Surya Paloh Oleh: Surya Paloh (Pendiri dan Ketua umum Partai Nasdem) MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Ini adalah kutipan sebagian curhatan hati dan penyesalan seorang Surya Paloh. “…… Sebenarnya aku cukup heran pemimpin dengan kapasitas sangat terbatas ini bertahan hingga dua periode”. Tapi aku sadari bahwa kekuasaannya awet karena pencitraan manipulatif yang menipu rakyat, menipu kita semua.
Aku ingin mengungkap siapa dia sebenarnya.
Tapi dia telah bertransformasi menjadi penguasa yang berbahaya bagi negara, bagi diriku sendiri. Ia menciptakan kerusakan yang hampir menyeluruh. Ia memanjakan oligarki, melayani kepentingan China, membangun politik dinasti, menimbun utang yang harus di bayar rakyat, memarakkan korupsi, meninggalkan legacy IKN dan proyek infrastruktur lain yang mangkrak.
Baca Juga : Polsek Teluknaga Gelar “Jum’at Curhatan” di RW 11 Desa Kampung Melayu Barat
Astaghfirullah al adzim..!. Aku belum pernah merasa bersalah seperti ini. Aku menyesal harus mengungkap hal-hal buruk tentang pemerintahan yang kelahirannya turut aku bidani. Silakan Anda tak percaya, tapi sesungguhnya dengan mengusung tokoh muda cemerlang untuk menjadi presiden berikut, aku berikhtiar untuk menebus dosaku kepada rakyat.
Baca Juga : Perjalanan Mengungkap Pembantaian di KM 50 Masih Panjang! | curhatan
Tak kuduga begitu bengis reaksinya. Ia terus berupaya menghancurkan seluruh napas hidupku. Tak apa. Aku di didik orang tuaku, kebudayaanku, dan agamaku, untuk senantiasa melawan kemungkaran. Mendiamkannya berarti aku lebih zalim daripada penzalim itu sendiri. Mungkin banyak orang menertawai ku karena dipecundangi orang yang bukan dari kelasku. Aku terima kalau ditertawai rakyat yang dulu pernah memperingatkan aku tentang watak asli temanku ini.
Baca Juga : Dikunjungi Dewan, Kepsek SDN Cilayangguha Curhatan
Ketika itu aku malah balik menertawai mereka. Aku menyesal, tapi tak usah memaafkan aku. Memang pahit di puncak kesuksesanku sebagai politisi dan pengusaha, aku dipecundangi lelaki dungu, tak tahu balas budi, dan tak tahu hukum-hukum kehidupan. Tapi akan ku hadapi semua ini dengan dada yang membusung.
Baca Juga : Tragedi Kanjuruhan Itu TANGGUNG JAWAB Pemerintah! | curhatan
Percuma kau menindas Surya Paloh..!. Aku berdiri di sini, telanjang dalam ruang terang, tanpa siapa-siapa. Aneh kalau kau yang powerful berani menghadapi orang seperti ini, orang yang terzalimi dan yang kau khianati.
Biarlah aku kalah, dan dilupakan. Kalaupun ada yang peduli pada diriku, aku ingin Surya Paloh dikenang sebagai orang yang kalah dalam perjuangan, itu saja..!!!. (BTL)
Tidak ada komentar