Serang City Tour Resmi Mengaspal, Wakil Walikota Agis: UMKM dan Pariwisata Harus Tumbuh Bersama

waktu baca 4 menit
Minggu, 17 Mei 2026 20:10 264 Deni Kusuma

KOTA SERANG – Program Serang City Tour resmi diluncurkan dan diresmikan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia di Rumah Makan Taman Jaya Ujung Kulon Cabang Serang, Jalan Syekh Moh. Nawawi Albantani Km 4, Kecamatan Curug, Minggu (17/5/2026). Peluncuran program wisata bertajuk “Satu Kota Banyak Cerita” itu menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Serang.

Dalam sambutannya, Agis menegaskan Pemerintah Kota Serang akan terus mendukung pengembangan sektor pariwisata secara menyeluruh, termasuk memperkuat keterlibatan pelaku UMKM, komunitas, hingga pelaku usaha lainnya agar dapat tumbuh bersama.

“Pariwisata ini bukan hanya soal destinasi wisata saja, tetapi bagaimana seluruh ekosistemnya bisa bergerak bersama dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Agis.

Peluncuran Serang City Tour mendapat antusias tinggi dari para peserta yang mengikuti open trip perdana ke sejumlah destinasi unggulan di Kota Serang. Para wisatawan dibagi menjadi tiga kelompok sesuai pilihan paket wisata yang telah disediakan panitia.

Paket pertama membawa peserta mengunjungi kawasan sejarah Banten Lama. Paket kedua menghadirkan wisata seni budaya dan urban Kota Serang, sedangkan paket ketiga menawarkan wisata alam dan spiritual.

Head of Community Serang City Tour, Ridha Pujiati menjelaskan, seluruh peserta pada hari pertama mendapatkan kesempatan berkeliling Kota Serang secara gratis berdasarkan paket wisata yang dipilih.

Menurut Ridha, para wisatawan terlihat menikmati keberagaman destinasi yang ada di Kota Serang. Selain mengunjungi tempat wisata, peserta juga diajak menikmati kuliner khas serta melihat langsung produk kerajinan lokal.

“Kota Serang punya banyak potensi. Tidak hanya wisatanya, tapi juga kuliner, batik, kerajinan tangan, hingga budaya lokal yang sangat menarik. Ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong Kota Serang sebagai tujuan wisata nasional,” katanya.

Ridha menambahkan, Serang City Tour bukan sekadar program perjalanan wisata, tetapi menjadi langkah awal membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ia berharap seluruh elemen seperti PHRI, pelaku UMKM, budayawan, komunitas, hingga sektor transportasi dapat ikut terlibat dalam pengembangan wisata Kota Serang.

“Kami ingin bergerak bersama membangun ekonomi masyarakat. Ketika pariwisata tumbuh, maka hotel, UMKM, pengrajin, transportasi, dan sektor lainnya juga akan ikut berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Serang, Zeka Bachdi berharap Serang City Tour mampu menyatukan seluruh pelaku wisata dan usaha di Kota Serang agar berkembang secara bersama-sama.

Menurutnya, penguatan ekosistem pariwisata juga akan melibatkan daerah lain di Provinsi Banten untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

“Namun home base-nya tetap di Kota Serang,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan bahwa Serang City Tour merupakan ruang kolaborasi bersama yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Serang City Tour bukan milik siapa-siapa, tapi milik kita bersama. Semua pihak bisa ikut ambil bagian,” tegasnya.

Agis menilai Kota Serang memiliki kekuatan sejarah dan budaya yang besar karena pernah menjadi pusat peradaban Kesultanan Banten di masa lalu. Hal itu menjadi modal penting dalam menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ia juga memastikan Pemkot Serang siap memfasilitasi berbagai kebutuhan dan persoalan di lapangan demi mendukung kemajuan sektor pariwisata.

Selain itu, Agis meminta dukungan berbagai pihak, termasuk DAMRI, agar dapat membantu mobilitas wisatawan khususnya pada akhir pekan.

“Saya berharap seluruh pihak bisa bersama-sama memajukan pariwisata Kota Serang agar semakin dikenal luas hingga tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Salah satu peserta Serang City Tour, Geri mengaku sangat menikmati perjalanan wisata yang diikutinya. Ia bahkan sengaja datang ke Kota Serang untuk mencari lokasi syuting film.
Menurutnya, kawasan Banten Lama memiliki suasana historis yang kuat dan sangat menarik dijadikan lokasi produksi film.

“Saya cukup kagum dengan suasananya. Ke depan saya ingin mengadakan syuting film di Kota Serang,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Putri, peserta paket wisata kedua. Ia mengaku puas dengan konsep perjalanan yang nyaman karena lokasi wisata saling berdekatan sehingga tidak melelahkan.

“Enggak macet juga, tempat wisatanya enak banget, orang-orangnya ramah, makanannya juga enak-enak,” tuturnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA