APBD Kabupaten Pacitan 2023 Terancam “Mangkrak” Akibat Belum Adanya Juknis dari Pusat

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Okt 2022 22:48 723 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC) Kabupaten Pacitan, Hajat hidup orang banyak yang meliputi masyarakat seluruh Kabupaten Pacitan potensial mengalami kendala. Itu terkait dengan tertundanya jadwal pembahasan APBD tahun 2023 oleh Banggar DPRD Kabupaten Pacitan karena belum munculnya Petunjuk Teknis (juknis) dan pelaksanaan Dana Alokasi Umum (DAU) Terikat dari pusat. Menurut salah satu pejabat kunci di Pacitan, efek terburuk dari situasi itu, bisa-bisa tidak ada gajian untuk legislatif dan eksekutif dalam waktu beberapa bulan. Dan akan kembali memakai APBD tahun sebelumnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Rony Wahyono yang dimintai tanggapan atas situasi itu menjawab, “Insya Allah minggu depan harapannya sudah ada kejelasan”.

Ditanya tentang besaran angka DAU yang terikat itu, bapak dengan seorang puteri jelita itu menjelaskan besaran DAU yang sudah ditentukan penggunaannya.

Baca Juga : Gak Tahu Malu, APBD Kota Tangerang Besar Tapi Warga Korban Gusuran Tol JORR II Sampai “Ngemis” untuk Makan di jalanan

“Untuk gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekira 27 milyar. Pendanaan Kelurahan sekira 1 milyar dan untuk bidang pendidikan sebesar kurang lebih 44 milyar. Selanjutnya untuk bidang kesehatan sekira 47 milyar, dan untuk bidang PU sekira 46 milyar. Jadi total mendekati angka 164M lebih sedikit,” terangnya. 

Sementara itu, dalam rapat banggar yang tidak bisa mengambil keputusan itu, Handaya Aji, salah satu vokalis parlemen Kabupaten Pacitan yang paling handal menyorot tajam kebijakan rekannya sesama anggota banggar dan sekaligus eksekutif.

Baca Juga : Banggar DPRD Kota Tangerang Berharap Serapan APBD 2020 Dimaksimalkan

“Ada anggota minta bikin Pandangan umum agar kita bisa melanjutkan ke tahap pembahasan selanjutnya. Lha materinya apa? Juklak dan juknisnya saja kita belum ada,” ucapnya. 

Saat rapat memasuki agenda lain-lain, dengan suara lantang tapi mendalam Yoyok, sapaan karib DPRD Kabupaten Pacitan dapil Tulakan Kebonagung PKS itu mengatakan.

Baca Juga : Ada Tujuh Warisan Raperda, Prioritas DPRD Tangerang Selesaikan Raperda APBD 2020

“Masalah hujan ini juga harus kita pahami dan sikapi dengan benar, hujan bisa berkah bisa musibah. Ayo introspeksi perbanyak ibadah. Tidak ada ruwat Islami tidak ada sesaji, justru itu yang mengundang hujan jadi longsor, jembatan jadi putus. Ini malah uang rakyat dihambur-hamburkan, dangdutan ratusan juta, uang siapa? Tanah longsor belum diperbaiki, jembatan belum di sambung. Ayo kita semua taubat nasuha,” ajaknya. 

Baca Juga : Diduga Banyak Pejabat yang Bermain dalam Pembangunan Gedung DPRD, KPK Diminta Turun Tangan | apbd

Dan hingga berita ini ditayangkan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Pacitan, Ir. Heru Sukresno, MM yang dimintai klarifikasi melalui jalur Apk WA, hanya centang 2 biru “terbaca”.(HB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA