Adzan Itu Memanggil Hamba Alloh Untuk Sholat Bukan Memanggil Tuhan, Guntur Romli !!!

waktu baca 2 menit
Senin, 28 Feb 2022 13:08 444 Redaksi

Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Kebangsaan) MediaBantenCyber.co.id (MBC) Bandung,
Kader PSI Guntur Romli membela Yaqut. Bahwa Surat Edaran No 05 tahun 2022 sudah tepat katanya. Okelah itu pendapatnya, akan tetapi pandangan soal adzan kok dangkal sekali. Menurutnya_adzan tidak perlu keras karena azan itu memanggil Allah. Memanggil Allah tidak perlu keras-keras karena Allah itu dekat. Lebih dekat dari urat leher.

Adzan itu bukan memanggil Allah, bung Romli. Adzan itu memanggil hamba Allah untuk melaksanakan shalat. Supaya panggilan terdengar hingga tempat yang jauh, maka diperlukan pengeras suara. Masa yang begini saja Guntur Romli kagak ngerti. Takbir dan kalimah syahadat merupakan peneguhan keyakinan dan komitmen kemusliman.

“Hayya ‘alash sholah” Ayolah shalat. Nah kan panggilan kepada umat agar segera menunaikan ibadah shalat. Begitu juga “Hayya ‘alal falah” panggilan agar mendapat kebahagiaan melalui ibadah shalat. Bukan Allah yang dipanggil untuk shalat dan mendapat kebahagiaan. Panggilan keras itu penting baik dengan menggunakan pengeras suara ataupun tidak.

Baca Juga : Republik Islam Chechnya Kirimkan 12 Ribu Pasukan Sukarelawan Bantu Militer Rusia Menggempur Ukraina

Dalam kesejarahannya adzan yang sebagaimana biasa kita dengarkan adalah pilihan Rasullullah SAW. Ketika membahas bagaimana cara memanggil umat untuk shalat ada usul pakai terompet ala Yahudi ada pula yang usul menggunakan lonceng seperti umat Nasrani. Semua ditolak Nabi dan dipilihlah suara keras Adzan. Bilal yang mengawali dan mencontohkan.

Sekali lagi adzan_bukan memanggil Allah. Adzan itu memanggil hamba untuk ibadah kepada Allah. Hadis Nabi Riwayat Bukhori menyatakan “Al muadzin yughfaru lahu bi maddi shoutihi wayashadu lahu kullu rothbin wa yabisin” (Muadzin diampuni sejauh jangkauan suaranya, dan semua benda basah dan kering yang mendengar adzannya memohon ampun untuknya) – HR Ahmad.

Membela Menag Yaqut terkait adzan dan gonggongan anjing boleh-boleh saja, akan tetapi pembelaan dengan keliru memaknai adzan adalah membelokkan pembelaan. Jadinya aneh, justru menyalahkan_adzan jika dikeraskan. Tidak nyambung, bro. “Guntur Romli oh Guntur Romli”. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA