MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kabupaten Tangerang, Orang tua korban dugaan pembunuhan di Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang, Rohimi (50) masih sering melamun dan menangis, saat teringat putrinya yang diduga menjadi korban dugaan pembunuhan di tahun 2016 lalu.
Pasalnya kasus dugaan pembunuhan yang menimpa putrinya berinisal ED berusia 20 tahun, sudah 9 tahun belum mendapat keadilan dan kepastian hukum dari Polsek Teluknaga, Polres Metro Tangerang Kota sampai saat ini.
Padahal kasus tersebut telah dilaporkan oleh ibu kandung korban, Rohimi (50) berdasarkan laporan Polisi nomor: LP/163/K/II/2016/Sek.Tlga Sabtu 6 Februari 2016 yang lalu setelah kejadian.
Baca Juga : Luar Biasa! 9 Tahun Komitmen LindungiHutan Bersama Komunitas Penjaga Alam
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pedagang nasi goreng, saat ditemukan jasad korban tergeletak di pinggir Jalan Raya Kampung Melayu – Teluknaga Tangerang, Desa Kampung Melayu Timur, depan Indomart, sekira pukul 06:30 WIB, Jumat (5/2/2016).
Korban merupakan warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, bekerja di Indomart daerah Sanggego, Kota Tangerang. Korban diduga dihabisi nyawanya saat akan berangkat kerja di pagi hari.
“Saya dapat keterangan dari ibunya korban, bahwa jasad korban ditemukan pedagang nasi goreng sekira pukul 6:30 WIB pagi,” ucap kuasa hukum ibu korban, Sukmaringgit via telpon whatsapp, Senin (15/12/2025).
Menurut Sukma, pihaknya sudah berusaha memperjuangkan kasus yang ditanganinya, agar keluarga korban mendapat keadilan hukum atas kematian almarhumah ED (20), dan kasusnya bisa terungkap terang benderang.
“Dari mulai tahun 2024 saya dan tim dipercaya oleh ibunya korban, untuk bantu ungkap kasus ini, saya dan tim sudah berusaha komunikasi dengan Kanit Reskrim Polsek Teluknaga yang lama, agar kasus ini menemukan titik terang, ” tuturnya.
Sukma menyebut, beberapa saksi dan orang terdekat korban sudah dipanggil Polsek Teluknaga untuk dimintai keterangan, terkait kasus dugaan pembunuhan korban ED (20). Akan tetapi kata Sukma, penanganan kasus tersebut tersendat sampai sekarang.
“Kalau masalah saksi-saksi, dari mulai teman korban dan orang dekat korban sudah dimintai keterangan oleh Polsek Teluknaga. Tinggal satu saksi lagi belum dipanggil, kasusnya tersendat karena ada pergantian Kanit Reskrim yang baru,” ungkapnya.
Baca Juga : Warga RT 9 Sektor XIV.5 Nusa Loka BSD City Gelar NgoBras | tahun
Selain itu kata Sukma, Polsek Teluknaga sudah melakukan pengecekan barang bukti milik korban dan cctv di sekitar ditemukannya jasad korban. Kata Sukma, pihak Polsek Teluknaga sedikit kesulitan menangani kasus ini karena sudah terlalu.
“Kata Kanit Reskrim yang lama, pihaknya sudah mengecek semua barang bukti, termasuk cctv, akan terkendala di hp dan cctv tidak bisa dicek karena sudah terlalu lama,” ujarnya.
Sukma mengaku, dirinya bersama tim sudah menemui Kanit Reskrim Polsek Teluknaga yang baru, untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan pembunuhan almarhumah ED.
“Untuk Kanit Reskrim yang baru, saya dan tim sudah bertemu pertama kali. Setelah itu untuk selanjutnya, saya dan tim belum bertemu lagi, karena tiap saya dan tim hubungi via WA tidak membalas,” kesalnya.
Di sisi lain, saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr Raden Muhammad Jauhari, berjanji akan segera menindak lanjuti kasus dugaan pembunuhan tahun 2016.
“Kami atensi kan pak, dan tindaklanjuti pak,” singkatnya.
Sementara itu, Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Teluknaga, saat dikirimi foto surat bukti laporan dari ibunya korban via pesan singkat whatsapp belum memberikan jawaban. Wartawan akan terus berusaha mengkonfirmasi Polsek Teluknaga. (red)
Tidak ada komentar