Doa Terhindar Dari Bencana

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Jan 2021 14:48 482 Redaksi

MediaBanten Cyber.co.id (MBC) Banten, Awal tahun Januari 2021 di tengah musibah wabah Covid-19 yang terus meningkat, negeri kita mendapat musibah bertubi-tubi. Dari mulai jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, longsor di Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan, gempa tektonik di wilayah Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, erupsi tiga gunung di Indonesia, Gunung Merapi dan Gunung Semeru di pulau Jawa dan Gunung Sinabung di Sumatera.

Sebagai seorang muslim, musibah tersebut mesti disikapi dengan bijak, karena tidak satu pun kejadian di dunia ini kecuali sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Ketika musibah datang tidak ada yang sanggup mencegahnya. MediaBanten Cyber.co.id

Hujan, angin ataupun gunung adalah makhluk Allah SWT, semuanya bergerak atas perintah Allah SWT. Manusia hanya berusaha sesuai dengan kemampuannya dan berdoa agar hujan yang turun dari langit, angin yang Allah kirimkan menjadi rahmat bukan menjadi azab.
 
Dari Anas, ia berkata, “Apabila ada angin kencang bertiup, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِمَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

‘Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepada-Mu dari kebaikan angin yang Engkau kirim, dan saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin yang Engkau kirim.'”

Ahmad bin Abu Bakr menceritakan pada kami: “Mughirah bin Abdurrahman menceritakan pada kami, dari Yazid, dari Salama [yaitu Ibnu Akwa’] ia berkata,  ketika ada angin kencang ia berdoa:

اللَّهُمَّ لاقِحًا، لا عَقِيمًا 

‘Ya Allah, jadikanlah angin ini membawa manfaat bukan membawa mudharat.'” (Adabul Mufrod: 717-718). MediaBanten Cyber.co.id

Abu Mathar menceritakan padaku: bahwa dia mendengar Salim bin Abdullah, dari bapaknya, ia berkata, “Nabi SAW ketika mendengar suara halilintar dan petir berdoa:

: اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِصَعْقِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

‘Ya Allah! Janganlah kamu matikan kami dengan petir-mu, dan janganlah kamu hancurkan kami dengan azabmu. Ampunilah kami sebelum itu.”‘ (adabul Mufrad: 721). MediaBanten Cyber.co.id

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  ” كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ جَهْدِ الْبَلاءِ، وَدَرْكِ الشَّقَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ “
Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ pernah berlindung dari beratnya bala’, kesengsaraan yang menderita-kan, cacian musuh, dan takdir yang buruk”.(adabul mufrad: 730)

Kalaupun Allah takdirkan ditimpakan ujian yang menyulitkan, Beliau ﷺ mengajarkan untuk memohon kepada Allah SWT. Abu Bakrah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Doa-doa orang kesusahan yaitu:

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لا إِلَهَ أَلا أَنْتَ

‘Ya Allah, Aku mengharapkan rahmat-Mu dan janganlah Engkau bebankan diriku dengan diriku sendiri, walaupun sekejap mata. Perbaikilah segala urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.'” (Adabul Mufrad: 701). MediaBanten Cyber.co.id

Dari Al Abbas bin Abdul Muthalib saya berkata, “Wahai Rasulullah! Ajarkan lah kepada saya sesuatu yang saya gunakan untuk berdoa kepada Allah.” Maka Nabi bersabda, “Wahai Abbas!, mohonlah kepada Allah kesehatan”. Kemudian saya diam sejenak lalu berkata, “Ajari lah saya sesuatu yang saya gunakan berdoa kepada Allah, wahai Rasulullah!”. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abbas!, wahai paman Rasulullah!, mohonlah kepada Allah kesehatan di dunia dan akhirat.” (adabul mufrad: 726). Wallahu a’lam bishawab. MediaBanten Cyber.co.id (BTL).

Oleh: Ustadz Mohammad Suharsono, Lc., M.E.Sy. Penulis adalah Ketua Biro Kepatuhan Syariah Inisiatif Zakat Indonesia (IZI Banten).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA