koordinator lapangan dalam orasinya menyampaikan bahwa mereka merasa semakin tersakiti ketika mendengar kondisi terkini bahwa masyarakat minoritas Muslim Uyghur dipaksa untuk tidak berpuasa.

Baca Juga : Ratusan Massa Tuntut Tuntaskan Dugaan Jual Beli Aset Negara untuk TPST Bojong Menteng Serang

“Sebagai ummat islam kita merasakan betul bahwa satu muslim dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara. Dan bangunan umat Islam laksana satu batang tubuh, yang jika satu bagiannya sakit, maka bagian yang lain ikut merasakan sakit tersebut. Saat ini diskriminasi bermodus deradikalisasi menuntut agar ummat muslim Uyghur tidak berpuasa”, tutur Askan mengawali orasi.

Lebih lanjut pemuda yang akrab disapa Askan putra daerah yang berasal dari Pasaman Barat ini menyatakan penderitaan muslim uyghur bukan hanya penderitaan ummat muslim, tapi juga penderitaan semua ummat manusia, Karena untuk merasakan penderitaan Uyghur tidak harus menjadi muslim tapi cukup menjadi manusia.

Baca Juga : Konsisten Tolak TPSA Bojong Menteng, Ratusan Massa Usir Alat Berat dari Area Proyek

“Kawan-kawan penderitaan muslim Uyghur bukan hanya penderitaan kita ummat muslim, tapi juga penderitaan setiap manusia yang masih punya hati Nurani dan pikiran yang sehat,” tegasnya. 

Hasman Juntak juga mengingatkan bahwa Indonesia selalu berdiri untuk mewujudkan kemanusian yang beradab dan penghapusan penjajahan karna tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Baca Juga : BPN Didemo Ratusan Ribu Massa Terkait NIB Mafia Tanah di Kabupaten Tangerang

“Mari kita ingat dalam pancasila pasal 2 bahwa kitab berikrar menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab serta menentang segala bentuk penjajahan, terkhusus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang terjadi di Uyghur karna tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” ungkapnya secara lugas.

Hasman sebagai Pimpinan HUPI mengatakan bahwa turun aksi untuk menggalang suara kebenaran adalah salah satu Langkah pasti.

Baca Juga : Ratusan Ribu Massa Pendukung Balon Kades Geruduk Kantor DPRD Tangerang

“Aksi 7 Juli 2022 di Kedubes China kita lakukan, kini 2023 kita Kembali mengajak masyarakat untuk menyampaikan suara kebenaran sebagai langkah kongkrit dan pasti untuk mendorong kedamaian,” harapnya.

Adapun tuntutan aksi meraka mencakup 4 point yaitu:

  1. Menuntut Pemerintah China berikan kebebasan dalam melaksanakan Ibadah dan Puasa Ramadhan.
  2. Menuntut pemerintah China menghentikan genosida dan diskriminasi etnis Uighur.
  3. Menuntut keterbukaan informasi dan akses investigasi lembaga independen.
  4. Mendesak pemerintah China menjamin kebebasan beragama dan penghentian penghancuran (alih fungsi rumah ibadah/masjid).

Baca Juga : Lagi, Ratusan Ribu Massa Bersama Para Santri Gelar Istighosah Penolakan PLTPB Geothermal

Sebagai informasi Tidak kurang dari (diperkirakan) 1 juta muslim Uyghur ditahan paksa dan dijebloskan ke dalam kamp konsentrasi tersebut dengan dugaan kuat bahwa di dalam sana mereka dipaksa menjadi tenaga kerja tanpa hak-hak yang diberikan dengan sepadan, apalagi informasi yang menyatakan di dalam kamp-kamp tersebut juga terjadi pemasungan kebebasan beragama.

Aksi berlangsung damai yang dimulai pukul 14.00 s/d 16.00, meskipun dalam keadaan berpuasa peserta tidak patah semangat untuk mengikuti aksi tersebut dan bubar dalam keadaan damai dan tertib.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA