Warga RW 04 Ciater Permai BINGUNG, Dapat Kuota BLT 60 KK yang Keluar Hanya 4 dan Orang Mampu

waktu baca 5 menit
Kamis, 25 Jun 2020 21:52 473 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Puluhan warga RW 04 perumahan Ciater Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan RESAH dan BINGUNG dengan data warga penerima Bantuan Sosial (Bansos BLT) yang dikeluarkan oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan. Pasalnya dari Kuota 60 KK yang diberikan oleh pihak Kelurahan Ciater kepada warga RW 04 yang terdiri dari 6 RT tersebut, ternyata yang keluar HANYA 4 orang Kepala Keluarga (KK) dan itu pun keempat orang tersebut bukanlah nama – nama warga RW 04 yang diusulkan oleh keenam RT dan bahkan ternyata keempat warga yang mendapat bantuan BLT tersebut adalah tergolong orang yang mampu alias tidak berhak untuk menerima bantuan BLT tersebut.

Hal tersebut yang menyebabkan Ketua Ismail Jamal Ketua RW 04 beserta ke Enam ketua RT (RT 01 hingga 06)  yang ada di RW 04 Ciater Permai, MENOLAK bantuan BLT untuk keempat warganya tersebut dikarenakan banyaknya kejanggalan – kejanggalan di lapangan. Hal tersebut disampaikan oleh Ismail Jamal ketua RW 04 perumahan Ciater Permai, Serpong, kepada MediaBantenCyber.co.id pada Rabu (23/06/2020) malam. Menurut Ketua RW 04 tersebut, dirinya dan juga keenam Ketua RT di perumahan Ciater Permai merasa sangat Kecewa dengan hasil “Keputusan Aneh Tapi Nyata” tersebut.

“Sejak awal ditetapkan pemberlakuan PSBB akibat wabah pandemi Covid-19 diberlakukan di Kota Tangerang Selatan, berdasarkan hasil pertemuan antara RT dan RW di Kelurahan Ciater dengan pihak Lurah Ciater, pihak RW 04 telah ditetapkan oleh Lurah Ciater mendapatkan 60 kuota Kepala Keluarga yang mendapatkan kuota bantuan BLT bagi warganya. Dan melalui musyawarah mufakat disepakati masing – masing RT mendapatkan 10 kuota warganya yang BERHAK menerima BLT. Dan pihak RT juga telah menyerahkan semua persyaratan lengkapnya seperti Copy KTP, KK dan Rekening Bank calon penerima BLT tersebut. Namun kenyataannya malah membingungkan kami pihak RW dan 6 RT di Ciater Permai.

“Kami dikumpulkan di Kelurahan saat itu, dan hasil rapat di Kelurahan Ciater ditetapkan RW 04 mendapatkan kuota 60 paket BLT untuk 60 KK pada saat. Dari 60 paket itu tersebut kami bagi rata tiap RT mendapat 10 paket bantuan BLT. Keenam RT sudah menyerahkan semua persyaratan yang diminta, akan tetapi hasilnya, SANGAT mengecewakan warga RW 04,” ujar Ismail Jamal Ketua RW 04 Ciater Permai.

“Setelah beberapa bulan kemudian bantuan BLT tersebut akhirnya turun. Hanya saja bantuan yang turun ke RW 04 bukan 60 paket, tapi hanya 4 paket saja yang turun. Dan anehnya dari 4 paket yang turun tersebut, bukan dari data nama – nama yang pihak keenam RT yang diusulkan tersebut, tetapi entah data nama dari mana yang diinput oleh pihak instansi terkait seperti Dinsos Kota Tangsel. Yang menjadi pertanyaan kami adalah data dari mana yang dipakai oleh Dinsos ?, karena data yang 4 paket turun tersebut bukan data nama yang kami usulkan dan mereka keempat orang tersebut adalah masuk kategori orang yang tidak berhak alias orang mampu,” tegas Ismail.

Dan pada akhirnya ketidaksesuaian data tersebut MEMICU kekisruhan di internal lingkungan RW 04. Ketua RT dan RW pun menjadi bulan – bulanan protes dari warganya masing – masing. Terlebih, mereka yang mendapat 4 paket bantuan itu justru tergolong warga ekonomi mampu.

Sementara itu saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media pada Kamis (25/06/2020) siang, terkait kekisruhan data penerima bantuan BLT ke pihak kelurahan Ciater. Baik Lurah maupun Kasie Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kelurahan Ciater satu suara menyatakan, jika penyebab data yang diinput dan diusulkan oleh pihak RT dan RW banyak yang mendapat bantuan BLT disebabkan banyaknya data “TITIPAN” dari dinas – dinas lain.

“Kita juga nggak tahu itu data dari mana, tiba – tiba dari Dinas Sosial muncul data penerima bantuan itu. Sementara dari RT, RW, dan kita di Kelurahan sendiri nggak pernah mengusulkan data nama tersebut. Setelah kita telusuri ke penerima bantuan itu, ternyata data mereka dimasukkan dari dinas – dinas tertentu atau titipan dari beberapa dinas,” terang Lurah Ciater, Rahmat Kurnia.

Guna memastikan keterangan tersebut, Rahmat Kurnia bahkan segera meminta Kasie Kesos dan para staf-nya untuk memperlihatkan data penerima bantuan. Diperoleh keterangan, bahwa sebenarnya data tersebut berisi nama – nama “TITIPAN” dan hal tersebut telah tercantum saat dikirimkan oleh pihak Dinas Sosial Kota Tangsel.

“Kita sih nggak mau menyebut dinas – dinas mana saja, tapi mas – mas pasti pahamlah. Kita nggak mau nanti malah kita yang disalahin dari atas kalau sampai rame. Intinya nama – nama penerima itu sudah ada waktu dikirim dari Dinas Sosial, dan kita nggak merasa mengusulkan nama – nama itu,” jelasnya.

Jumlah data “TITIPAN” masing – masing dinas itu cukup banyak jumlahnya. Pihak Kelurahan Ciater menyebut, bahwa dari data 435 KK yang diusulkan RT dan RW ternyata hanya 160 KK yang menerima. Sedangkan sisanya kembali beralih ke data “TITIPAN” tersebut.

“Kami dari pihak Kelurahan juga nggak mau jadi yang disalahkan soal ini. Kita ingin transparan kepada warga, kepada RT dan RW. Yang kita sesali, data “TITIPAN” itu tidak pernah dikoordinasikan dengan kami pihak Kelurahan di sini, tiba – tiba namanya muncul dalam daftar penerima bantuan,” tegasnya.

Dilanjutkannya, jumlah bantuan terdampak Covid-19 itu berupa paket Sembako dari Kementerian sosial senilai Rp 300 ribu perpaket. Hingga saat ini, bantuan telah dibagikan beberapa tahap dan tersebar di banyak wilayah di Kota Tangsel

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel, Wahyunoto saat dikonfirmasi via WhatsApp nya bersikeras mengatakan, bahwa tidak ada data “TITIPAN” dari siapapun terkait Bansos Covid-19. Dia menegaskan, pihaknya tak akan mengakomodir usulan penerima bantuan selain dari yang diusulkan oleh pihak RT, RW, Lurah hingga Kecamatan secara berjenjang.

“Semua yang diusulkan clear, valid dan terdaftar sebagai penerima pasti mendapat Bansos. Yang belum terdata, belum diusulkan silahkan disampaikan usulannya. Kalau salah input data, salah NIK, sehingga tidak valid tinggal perbaiki dan usulkan. Nggak ada alasan untuk komplain. Silahkan saja disampaikan usulannya kenapa pakai ribut !!!,” ucap Wahyunoto bernada emosi. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA